TERJEMAHAN KITAB LEBAH (SEFER DVOR)

/TERJEMAHAN KITAB LEBAH (SEFER DVOR)
TERJEMAHAN KITAB LEBAH (SEFER DVOR) 2018-02-08T08:41:53+00:00

header niko 728 x 90

Kisah Miriam dan Yosip dari Kitab Sefer Dvor

Terjemahan Uskup Mar Nicholas

 (Ini adalah kitab yg ditulis oleh Uskup Church of The East, Uskup Solomon pada 1222 berisi 55 pasal, terjemahan ini hanya fokus pada Kisah Miriam/Maria dan Yusuf saja)

 

Pasal XXXIII.

Silsilah Generasi Mesianis

ALAHA menciptakan Adam. Adam memperanakkan Set. Set memperanakkan Enos. Enos memperanakkan Kainân. Kainân memperanakkan Mahalaleel. Mahalaleel memperanakkan Yared. Yared memperanakkan Henok. Henok memperanakkan Methuselah. Methuselah memperanakkan Lamekh. Lamekh memperanakkan Nuh. Nuh memperanakkan Shem. Shem memperanakkan Arphaxar. Arphaxar memperanakkan Kainân. Kainân memperanakkan Shâlâkh. Shâlâkh memperanakkan Eber. Eber memperanakkan Peleg. Peleg memperanakkan Reu. Reu memperanakkan Serug. Serug memperanakkan Nahor. Nahor memperanakkan Terah. Terah memperanakkan Abraham. Abraham memperanakkan Ishak. Ishak memperanakkan Yakub. Yakub memperanakkan Yudah. Yudah mengambil istri orang Kanaan, namanya adalah Shuah. Dan hal itu sangat menyedihkan hati Yakub, dan dia berkata kepada Yudah, ‘Alaha para bapaku tidak akan memperbolehkan benih Kanaan menjadi bercampur dengan benih kita, tidak juga keluarganya dengan keluarga kita.’ Ada terlahir bagi Yudah melalui perempuan Kanaan tiga anak laki-laki, Er, Onan, dan Shelah. Er mengambil Tamar, anak perempuan dari Merari anak laki-laki Lewi, untuk memperistri, dan dia tidur dengannya dengan cara Sodomi dan mati tanpa anak. Setelah dia saudaranya laki-laki Onan mengambil dia menjadi istri, untuk meneruskan keturunan bagi saudaranya; dia juga, ketika tidur dengannya, menumpahkan air maninya di luar kelaminnya ke tanah, dan dia juga mati tanpa anak. Dikarenakan Shelah masih anak-anak, Yudah memelihara menantu perempuan yang sudah janda itu, agar dia bisa memberikannya kepada Shelah untuk meneruskan garis keturunan melaluinya. Tetapi Tamar datang kepada mertuanya dengan cara tipu daya, dan tidur dengan mertuanya dan diapun hamil. Dan melahirkan anak kembar, Pharez dan Zarah. Pharez memperanakkan Hezron. Hezron memperanakkan Aram. Aram memperanakkan Amminadab. Amminadab memperanakkan Nahshon. Eleazar Putra dari Aaron, imam, mengambil anak perempuan dari Nahshon untuk menjadi istri, dan melalui dia memperanakkan Phinehas; dan keturunan keimamatan bercampur dengan silsilah keturunan raja [1]. Nahshon memperanakkan Salmon. Salmon memperanakkan Boaz melalui Rahab. Boaz memperanakkan Obed melalui Ruth orang Moab. Obed memperanakkan Yesse (Isai). Yesse memperanakkan Daud sang raja melalui Nahash. Sekarang dua silsilah diturunkan dari Daud kepada Mshikha; satu dari Salomo kepada Yakub [2], dan yang lainnya dari Nathan kepada Heli [3]. Daud memperanakkan Salomo. Salomo memperanakkan Rehoboam. Rehoboam memperanakkan Abiyah. Abiyah memperanakkan Asa. Asa memperanakkan Yehoshaphat. Yehoshaphat memperanakkan Yoram. Yoram memperanakkan Uzziah. Uzziah memperanakkan Yotham. Yotham memperanakkan Ahaz. Ahaz memperanakkan Hezekiah. Hezekiah memperanakkan Manasseh. Manasseh memperanakkan Amon. Amon memperanakkan Yosiah. Yosiah memperanakkan Yekoniah. Yekoniah memperanakkan Salathiel. Salathiel memperanakkan Zerubbabel. Zerubbabel memperanakkan Abiud. Abiud memperanakkan Eliakim. Eliakim memperanakkan Azor. Azor memperanakkan Zadok. Zadok memperanakkan Akhin. Akhin memperanakkan Eliud. Eliud memperanakkan Eleazar. Eleazar memperanakkan Matthan. Matthan memperanakkan Yakub. Yakub memperanakkan Yosip. Atau lagi:Daud memperanakkan Nathan. Nathan memperanakkan Mattatha. Mattatha memperanakkan Mani. Mani memperanakkan Melea. Melea memperanakkan Eliakim. Eliakim memperanakkan Yonam. Yonam memperanakkan Lewi [1]. Lewi memperanakkan Mattîtha. Mattîtha memperanakkan Yorim. Yorim memperanakkan Eliezer. Eliezer memperanakkan Yose. Yose memperanakkan Er. Er memperanakkan Elmodad. Elmodad memperanakkan Kosam. Kosam memperanakkan Addi. Addi memperanakkan Melkhi. Melkhi memperanakkan Neri. Neri memperanakkan Salathiel. Salathiel memperanakkan Zorobabel. Zorobabel memperanakkan Rhesa. Rhesa memperanakkan Yohannan. Yohannan memperanakkan Yuda. Yuda memperanakkan Yosip. Yosip memperanakkan Semei. Semei memperanakkan Mattatha. Mattatha memperanakkan Maath. Maath memperanakkan Nagge. Nagge memperanakkan Esli. Esli memperanakkan Nahum. Nahum memperanakkan Amos. Amos memperanakkan Mattîtha. Mattîtha memperanakkan Yosip. Yosip memperanakkan Yanni. Yanni memperanakkan Melkhi. Melkhi memperanakkan Lewi. Lewi memperanakkan Matthat. Matthat memperanakkan Heli. Heli memperanakkan Yosip. Ketahui juga, ya saudara-saudaraku; bahwa Mattan anak Eliezer—yang keturunannya adalah dari keluarga Salomo – mengambil istri yang bernama Astha (atau Essetha) dan melalui dia memperanakkan Yakub secara alamiah. Mattan wafat, dan Melkhi—yang keluarganya berasal dari keturunan dari Nathan anak dari Daud –mengambil anak perempuannya untuk dijadikan istri, dan diperanakkan olehnya Eli (atau Heli); oleh karena itu Yakub dan Heli adalah bersaudara, (anak laki-laki) dari (satu) ibu. Eli mengambil istri dan wafat tanpa anak. Kemudian Yakub mengambil dia menjadi istri, untuk menyambung garis keturunan saudaranya, menurut perintah Torah; dan dia memperanakkan melaluinyaYosip, yang adalah anak Yakub menurut lazimnya, tetapi anak Heli menurut aturan adat istiadat (Torah); maka yang mana saja kamu pilih, atau menurut lazimnya (alamiah), atau menurut adat istiadat (Torah), Mshikha ditemukan memang adalah keturunan Daud. Lagi pula, ini baik untuk diketahui bahwa Eliezer memperanakkan dua anak laki-laki, Mattan dan Yotham. Mattan memperanakkan Yakub, dan Yakub memperanakkan Yosip; Yotham memperanakkan Zadok, dan Zadok memperanakkan Miriam. Dari sini adalah jelas bahwa ayah Yosip dan ayah Miriam adalah saudara sepupu.

Pasal XXXIV

Pemberitahuan Malaikat Kepada YÔNÂKÎR (Yoakhim) Sehubungan dengan Miriam yang Terberkati

ZADOK ini, yang dinamai Yônâkîr, dan Dinah istrinya adalah orang saleh di hadapan Alaha, dan kaya dalam kekayaan dunia dan punya harta benda dan ternak yang banyak; tetapi mereka tidak punya buah keturunan ataupun tak punya anak seperti orang-orang lainnya Mereka diejek oleh masyarakat karena kemandulan mereka, dan mereka tidak membolehkan mereka mempersembahkan korban persembahan kecuali setelah orang lain duluan, karena mereka tidak punya anak-anak diantara masyarakat Israel. Dan Yônâkîr pergi ke Padang Gurun, dan memancangkan tenda di luar perkemahannya, dan dia berdoa di hadapan Alaha dengan air mata bercucuran, mengenakan kain kabung; begitu juga yang dilakukan Dinah istrinya. Dan Alaha mendengarkan doa-doa mereka berdua dan menerima persembahan korban air mata mereka. Malaikat Alaha (Malak YHWH) datang menemui mereka dan memberitahukan kepada mereka tentang Miriam terkandung, katanya, =doa kalian telah didengar Alaha, dan lihatlah, Dia akan memberikan kamu buah hati terberkati, seorang anak perempuan yang akan menjadi tanda dan suatu keheranan diantara semua keturunan-keturunan di dunia; dan semua keluarga – keluarga akan diberkati melalui dia.‘ Kemudian mereka berdua memuji Alaha, dan Zadok kembali melakukan pekerjaannya sehari-hari seperti biasanya. Dinah istrinya mengandung, dan melahirkan Miriam; dan sejak hari itu dia dipanggil dengan nama ―Hannah‖ (Anna) sebagai ganti ―Dinah‖, sebab sang Tuhan telah mengabulkan permohonannya. Nama =Miriam‘ (Maryam) disebut =yang diangkat‘, =dimuliakan;‘ dan mereka bersukacita sangat terhadap kelahirannya. Setelah 6 bulan orangtuanya berkata satu sama lain, ‘Kita tidak memperbolehkan dia berjalan menginjak tanah; dan mereka membawa dia dengan korban-korban dan persembahan-persembahan, membawa dia ke Bait Suci Alaha. Mereka mengorbankan anak lembu dan domba kepada YHWH, mempersembahkan Miriam kepada Imam Besar (Kohen Haggadol). Dia menumpangkan tangan ke atas kepalanya, lalu memberkatinya, katanya, =Terberkatilah engkau diantara para perempuan.‘ Dua tahun setelah dia berhenti menyusu dari ibunya (disapih), mereka membawa dia ke Bait Suci YHWH, sebagaimana mereka telah berjanji kepada Adonai, dan menitipkannya kepada Imam Besar. Dia meletakkan tangannya di atas kepalanya, dan memberkati Miriam, serta berkata kepadanya (ibunya) bahwa dia sendiri harus menyerahkan kepada wanita tua yang ada di sana. Miriam dibesarkan dengan anak – anak perawan di Bait Suci YHWH, melayani ibadah Bait Suci dengan hati yang penuh sukacita dan kesalehan yang penuh semangat hingga dia berusia 12 tahun. Sebab dia adalah anak dara yang cantik dalam rupa wajahnya, imam-imam (kahenim) dan Imam Besar berunding dan berdoa di hadapan Alaha, agar Alaha mewahyukan kepada mereka apa yang mereka harus perbuat terhadapnya. Dan malaikat Alaha (Malakh YHWH) menampakkan diri kepada Imam Besar dan berkata kepadanya, ‘Kumpulkan tongkat-tongkat bersama-sama dari para duda yang sudah ditinggal mati oleh istri mereka pertama, dan dikenal baik karena kesalehan, kejujuran, dan keadilan, dan apa yang telah Alaha katakan kepadamu, perbuatlah.‘ Dan mereka membawa banyak tongkat-tongkat dan meletakkannya di dalam Bait Suci; mereka berdoa di hadapan Alaha siang dan malam. Imam kepala masuk ke dalam Bait Suci dan memberikan masing-masing tongkat itu kepada pemiliknya, saat Yosip mengambil tongkat miliknya dan sudah di tangannya, tiba-tiba keluarlah seekor burung merpati putih dari tongkat itu, terbang melayang-layang di atas  puncak dari tongkat itu, dan hinggap pada tongkat itu. Imam kepala datang mendekati Yosip dan mencium pada kepalanya dan berkata kepada dia, ‘Terberkatilah anak perempuan yang jatuh  pada undimu dari sang Adonai; bawalah dia untukmu hingga dia tiba masa usia pernikahan, dan (kemudian) buatlah pesta perkawinan dengan tata aturan yang berlaku dan adat istiadat masyarakat; karena hal itu pantas bagimu (untuk melakukan hal itu) lebih dari pada orang lain, KARENA ENGKAU ADALAH SAUDARA SEPUPU.‘ Yosip berkata kepada Imam Kepala, =Aku adalah seorang yang sudah tua dan laki-laki yang lemah (sakit-sakitan), dan perempuan ini tidak cocok bagi kondisi usiaku; ini adalah lebih baik memberikan dia kepada orang yang seusia dengan dirinya sendiri, sebab aku tidak bisa mengandalkan diriku sendiri untuk menjagai dan melindunginya.‘ Imam Kepala berkata kepadanya, ‘Patuhlah, agar supaya engkau tidak melanggar perintah Alaha, dan berdampak penghukuman atas dirimu.‘ Lalu Yosip membawa Miriam, dan pergi ke rumah kediamannya. Beberapa hari setelah imam–imam membagikan berbagai macam warna benang sutera [hal.78] untuk ditenun membuat tirai Ruang Maha Kudus; dan undi itu jatuh kepada Miriam untuk menenun warna ungu. Dan ketika dia berada di Bait Suci untuk berdoa, setelah meletakkan dupa kemenyan di hadapan Tuhan, tiba-tiba malaikat penghulu Gabriel menampakkan diri kepadanya dalam rupa pria setengah baya, dan bau semerbak harum keluar dari tubuh malaikat ini; dan Miriam terkejut melihat sosok malaikat itu.

Pasal XXXV

Pewartaan Malaikat Gabriel Kepada Miriam Akan Mengandung Tuhan kita

Pada Bulan ke – 9    (Ibrani, bulan  “Kislev”, ke-9 yakni NovemberDesember) hari pertama dari minggu, pada tanggal 25 bulan  – Adar, bulan ke-12: Pebruari-Maret (–meskipun beberapa orang mengatakan pada hari pertama bulan ke-1,  Nisan (Maret – April), yang mana adalah benar, — tahun 307 zaman Alexander anak Filipus, atau Nektanebus, Orang Makedonia, 6 bulan setelah Elisabet mengandung Yokhanan, malaikat penghulu Gabriel menampakkan diri kepada Miriam dan berkata kepadanya, ‘Salam damai sejahtera bagimu, Ya engkau yang penuh rahmat! Tuhan kita ada bersamamu, ya yang terberkati diantara para wanita!Seperti itulah diucapkan baginya, ketika dia melihat malaikat itu, dia terkejut tiada terucapkan kata-kata dan berpikir apa maksud tujuan salam ini. Malaikat berkata kepadanya, ‘Jangan takut Miriam, karena engkau layak mendapatkan anugerah Alaha. Dan ketahuilah, engkau akan mengandung dan melahirkan seorang Putra, dan engkau harus menyebut Dia Emmanuel, yang artinya, ―Alaha kita bersama dengan kita.‖ Anak ini akan menjadi besar dan akan disebut sang Anak Yang Maha Tinggi.’ Miriam berkata kepad malaikat, ‘Lihatlah, aku adalah hamba Tuhan; biarlah hal itu terjadi kepadaku sesuai akan perkataanmu.’ Dan malaikatpun pergi dari hadapannya. Pada masa itu Miriam bergegas, dan pergi kepada Elisabet saudara sepupunya, dan dia masuk ke dalam (rumah) dan memberikan ucapan Shalom kepada Elisabeth. Begitulah pada saat Elisabet mendengar ucapan shalom Miriam, Bayi yang ada dalam kandungannya melonjak, dan Yokhanan dalam kandungan Elisabet menundukkan kepala menyembah Tuhan kita dalam kandungan Miriam, seperti seorang hamba kepada tuannya. Miriam tetap tinggal dengan Elisabet sekitar 3 bulan, dan kemudian kembali ke rumahnya. Setelah berselang 6 bulan, Yosip melihat Miriam telah mengandung, dan dia kebingungan amat sangat dalam pikirannya, dan berkata, ‘Apa jawaban yang akan kuberikan kepada Imam Besar dalam rasa hormatku terhadap pemeriksaan yang menjatuhkanku ini? ‘Sebab dia dipercayakan menjaga kemurnian pasangannya (istrinya), dia kebingungan dan ragu, dan berkata kepada Miriam, ‘sejak kapankah engkau telah berbuat ini? Dan siapakah yang telah menodaimu, oh burung merpati yang sempurna? Bukankah engkau dibesarkan bersama dengan para perawan murni dan inang pengasuh yang terhormat di Bait Suci YHWH?‘ Miriam (dia) menangis, katanya, =Sebagaimana Tuhan Alaha hidup, aku tidak pernah mengenal laki-laki maupun punya hubungan dengan satu orangpun;‘ tetapi dia tidak membicarakan tentang malaikat, dan sebab kehamilannya. Kemudian Yosip bermeditasi dalam dirinya sendiri dan berkata, ‘Apa bila aku singkapkan hal ini di hadapan orang–orang, aku takut jikalau ini adalah berasal dari Alaha; dan jika aku menyimpan hal ini di belakang dan menyembunyikannya, aku takut dipersalahkan dan dihukum sesuai adat istiadat Torah.’ Karena orang-orang Yahudi tidak akan menyentuh istri mereka sampai mereka mengadakan jamuan pesta perkawinan di hadapan Imam Kepala, dan kemudian mereka membawa istri mereka secara sah. Dan Yosip berpikir bahwa dia akan menceraikannya secara diam–diam; dan ketika dia sedang merenungkan perkara ini dalam hatinya, malaikat Tuhan (Malak YHWH) menampakkan diri kepadanya dalam suatu mimpi, dan berkata, ‘Yosip, anak Daud, jangan takut mengambil Miriam menjadi istrimu; sebab Bayi yang dikandung dalam rahimnya adalah berasal dari Ruakh Ha‘Kodesh.‘ Malaikat itu berkata dengan tepat ketika dia mengatakan =dalam dia (Miriam),‘ dan bukan =dari dia (Miriam).‘ [‘in her,’and not ‘of her.’] Dan imam – imam (Kaheinim) mendengar kabar kehamilan Miriam, dan mereka membuat dakwaan terhadap Yosip, seolah–olah kebusukan telah ditemukan dalam dirinya. Yosip berkata, ‘Sebagaimana Tuhan hidup, aku tidak tahu sebab dari kehamilannya;’ dan demikian juga Miriam bersumpah akan perkara ini. Ada suatu adat kebiasaan diantara Orang Yahudi bahwa, jika ada salah satu dari mereka didakwa dengan suatu tuduhan, mereka membuat dia minum ‘air pengadilan;’ jika diaterbukti tidak bersalah, dia tidak akan sakit, tetapi jika dia kedapatan bersalah, perutnya akan gembung, dan tubuhnya bengkak–bengkak, dan tanda penghukuman nampak dalam dirinya. Mereka meminta Miriam dan Yosip minum air pengadilan [Baca Kitab Bilangan/ Bmidbar 5: 11-31], dan ternyata mereka tidak didapati mengalami kejadian apapun, Imam Kepala memerintahkan Yosip menjaga Miriam dengan sungguh–sungguh sampai mereka melihat akhir semua perkara ini.

Pasal XXXVI3.

Kelahiran Tuhan Kita Dalam Daging 

SATU TAHUN sebelum pewartaan Tuhan kita, kaisar Romawi mengutus gubernur Kirinus ke tanah Palestina 4, mendata setiap orang yang wajib pajak, orang Yahudi dijajah oleh kekaisaran Romawi; dan setiap orang harus mendaftarkan diri di kota kelahirannya. Yosip si tukang kayu juga pergi untuk mencatatkan diri ke kota kelahirannya; dan oleh alasan perhatian besarnya tercurah kepada sang terberkati (Miriam), dia membawa serta Miriam dengan duduk menaiki seekor keledai. Pada saat mereka sudah melewati sekitar 3 mil, Yosip melihat Miriam dan menyaksikan bahwa tangannya memegangi perutnya, dan wajahnya tampak menderita sakit; dan dia berpikir Miriam ketakutan terhadap binatang buas, dan menanyainya akan rasa sakit dan apa yang dideritanya. Miriam berkata kepadanya, ―Segeralah dan persiapkanlah tempat bagiku untuk singgah, karena sakitku ini adalah rasa sakit bersalin hendak melahirkan anak.’ Setelah itu dia menurunkan Miriam dari binatang itu, dia pergi menjemput dukun beranak, dan menemukan seorang wanita Ibrani yang bernama Salome. Para bidat mengatakan bahwa dia dipanggil dengan nama Hadyôk, tetapi mereka salah dari kebenaran. Saat Yosip datang ke gua itu, dia mendapati tempat itu penuh cahaya terang, dan seorang Anak dibungkus dalam kain bedung dan kain buruk, dan diletakkan dalam palungan. Dan di sana ada para gembala yang sedang menjagai hewan ternak mereka, lihatlah Malaikat Alaha datang menghampiri mereka, dan kemuliaan Tuhan bersinar atas mereka; mereka ketakutan teramat sangat. Malaikat itu berkata kepada mereka, ‘Jangan takut, sebab lihatlah, aku memberitahukan kepadamu sukacita besar yang akan disampaikan ke seluruh dunia; sebab di sana lahir bagimu hari ini seorang Penebus yang adalah Yeshua sang Tuhan, di kota Daud: dan ini akan menjadi tanda bagimu; kamu akan menemukan Bayi yang dibungkus dalam kain bedung buruk dan dibaringkan dalam palungan.‘ Tiba–tiba bersama dengan malaikat itu tampaklah banyak para penghuni sorga, memuji Alaha dan berkata, =Kemuliaan bagi Alaha di tempat maha tinggi, dan damai sejahtera di atas bumi dan ketenangan dan harapan baik bagi umat manusia.‘ Lalu para pengembala pergi dan memasuki gua, kemudian mereka melihat seperti yang malaikat telah sampaikan kepada mereka. Nama – nama para pengembala ini adalah: Asher, Zebulon, Yustus, Nikodemus, Yosip, Barshabba, dan Yose; ada 7 orang jumlah mereka.

Pasal XXXVII

Nubuatan ZÂRÂDÔSHT Mengenai Tuhan Kita 

ZÂRÂDÔSHT ini adalah Barukh seorang ahli Kitab (sofer). Ketika dia sedang duduk di pinggir air mancur yang disebut Glôshâ dari Hôrîn, di mana pemandian raja dibangun, dia berkata kepada murid–muridnya, raja Gûshnâsâph  dan Sâsân dan Mahîmad: ‘Dengarlah, anak-anakku yang terkasih, sebab aku akan menyingkapkan kepadamu rahasia mengenai Raja Besar yang akan dibangkitkan bagi dunia. Pada zaman akhir dan pada akhir dari persoalan, seorang Anak akan dikandung dalam Rahim seorang Perawan dan akan dijalin dari anggota tubuhnya, tanpa seorang laki–laki menyentuhnya. Anak ini akan seperti pohon dengan dedaunan rimbun yang indah dan dipenuhi dengan buah, tumbuh di tanah kering; dan para penduduk tempat itu akan berkumpul bersama untuk mencabut pohon itu dari bumi, tetapi tidak bisa dicabut. Kemudian, mereka akan menangkap Dia, dan menyalibkan Dia pada suatu pohon, langit dan bumi akan duduk meratap duka karena perkara ini; semua keluarga–keluarga dari bangsa–bangsa akan berduka karena Dia. Dia akan mulai turun ke dalam jurang kegelapan bumi yang dalam, dan dari jurang dalam itu Dia akan dimuliakan kepada tempat tinggi; kemudian Dia akan datang dengan bala tentara terang dan dilahirkan tinggi di atas awan–awan putih; sebab Dia adalah Anak yang dikandung oleh sang Sabda yang menetapkan kodrat–kodrat.’ Gûshnâsâph berkata kepadanya, ‘Kapankah ini terjadi, tentang siapakah yang engkau kaitkan segala perkara ini? KuasaNya? Apakah Dia itu lebih tinggi dari padamu?‖ atau apakah engkau lebih besar dari pada dia?‘ Zârâdôsht berkata kepadanya, ‘Dia akan lahir dari kaum keluargaku; ―Aku adalah Dia, dan Di adalah Aku; Dia ada didalam Aku, dan Aku ada didalam Dia. Pada awal dari kedatanganNya memunculkan, tanda–tanda kuasa akan terlihat di langit dan terangNya akan melampaui terangnya matahari. Tetapi engkau, anak–anak dari benih kehidupan, yang datang dari perbendaharaan hidup dan terang dan roh, dan sudah disemaikan di tanah api dan air, bagimu ini haruslah disimak dan perhatikanlah sungguh–sungguh perkara ini yang aku sudah katakan kepadamu, bahwa kamu menunggu kedatanganNya; karena engkau akan menjadi yang pertama menyambut kedatangan Raja Besar itu, di mana para tahanan menunggu untuk dibebaskan. Sekarang, anak–anakku, jagalah rahasia ini yang mana aku telah singkapkan kepadamu, dan biarlah itu tersimpan dalam rumah– rumah perbendaharaan jiwa–jiwamu. Dan ketika bintang itu terbit seperti yang aku telah ucapkan, biarlah duta–duta membawa upeti persembahan dikirimkan olehmu, dan biarlah mereka mempersembahkan sembah sujud penyembahan kepadaNya. Waspadalah, dan perhatikanlah sungguh–sungguh dan dan jangan meremehkan Dia, agar jangan Dia membinasakan kamu dengan pedang; karena Dia adalah Raja di atas segala raja, dan semua raja–raja menerima mahkota mereka dari Dia. ―Dia dan Aku adalah Satu.‖ ‘Ini adalah perkara yang diucapkan oleh Bala‘am kedua ini, dan Alaha, menurut kepada kebiasaanNya, mencemooh dia untuk menafsirkan hal–hal perkara ini; atau dia mengungkapkan dari seseorang yang diberitahukan tentang nubuatan–nubuatan mengenai Tuhan kita Yeshua Mshikha, dan menyatakan nubuatan–nubuatanitu sebelum terjadi.   

 

Pasal XXXVIII

Bintang Terbit di Timur Pada Hari Kelahiran Tuhan Kita

BEBERAPA SUMBER mengatakan bahwa bintang itu nampak kepada kaum Majus (Penyembah api) terus menerus sehubungan dengan kelahiran Tuhan kita. Sebagaimana Herodes memerintahkan semua anak-anak dari usia 2 tahun dan kebawah harus disembelih, ini bukan masalah jauhnya perjalanan yang mereka tempuh, tetapi dikarenakan mereka ada beberapa masalah yang menunda di negeri sendiri dan sepanjang perjalanan. Lagi pula, Herodes tidak memerintahkan langsung membunuhi anak-anak setelah bertemu orang–orang Majus dari Timur ini, tetapi ada selang waktu jedah, karena dia sedang menunggu kabar dari mereka ini. Yohanes Khrysostomos, dalam eksposisinya mengenai Kitab Mattai, mengatakan, Bintang itu sudah lama nampak sebelumnya, karena perjalanan mereka sudah diatur sedemikian rupa dengan adanya keterlambatan sampai akhirnya tepat tiba disaat kelahiran Tuhan kita. Tepatlah sesuai ramalan bahwa Dia harus disembah dalam balutan kain lampin di palungan, sehingga keajaiban besar menjadi diakui; oleh karena itu bintang muncul lama sebelumnya. Karena jika bintang itu muncul kepada mereka di Timur saat Dia lahir di Palestina, mereka tidak akan bisa melihat Dia terbungkus kain lampin di palungan. Tidak mengherankan jika Herodes menyembelih anak–anak dua tahun dan kebawah, sebab kemurkaan dan rasa ketakutan meyebabkan dia semakin menggila; itulah sebabnya dia menambahkan rentang waktu lebih dari pada yang dibutuhkan, agar tidak satu orangpun anak–anak itu bisa lolos.‘Sebagaimana penampakan bintang itu secara alamiah, apakah bintang itu dalam alamiahnya, atau hanya dalam penampilan saja seperti bintang (contoh, dalam Kitab Injil Aramaik Tibetan, ―Bintang Timur‖ itu adalah ―malaikat‖). Ini tepat mengetahui bahwa ini bukan bintang–bintang seperti pada umumnya ada, tetapi kuasa rahasia yang nampak seperti sebuah bintang;  karena semua bintang–bintang lainnya ada dicakrawala, dan matahari dan bulan, terserak  tata letak benda–benda angkasa raya dari timur hingga ke barat. Namun, bintang yang satu ini membuat posisinya dari utara ke selatan, sesuai letak bentangan tanah Palestina, di seberang menghadap Persia. Bintang ini tidak hanya dilihat oleh mereka pada malam hari, tetapi juga selama siang, dan tengah hari, juga bintang ini terlihat pada saat terik mata hari, sebab bintang itu bukan salah satu dari bintang–bintang.  Sekarang bulan dalam cahayanya lebih bersinar dari pada semua bintang–bintang, tetapi cahaya itu segera menghilang dan terangnya padam segera setelah cahaya kecil matahari muncul. Tapi bintang ini bercahaya terang sekali seperti kilatan cahaya matahari melalui intensitas cahayanya. Terkadang bintang itu muncul, dan kadangkala bintang itu tersembunyi seluruhnya. Bintang itu menuntun orang-orang Majus sejauh Palestina. Ketika mereka mendekati tiba ke Yerusalem, bintang itu tersembunyi; dan ketika mereka pulang undur diri dari hadapan Herodes, dan mulai meneruskan perjalanan sepanjang jalan itu, bintang itu mendadak muncul kembali dan sengaja mempertunjukkan dirinya sendiri. Ini bukanlah gerakan bintang–bintang biasa, tetapi suatu kuasa adikodrati akaliah (Injil Mattityahu Aramaik Tibetan menyebutkan: ―malaikat‖). Lagi pula, bintang itu tidak punya perputaran arah yang tetap, tetapi ketika orang–orang Majus melakukan perjalanan, maka bintang itu juga ikut bergerak maju sesuai langkah perjalanan mereka, dan ketika mereka ini berhenti, bintang itu juga berhenti; seperti tiang awan yang diam terpancang dan perjalanan lanjut saat bintang bergerak dan berhenti itulah saatnya seperti orang Israel berkemah. Bintang itu tidak selalu ada di ketinggian langit, tetapi terkadang bintang itu turun dan ada saatnya naik kembali lebih tinggi di langit; dan juga ―bintang‖ itu diam tak bergerak di atas kepada Anak Bayi, seperti para Penulis Injil ceritakan kepada kita.

Pasal XXXIX

Kedatangan Orang Majus dari Persia

KETIKA YESHUA LAHIR di Beith-Lekhem kota Yehuda, dan bintang itu tampak kepada orang Majus di Timur, dua belas raja–raja Persia membawa upeti persembahan; emas, minyak myrrh, dan kemenyan — dan datang menyembah Dia. Nama–nama mereka adalah: Zarwândâd anak dari Artabân dan Hôrmîzdâd anak dari Sîtârûk (Santarôk), Gûshnâsâph (Gushnasp) anak dari Gûndaphar, dan Arshakh anak dari Mîhârôk; empat orang ini membawa emas. Zarwândâd anak dari Warzwâd, Îryâhô anak dari Kesrô (Khosrau), Artahshisht anak dari Holîtî, Ashtôn`âbôdan anak dari Shîshrôn; empat orang ini membawa minyak wangi myrrh. Mêhârôk anak dari Hûhâm, Ahshîresh anak dari [hal.85] Hasbân, Sardâlâh anak dari Baladân, Merôdâkh anak dari Beldarân; empat orang ini membawa kemenyan.  Beberapa orang mengatakan bahwa persembahan yang dibawa orang–orang Majus dari Timur dipersembahkan kepada Tuhan kita yang terbaring di dalam Gua Peninggalan Adam; dan Adam memerintahkan Set mewariskannya dari keturunan kepada keturunan hingga Tuhan kita muncul, dan mereka orang Majus ini membawa persembahan dan menyerahkannya kepada Dia. Tetapi (cerita) ini tidak diterima Jemaat. Ketika orang–orang Majus datang ke Yerusalem, seluruh Kota dikagetkan mendengar kabar ini; dan raja Herodes mendengar kabar itu dan tersentak. Dia kumpulkan Tua–tua imam dan ahli Kitab Suci dari kaum Yahudi bersama, dan meminta keterangan di manakah tempat Mshikha akan dilahirkan; dan mereka berkata kepadaNya, di Beith-lekhem kota Yudah, sebab inilah yang dituliskan dalam nabi–nabi. Kemudian Herodes memanggil orang Majus itu dan menyanjung mereka dan Anak itu dengan sungguh–sungguh, dan jika mereka sudah menemukan Dia mereka diminta untuk memberitahukannya kepada Herodes agar dia bisa juga pergi dan menyembah Anak itu. Setelah orang Majus berpamitan meninggalkan Herodes untuk melanjutkan perjalanan menelusuri sepanjang jalan, tiba–tiba bintang itu tampak lagi, membimbing mereka hingga pada suatu tempat dan tepat berhenti di atas (tempat) di mana sang Anak itu berada. Dan ketika mereka memasuki gua itu, mereka melihat sang Anak bersama dengan Miriam IbundaNya, mereka langsung saja tersungkur bersujud dan menyembah Dia, kemudian mereka membuka harta perbendaharaannya dan mempersembahkannya kepada Dia, emas, minyak myrrh dan kemenyan. Emas bagi KemaharajaanNya, dan minyak myrrh bagi PenguburanNya, serta kemenyan bagi KeilahianNya. Setelah itu kemudian mereka mendapat wahyu dalam suatu mimpi agar mereka jangan kembali kepada Herodes, dan mereka pulang ke negerinya melalui jalan lain. Beberapa orang mengatakan orang–orang Majus mengambil potongan kain lampin bedung Tuhan kita untuk mereka sebagai benda kenangan terberkati Kemudian, Longinus si orang bijak menulis kepada Kaisar Augustus dan berkata kepadanya, ‘Orang–orang Majus, raja–raja dari Persia, telah datang dan masuk ke dalam wilayah kerajaan baginda, dan telah mempersembahkan upeti persembahan kepada seorang Anak yang lahir di Yudah; namun siapakah Dia, dan Anak siapakah Dia, tidak kami ketahui.‘ Kaisar Augustus membalas surat itu kepada Longinus, katanya, ‘Engkau sudah bertindak bijaksana memberitahukan hal ini kepada kami (perkara–perkara ini) dan kamu tidak menyembunyikan (semua peristiwa ini) dari kami.‘ Dia juga menulis surat kepada Herodes, dan meminta dia untuk mengijinkan dia mengetahui kisah Anak itu. Ketika Herodes mempertanyakan tentang sang Anak itu, dan menyadari telah dilecehkan oleh Orang–orang Majus, dia menjadi marah besar dan mengutus (prajurit) dan menyembelih semua anak–anak di Beith-lekhem dan sampai wilayah perbatasan, dari usia 2 tahun dan usia kebawah, sesuai waktu yang mana dia minta dari orang–orang Majus. Jumlah anak–anak yang disembelih adalah 2000 anak, tetapi yang lain berkata 1800 jiwa. Pada saat Yokhanan anak Zekhariah dicari–cari, ayahnya mengambil dia dan membawa dia di hadapan mezbah; dan dia menumpangkan tangan ke atasnya, dan melimpahkan padanya jabatan keimamatan, kemudian membawanya keluar serta menyembunyikannya di Padang Gurun. Ketika mereka tidak bisa menemukan Yokhanan anaknya, mereka menyembelih Zekhariah ayahnya diantara anak tangga dan mezbah. Mereka berkata bahwa dari hari itu saat Zekhariah dibunuh darahnya bergelembung-gelembung hingga Titus anak Vespasian datang dan menyembelih 300 ribu jiwa penduduk Yerusalem, dan kemudian aliran genangan darah berhenti. Ayah dari seorang anak bernama Nathaniel juga mengambil dia dan membungkusnya dan meletakkannya di bawah pohon – Ara; akhirnya dia selamat dari pembunuhan. Itulah sebabnya Tuhan kita berkata kepada Nathaniel, ‘Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku sudah melihat engkau, ketika engkau berada dibawah pohon

– Ara. [Baca, Injil Yokhanan 1: 48]

 

Pasal XL

Tuhan Kita Turun ke Mesir

KETIKA ORANG–ORANG MAJUS sudah kembali ke negeri mereka, Malaikat Tuhan (Malak YHWH) menampakkan diri kepada Yosip dalam suatu mimpi, dan berkata kepadanya, ‘Bangunlah, bawalah Anak itu [hal.87] dan ibuNya, dan pergilah ke Mesir; dan tinggallah di sana sampai Aku memberitahukannya kepadamu.’ Maka Yosiph bangun dan membawa sang Anak itu dan ibuNya pada malam hari, dan melarikan diri ke Mesir, dan tinggal di sana sampai Herodes mati. Ketika mereka sedang melakukan perjalanan sepanjang jalan menuju ke Mesir, dua perampok bertemu dengan mereka; salah satu bernama Titus, yang lainnya bernama Dûmâkhos (?). Dûmâkhos ingin mencelakai dan mengancam mereka dengan jahatnya, tetapi Titus mencegah dia dan membebaskan mereka dari tangan temannya. Ketika mereka tiba di pintu gerbang Kota yang dinamai Hermopolis, ada dua tembok gerbang kuningan berukiran gambar–gambar patung manusia yang dibuat oleh guru– guru dan para ahli filsafat; gambar-gambar ini berbicara seperti manusia. Ketika Tuhan kita dan IbuNya dan Yosip masuk ke Mesir, yakni Kota itu, dua gambar patung ini berseru dengan suara keras, berkata, ‘Seorang raja besar telah datang ke Mesir.’ Kabar ini sampai ke telinga raja Mesir mendengar hal ini, dia cemas dan merasa geram; karena dia takut kerajaannya akan diambil darinya. Dia menitahkan para pengawal untuk mengumumkan ke seluruh Kota, =Jika ada orang yang tahu (Siapa Dia), biarlah dia memberitahukan (Dia) kepada kami tanpa ditunda.‘ Mereka berusaha keras menyelidiki dan tidak menemukan Dia, raja memerintahkan semua penduduk kota itu pergi keluar kota itu dan kemudian masuk kembali satu demi satu. Ketika Tuhan kita melewati tempat di mana ada wujud patung manusia, lalu patung berhala itu berseru, ‘Inilah Raja itu.‘ Maka diketahuilah keberadaan Tuhan kita, Firaun datang menemuiNya untuk membunuh Tuhan. Saat itu Lazarus — dia ini yang Mshikha bangkitkan dari kematian – kebetulan ada di sana, dan dia salah satu pegawai raja yang dihargai oleh penguasa Mesir. Dia cepat menghampiri Yosip dan bertanya kepada mereka. ‘Dari manakah kalian berasal?‘ Mereka berkata kepadanya, ‘Dari negeri Palestina.’ Saat dia dengar dari negeri Palestina, dia langsung jatuh kasihan pada mereka, kemudian dia datang menghadap raja dan bermohon dan mempertaruhkan dirinya sendiri demi sang Anak itu. Dia berkata kepada raja, =Ya baginda raja, panjanglah umur paduka! Apa bila paduka menemukan niat jahat dalam diri Anak ini, ketahuilah, jiwa hamba menjadi taruhannya di depan tuanku raja, lakukanlah apa saja menurut kehendak tuanku.‘ Inilah (penyebab) hubungan kasih antara Lazarus dan Mshikha [Injil Yokhanan 11:1-44]. Suatu hari ketika Miriam sedang mencuci kain lampin bedung Tuhan kita [hal.88], dia menyiramkan air cucian lampin itu di suatu tempat dan di sana tumbuhlah pohon apûrsam (biasa disebut =balsam‘), suatu jenis pohon yang tidak ditemukan di manapun kecuali tumbuh di daerah ini di Mesir. Minyak dari pohon ini memiliki aneka macam khasiat; jika orang mencelupkan besi ke dalam minyak pohon ini lalu dipanaskan dekat perapian, besi itu berkilau seperti diolesi lilin; jika dipercikkan ke atas air, minyak itu akan tenggelam ke dalam air; dan jika diteteskan minyak itu ke atas tangan manusia yang luka menganga akan tembus sampai ke sisi lainnya. Tuhan kita tetap tinggal selama 2 tahun di Mesir, hingga Herodes mati oleh kematian perbuatan jahatnya. Herodes ini mati dengan cara seperti ini: Pertama sekali dia membunuh istrinya dan anak perempuannya, dan dia membunuhi satu laki-laki dari setiap keluarga, katanya, =Pada waktu ajalku tiba harus ada isak tangis, duka dan ratapan di seluruh kota.‘ Perut dan kakinya bengkak dengan rasa nyeri yang hebat, dan sesuatu bergerak–gerak di seluruh tubuhnya, dan tubuh itu makan oleh ulat–ulat. Dia punya 9 istri dan 13 anak. Lalu dia memerintahkan saudara perempuannya Salome dan suaminya, katanya, ‘aku tahu bahwa Orang–orang Yahudi akan mengadakan pesta besar pada hari kematianku; ketika mereka berkumpul bersama dengan para pelayat dan peratap, bunuhlah mereka, dan jangan biarkan mereka hidup setelah kematianku.‘ Ada sebilah pisau di tangannya, dan dia makan sebuah apel; dan oleh karena rasa sakitnya yang tidak tertahankan itu, dia mengiris dan memotong tenggorokannya, dan merobek perutnya dengan tangannya sendiri; dan isi perutnya terburai keluar, dan tewas dan masuk neraka siksaan kekal. Setelah kematian Herodes yang membunuhi anak–anak, putra Herodes yang bernama Arkhelaus bertahta menggantikannya, dia inilah yang memenggal kepala Yokhanan ha‘Mikveh. Malaikat Tuhan (Malak YHWH) menampakkan diri kepada Yosip di Mesir dan berkata kepadanya, ‘Bergegaslah, bawalah Anak itu dan ibuNya, pergilah ke negeri Israel, sebab mereka yang menginginkan nyawa Anak ini telah mati.‘ Maka Yosip membawa Anak itu dan ibuNya, dan datang ke Galilea; dan mereka tinggal di daerah pemukiman yang bernama Nasrath, sehingga genaplah apa yang telah dinubuatkan, =Dia akan dipanggil seorang Nasrani.’ Selama 10 tahun pemerintahan Arkhelaus kerajaan Orang–orang Yahudi dibagi dalam 4 bagian. Dikuasai Filipus (diserahkan) dua bagian, Ituraea dan Trakhonitis; kepada Lysanias satu bagian, yakni wilayah Abilene; dan kepada [hal.89] Herodes muda (junior) bagian ke 4. Herodes muda ini mencintai Herodias, istrinya Filipus saudaranya sendiri. [Herodes Muda inilah yang ditegur oleh Yokhanan ha‘Mikveh sehingga marah dan memenggal kepalanya!]

BANNER FREE MEMBER