Teori Bumi Datar Ternyata Benar…

/, Seputar Indonesia/Teori Bumi Datar Ternyata Benar…

header niko 728 x 90

Awal Konspirasi Dimulai sebenarnya

Seorang penulis Inggris keturunan USA bernama Samuel Rowbotham (1816–1884), memulai semua teori ini. Dia mendapatkan masukan dari Bedford Level experiment yang sempat dia baca sewaktu mengambil kuliah di California jurusan Astronomi. Dia menuliskan banyak famlet, dimulai dari hanya 5 halaman lalu berkembang mejadi 15 dan tidak dia pikirkan sebelumnya ternyata di London, dia mendapati banyak orang yang sangat tertarik akan uraiannya tersebut. Dibantu oleh seorang wanita cantik keturunan Yahudi Armenia, Suzan Scholfield, dia membuat jurnal setebal 430 halaman. Jurnal tersebut dibukukan, sebuah percetakan besar London, London Printz meminta jurnalnya untuk dicetak lalu Samuel mengiyakan. Dalam waktu sebulan dia diberitahu bahwa bukunya yang berjulu Flar Earth Teori Conspirasy tersebut ludes. Pasar bergairah untuk melihat edisi cetak berikutnya. Pemilik London Printz saat itu yang masih keluarga Suzan juga harus menghentikan terbitnya buku lain demi mencetak edisi kedua ini. Percetakan ini mencetak seribu exemplar dan membuat rekening bank Samuel cukup besar menampung royaltynya. Peminat buku ini bukan hanya mereka yg menekuni astronomi, namun juga mereka para Aliens Freak atau komunitas yang meyakini adanya perjalanan Alien di bumi. Sebagian besar, pasar buku ini mengarah kepada para mahasiswa.

Yang banyak tidak diketahui orang, adalah di dalam 430 halaman buku Samuel Rowbotham, tersurat suatu wawancara dengan seorang mantan staff Nasa yang tidak ingin namanya disebutkan dan sampai sekarang menjadi suatu misteri. Banyak orang menyangka bahwa dia adalah Samuel Shenton penerus Flat Earth Society yang didirikan Rowbotham di kahir hidupnya. Janda Suzan yang kaya raya kemudian menikahi adik Shenton, Mario Shenton, dibantu para astronomer muda dan pangeran-pangeran Inggris sehingga mereka menjadi kelompok solid baik itu dari sisi pengetahuan dan finansial. Nasa sama sekali tidak berkutik saat semua kegombalannya diuraikan di dalam buku tersebut. Namun karena ini menyangkut nama baik USA yang sedang berperang dingin dengan Rusia maka banyak yang mensinyalir bahwa ada pengerahan petugas FBI untuk mengawasi dan membendung meluasnya buku Samuel ini.

Konspirasi Terungkap

Penjelasan di atas hanya lucu-lucuan sebenarnya, mohon maaf. Kendati saya adalah seorang Imam bergelar Sarjana, namun antariksa bukanlah kompetensi yang saya miliki, saya Sarjana Tehnik Elektro. Saya pikir juga bukan kompetensi Rohaniawan yang mencoba mempopulerkan Teori Bumi Datar ini di Indonesia. Beliau bukan saintis, seorang Rohaniawan Kristen di Gereja Modern yang baru muncul di abad 21. Penjelasannya bukanlah tentang Sains, beliau hanya menambah video dari video flat earth society yang sudah lama beredar di youtube. Beliau menambahkan dengan rekaman penjelasan singkat ayat-ayat kitab Suci yang sebenarnya juga hanya tafsiran asal saja.

Video dibalas dengan Video saja, silahkan perhatikan 2 Video ini. Saya pikir cukup untuk mematahkan semua teori konspirasi Flat Eart Society yang menelurkan banyak video yang terlalu teoritis dan bisa membuat bias dari topik awal, Bumi itu Datar atau Bulat. Video pertama berupa penjelasan mengenai gedung-gedung bertingkat tinggi di seberang lautan yang hanya terlihat ujung-ujungnya saja. Lalu silahkan simak video kedua yang menjelaskan banyak bukti sains dan juga penjelasan dari para astronomer (para pakarnya) dan pihak-pihak terkait lainnya.

Teori Bumi Datar memang ternyata benar….benar-benar salah. Sekali lagi, penjelasan di atas sebenarnya hanya lucu-lucuan supaya kita tidak terlalu setres. Hidup sudah membuat stres apalagi ditambah dengan teori konspirasi yang menyudutkan organisasi tidak jelas bernama Fremason dan NASA yang terlalu besar untuk menanggapi kelompok kecil flat earth society ini.  Manusia memang bisa dengan mudah terangsang dengan mendengar hal-hal baru dan menarik. Dan ketika kemunitas Bumi Datar ini booming di internet, tanpa meminta pendapat saintis yang kompeten malah mengaminkannya.

Tugas Rohaniawan Pemimpin Jemaat Sebenarnya

Sebenarnya apa yang harus dilakukan para Pemimpin Gereja abad 21 ini untuk jemaat yang dipimpinnya sekarang ini?  Izinkan saya uraikan dengan singkat seperti di bawah ini:

  1. Mengetahui dengan pasti seperti apa ajaran Jemaat Awal, abad 1 harus dijadikan pedoman paling tidak abad 1 sampai 3 karena di saat itulah banyak ajaran baru dibakukan. Ajaran Yeshua dimulai di abad 1, bukan mulai di abad modern. Ajaran Modern yang berbeda dengan ajaran awal itu artinya telah mengalami pembiasan. Ketahuilah, kepemimpinan awal, semua jemaat dipimpin oleh Uskup. Jadi bagaimana caranya menjadi Uskup, itulah yang harus diketahui. Apa yang bisa membuat seseorang diangkat menjadi Uskup itu yang harus dimengerti jika terdorong untuk menggembalakan.
  2. Mengikuti ajaran awal sebelum mengajarkannya kepada orang lain. Setelah mengetahui, maka gunakanlah free will untuk mengikutinya, jangan menentangnya. Pemimpin harus melakukannya terlebih dahulu sehingga bisa memberi contoh. Lead by example, ya pimpinlah dengan memberi contoh, jangan hanya sekedar berteori di atas mimbar. Jadi, kalau di abad 1 semua jemaat dipimpin Uskup, jadilah Uskup, ikutilah aturan bagaimana menjadi Uskup dan hidup sesuai aturan tersebut. Tinggalkanlah dengan berani kepemimpinan Gereja Modern, tinggalkanlah kependetaan yang bertentangan dengan kepemimpinan awal. Di abad 1, tidak ada Pendeta.
  3. Setelah mengetahui dan mengikuti, maka hal terakhir yang harus dilakukan adalah mengajarkannya. Mengajarkannya kepada jemaat, membuat jemaat memahami ajaran awal dan mendorong jemaat untuk melestarikan ajaran kuno Jemaat Perdana bukan malah menggantinya dengan ajaran modern yang bertentangan.  Pahami bahwa ini tidak mudah, jika mereka tidak mau dipimpin oleh Uskup, mereka bisa meninggalkan gereja dan mencari Gereja Modern lain. Jangan takut ditinggalkan jemaat, jangan pernah takut masalah uang, Tuhan yang akan pelihara semua hamba-hamba-Nya.

Pada point #1, Di abad 1, Gereja Rasuliah tidak pernah mengajarkan Bumi itu bulat atau datar. Ini bukan wilayah kompetensi yang harus dimiliki oleh para Uskup atau Imam. Bumi itu datar atau bulat adalah kompetensi seorang ilmuwan (saintis). Biarlah mereka yang menentukan, apapun hasilnya, itu tidak akan mempengaruhi ajaran Nasrani. Mengapa? Karena pada intinya, ajaran Nasrani fokus pada karakter atau moralitas. Para Rohaniawan memberi contoh dan mendorong jemaat untuk memiliki Moralitas yang tinggi, berbuat baik dengan mengasihi sesama bahkan musuh-musuhnya. Menjadikan Bumi ini menjadi tempat yang lebih baik, paling tidak memberi pemahaman bahwa masih ada tempat yang nyaman di Bumi yang sudah sumpek dengan polusi dan kabar perang ini, tempat itu bernama ‘Gereja’. Gereja tidak fokus pada Ilmu pengetahuan kendati memang menyinggungnya di sana sini pada saat membaca ayat-ayat kitab suci.

Kitab Suci bukanlah Buku Pengetahuan

Bentuk Bumi itu tidak pernah dijelaskan dengan sangat-sangat jelas di Kitab Suci atau sampai ada materi khusus yang membahasnya. Kitab Suci bukanlah buku pengetahuan! Bukan buku Geografi atau Astronomi yang membahas Bumi itu bulat atau datar. Jadi pada saat para Rohaniawan mencoba mengambil kesimpulan tentang Sains dari Kitab Suci maka itu adalah suatu langkah yang salah. Para Rabbi Yahudi yang meneliti kitab Tanakh memang ada yang menyimpulkan Bumi itu datar, tapi itu hanya sedikit jumlahnya dan sebenarnya Para Rabbi tidak merasa penting untuk mengajarkan apa itu bulat atau datar sebenarnya. Apalagi Para Imam-Uskup di Gereja Rasuliah. Dalam seminari, kami tidak diajarkan hal-hal ini, kecuali kalau Rohaniawan tersebut memang menekuni Astranomi di Universitas sekuler, itu bisa saja menjadi kompetensi mereka. Para penulis kitab suci adalah manusia yang menuliskan apa yang dia lihat saat itu (bisa ribuan tahun lalu) di mana dunia sains belum berkembang, sehingga bisa saja apa yang dia anggap benar saat itu, ternyata salah dari sisi sains pada masa modern ini. Termasuk pemahaman bahwa Bumi itu datar. Makanya jangan jadikan Kitab Suci sbg buku pengetahuan. Perhatikan bahwa ayat-ayat di dalam Tanakh yang menyiratkan bumi itu datar, itu adalah pendapat dari si penulis saat itu. Kitab Suci Yahudi dan Kristen bisa salah akibat manusia si penulisnya juga adalah orang biasa. Kalau ada gereja yang mengajarkan Kitab Suci itu tidak bisa salah, maka bertobatlah gereja itu. Hanya Tuhan yang tidak bisa salah. Oleh karena bisa salah maka Pilar Iman Yahudi dan Nasrani bukan hanya terletak pada Kitab Suci saja. Pahami ajaran dasar Nasrani ini.

Dalam ajaran Nasrani, kami berpegang pada 3 Pilar Iman, yaitu Kitab suci, Tradisi Suci, dan Pewahyuan Suci. Jika bentuk Bumi itu tidak jelas-jelas ada di Kitab suci, atau membingungkan, maka kita bisa mencarinya di Tradisi Suci, dan jika tetap tidak ada, maka kita bisa lihat Pewahyuan Suci yang diterima oleh para Nabi. Apakah Tuhan pernah menyingkapkannya, jika tidak maka memang itu tidak perlu diada-adakan. Jika tidak ada penjelasan yang sangat jelas maka janganlah menyimpulkannya. Dan dalam hal ini, kita serahkan fakta kebenarannya di luar 3 Pilar Iman ini, kita bisa bertanya kepada para pakar astronomi. Kalau tidak percaya para astronomi dari USA, mintalah pendapat dari Astronomer negara lain. Kalau bukan saintis, bertanyalah kepada mereka yang memang menjadi pelaku atau berkenaan langsung dengan hal ini, contohnya para pelaut, para pilot, atau pengguna piranti tehnologi tinggi yang bisa mencoba menguak misteri ini. Bertanyalah tentang sains kepada mereka bukan kepada Rohaniawan Gereja. Kalau ingin tahu ajaran Theologia barulah bertanya kepada para Rohaniawan. Jangan salah alamat. Saya sempat bertanya kepada seorang pelayar yang sempat mengeliling Bumi sekali, dia bilang tidak ada seorang pun pelaut yang mengaminkan pendapat Bumi Datar.

Jemaat Nasrani di Indonesia

Saudara-saudaraku, jangan bimbang atas banyaknya pengajaran-pengajaran baru. Memang sudah dinubuatkan para Guru Palsu yang membawa-bawa nama Tuhan. Teruslah berpegang pada ajaran kuno yang diwariskan secara turun-temurun. Inilah warisan kita yang harus terus kita pegang dengan erat. Pengajaran Jemaat Perdana hanya diwariskan kepada para Uskup bukan yang lain. Selain itu, dalamilah bidang masing-masing. Gunakan sains untuk kemajuan manusia bukan untuk membuat kebingungan dengan menuding-nuding pihak dengan alasan yang tidak jelas. Gunakanlah sains untuk kebaikan. Sains dan torah tidak pernah bertentangan.

Foto Bumi dari Badan Meteorologi-nya Jepang

Saya harus berterima kasih atas rohaniawan Kristen yang dengan berani menyatakan Bumi kita datar. Karena berkat video tayangannya, saya bisa belajar beberapa hal tentang Ilmu pengetahuan khususnya Antariksa. Saya harus mengakui bahwa saya awam dalam hal ini, jadi kalau ada yang memberikan masukan ya saya persilahkan saja. Saya mencoba untuk menghindari semua materi yang berkenaan dengan NASA dari USA. Jadi saya cari ‘NASA’-nya negara yang maju dalam dunia antariksa. Tadinya saya pikir India atau China atau Rusia, namun yang saya dapati adalah Jepang. Kalau dari ‘NASA’-nya Bangladesh tentu saja itu bisa diragukan lagi, namun kalau Jepang, siapa yang berani menyatakan bahwa mereka ini juga berbohong? Siapa yang berani mengatakan bahwa orang Jepang yang melek tehnologi mau dibohongi? Jadi, saya ambil Japan Meteorologi Agency (JAA) atau semacam Badan Metereologi-nya Jepanglah mirip-mirip dengan NASA. Namun perlu dipahami bahwa JAA berdiri bukan demi gengsi negara, bukan demi mencari uang!

FOTO BUMI dari Badan Meteorologi-nya Jepang

FOTO BUMI dari Badan Meteorologi-nya Jepang

Di atas (dan bawah) adalah tampilan website JAA, di mana setiap orang bisa melihat foto Bola Bumi per kapan mau dilihat. Kalau mau lihat foto Bumi seminggu yg lalu, kemarin, tadi pagi, atau sejam yang lalu juga bisa. Lalu diputar ulang setting dengan durasi per 1 jam. Semua bisa melihat tampilan foto-fotonya yang berganti-ganti. Ganti-ganti maksudnya adalah ya tetap saja Bulat namun kita bisa melihat awan-awan bergerak ke sana kemari. Gambar satelit Jepang ini juga tidak hanya 1 macam, ada 3 pilihan foto Bumi, yaitu Infrared, Visible (color) seperti pada gambar ini dan juga Water vapor.

Perhatikan bahwa tujuan adanya JAA ini adalah demi kebaikan manusia. Sains yang maju ini digunakan supaya manusia terutama di Jepang bisa memantau keadaan cuacanya. Jika cuaca mencapai suatu titik yang mencapai titik tidak normal maka system ini akan mengirim sinyal ke pihak-pihak terkait supaya bisa memberikan pengumuman berbahaya. Tsunami atau Badai bisa dideteksi berkat adanya JAA dan pada akhirnya, banyak manusia bisa diselamatkan. Teman saya pernah bilang bahwa Badai yang sering datang dari Filipina bisa berjalan sampai ke Jepang. Ini biasa terjadi dan memang harus ada system pendeteksi yang akurat.

Website Badan Meteorologi Jepang

Website Badan Meteorologi Jepang

 

Jadi, mau percaya Flat Earth Society (dibantu Rohaniawan Kristen Mesianik) yang menuding-nuding Fremason dan NASA sekaligus membuat kebingungan? atau mau percaya pada Badan Meteoroli Jepang yang bermaksud baik kepada jutaan manusia dari bahaya? Terserahlah..

BANNER FREE MEMBER

By | 2018-02-08T08:42:02+00:00 July 15th, 2016|Kristen, Seputar Indonesia|0 Comments