Tradisi pada Agama Yahudi dan Kristen

//Tradisi pada Agama Yahudi dan Kristen
Tradisi pada agama Yahudi dan Kristen

Tradisi pada agama Yahudi dan Kristen

Banyak orang Kristen yang berpikir bahwa pedoman pengajaran untuk harusnya hanya Alkitab (Kitab Suci), mereka menolak adanya Pilar Iman TRADISI. Padahal jika ditaya tentang tradisi sendiri mereka belum tentu tahu apa artinya, kebanyakan berpikir itu adalah hasil pikiran manusia, sementara Alkitab mereka pikir adalah FIRMAN TUHAN. Ini salah kaprah sebenarnya dan harus diperbaiki.

Sebelum saya bahas tentang tradisi, saya bahas dahulu tentang apa itu Alkitab. Alkitab adalah kumpulan kitab yang kemudian dikanon dan dianggap sebagai materi pengajaran. Siapa yang menulis kitab-kitab di abad 1? Para pemimpin Gereja Rasuliah. Siapa yang mengkanonkannya? Ya para pemimpin Gereja Rasuliah. Hasil tulisan dan kanon mereka kemudian hari, berabad-abad setelah itu barulah jatuh ke tangan orang-orang yang tidak paham bahwa mereka menuliskan berbagai kitab itu berasal dari tradisi. Alkitab bukanlah FIRMAN TUHAN!!! FIRMAN TUHAN adalah Maran Yeshua sendiri, tidak bisa dibukukan, tidak bisa dibakar, tidak bisa mati. Sementara Alkitab itu bisa hancur, musnah dibakar, bahkan bisa salah-salah tulis. Alkitab harus disadari bahwa itu ditulis oleh manusia, ditulis oleh para pemimpin Gereja Rasuliah mulai th 40-50 M. Sebelumnya tidak ada Alkitab PB. Yeshua mengajar secara LISAN, ajaran Lisan inilah disebut sebagai TRADISI. Kembali ke Alkitab, Alkitab itu sekali lagi bukan FIRMAN, Alkitab itu buku cerita. Cerita tentang apa? Ya tentang penciptaan, cerita tentang sejarah keluarnya bangsa Israel, cerita tentang Nabi Musa menerima pengajaran dari TUHAN, cerita apa saja pengajaran Musa (Hukum Taurat), cerita tentang adanya nabi-nabi yang menegur bangsa pilihan, cerita tentang dikeluarkanya mereka dari tanah perjanjian, sampai kembali pulang, kemudian cerita tentang kedatangan Sang Mesias, Mesias mengajar, ajaran para Rasul kepada jemaat, dan pewahyuan-pewahyuan. Alkitab juga berisi tentang hikmat dan kidungan. Kitab-kitab yg mulai dituliskan di th 40 M itu sebenarnya banyak namun tergantung dari para Pemimpin Gereja Rasuliah mana yang mau dijadikan pedoman pengajaran, mana yang tidak. Jadi, bisa dipahami sekarang bahwa tradisi itu ada terlebih dahulu. Yeshua mengajar, tidak menulis kitab. Kitab tidak turun dari langit. Kitab itu tidak punya kuasa, itu benda mati!

Saat Yeshua mulai mengajar di th 26 M, Dia membuat suatu tradisi (Oral Torah atau Ajaran Lisan). Semua yg diajarkan diingat oleh para Rasul, pasti ada yang lupa-lupa juga karena mereka terbatas. Yeshua mengajar selama 3,5 tahun kurang lebih. Siang dan malam Dia mengajar. Itu lebih dari masa perkuliahan S3, mungkin S10. Intinya Dia membentuk tradisi yang sangat….banyak. Saking banyaknya Mar Yuchnan (Yohanes) menulis di ayat terakhir kitab yang dia tulis sbb:

Yoh 21: 25  Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Kalau tradisi itu sangat banyak, itu artinya Alkitab yang saat ini dijual di toko-toko buku hanya memuat sedikit informasi tentang 3,5 tahun pengajara Yeshua. Lalu kemana tradisi itu sekarang? Siapa yang mewariskannya? Mengapa banyak gereja Kristen yang tidak mengetahuinya? Ya itulah….banyak gereja yang kurang paham pentingnya tradisi ya karena mereka tidak belajar sejarah dengan baik. Gereja yang berdiri di abad 1, itu hampir semua masih ada sampai di abad 21 ini. Semua gereja itu disebut Gereja Rasuliah (Apostolic Church). Gereja inilah yang membakukan semua tradisi dalam bentuk banyak ritual, lalu banyak tradisi yang tidak dicatat di dalam Alkitab, mereka tuliskan ke dalam materi-materi seminari mereka (kami).

Gereja-gereja modern yang lahir paska munculnya ajaran baru Protestan, adalah gereja-gereja modern yang membuat tradisinya masing-masing. Mereka tidak tahu bagaimana ritual membaptis di abad 1, makanya mereka membuat ritual yang baru, sehingga bisa ada baptis percik dan bahkan baptis Nama Yahweh (Pembaharuan). Mereka tidak tahu bagaimana liturgi ibadat kuno jemaat perdana, makanya mereka membuat liturgi masing-masing sehingga ada bentuk peribadatan hingar-bingar dengan jemaat loncat-loncat tidak karuan, lalu kejang-kejang menganggap itu adalah urapan Roh Kudus. Macam-macam tradisi akhirnya bermunculan akibat para pemimpin gereja itu tidak tahu menahu tradisi awal. Mereka hanya berpedoman pada Alkitab. Padahal di Alkitab sama sekali tidak menjelaskan banyak hal detail. Semua berisi narasi yang memang disengaja penulisnya. Penulisnya tidak pernah menginginkan Alkitab dibaca tanpa memahami tradisi. Semua harus paham tradisi, baru bisa dengan baik memahami isi Alkitab. Jangan terbalik. Bahkan yang sebenarnya lebih ekstrim adalah, jemaat Kristen sebenarnya bisa saja ibadat dan selamat tanpa baca Alkitab. Seorang biasa yang mendengar pengajaran, meminta diri di Baptis, lalu meningal saat itu. Secara kanon, jiwanya sudah melunasi semua hutang-hutang dosanya. Dia mengambil keputusan tepat masuk ke Alam Astral tanpa dosa dengan perbuatan baik yang tentu dicatat odalam buku kehidupannya.

Di gambar di atas, kita bisa membedakan 3 kelompok pelaku tradisi. Pertama, adalah pelaku tradisi PL yang masih ada sampai sekarang yaitu Yahudi Ortodoks, Reform, Rekonstruksi, Conservatif, dll. Kemudian ada pewaris dan pelaku tradisi PB yaitu semua Gereja Rasuliah (tolong dicatat ada beragam perbedaan juga dalam implementasinya tapi saya tidak bahas di sini). Yg ke-3 adalah Gereja Modern yang menganut ajaran Sola Scriptura abad 16, berpatokan pada Alkitab, buang tradisi. Mereka yang bukan penulis kitab, bukan pemelihara naskah-naskahnya, hanya beli dari toko-toko buku tapi seakan-akan lebih pintar dari pewaris ajaran abad 1. Begitulah dunia ini. Kesombongan sudah merasuki ruang-ruang gereja.

By | 2018-02-08T08:42:03+00:00 June 30th, 2016|Kristen|0 Comments