SUNAT dalam kajian Islam-Nasrani-Judaism

/, Judaism (Agama Yahudi)/SUNAT dalam kajian Islam-Nasrani-Judaism

Muslim tanya ke saya:
Kalau Yeshua itu disunat, kenapa banyak Kristen tidak disunat?

Jawaban saya:
Yeshua tidak menikah, saya menikah.
Yeshua berhenti kerja di usia 30 th, saya masih kerja.
Yeshua tidak menulis buku, saya menulis buku.
Yeshua jalan-jalan, saya naik mobil dan pesawat.
Yeshua berbaju yahudi, saya pakai pakaian biasa,
Yeshua berbahasa Aramaik, saya bhs Indonesia.

Ada banyak TINDAKAN YESHUA YG KAMI TIDAK LAKUKAN. Kami melakukan PERINTAH/PENGAJARAN-NYA bukan mencontoh tindakannya. Di sini ada perbedaan antara Muhammad saw dan Yeshua. Pengikut Muhammad saw mencontoh apapun yang dilakukan oleh nabi mereka, itu terserah saja. Silahkan. Tolong perhatikan bahwa kami berbeda.

Khusus untuk SUNAT.
SUNAT (Brit Milah) adalah PINTU MASUK KE PERJANJIAN sejak zaman Avraham termasuk Perjanjian Sinai. Dalam Perjanjian Sinai (PL), sunat ada Ritualnya yg melibatkan Mohel, Kakek, orang tua si bayi, liturgy, dan juga Kursi Kosong Eliyahu. Sunat dengan mantri atau dokter itu tidak termasuk Brit Milah. Sunat juga hanya berlaku bagi pria atau bayi laki-laki. Sunat pada wanita yg diterapkan pada muslimah itu bukan Brit Milah. Judaism dan Nasrani menolak jenis sunat pada wanita, bahkan dunia kedokteran modern juga menolaknya.

Yeshua disunat karena Dia masuk ke dalam PL saat masih bayi. Namun saat Dia mulai mengajar, itulah PERJANJIAN BARU. Era PB berpuncak pada PENYALIBAN sehingga Darah-Nya tercurah untuk penghapusan dosa-dosa manusia yg menerima-Nya. Dengan adanya Kurban Yeshua, maka manusia tidak perlu lagi pergi ke Bait Suci Yerusalem untuk berkurban hewan. Dialah Sang Anak Domba Alaha yg murni dan tidak bercacat cela. Kembali ke sunat, di abad 1 para pengikut Mesias Yeshua berdarah Yahudi terbagi menjadi 2, Nazarene dan Ebionit yg keduanya berasal dari Sekte Yahudi Esenni Qumran. Kaum Ebionit dan para pengikut Farisi (Perushim) yg masuk menjadi pengikut Yeshua itulah yg mengajarkan pengikut Yeshua non Yahudi juga harus disunat. Hal ini ditentangoleh Paulus dan lainnya, kondisi pertentangan ini memuncak sehingga semua Uskup (Rasul) dan pengikut Mesias lainnya berkumpul mengadakan MUKTAMAR di Yerusalem. Uskup Yerusalem saat itu, 50 M adalah Uskup Yakobus (Mar Yakub HaTZadiq, saudara tiri Yeshua). Mar Yakub dan Mar Kefa (Petrus) memimpin muktamar dan hasilnya adalah pengikut Yeshua non Yahudi tidak perlu lagi disunat dan tidak perlu lagi melakukan Torah Sinai (Hukum Taurat). Para Rasul kemudian membakukan pengajaran Maran Eashoa kedalam suatu buku tersendiri yg diberi nama SEFER LIMUDAH (Didache).

Di dalam Didache dan pengajaran lisan para rasul diajarkan bahwa PINTU MASUK KE DALAM PB ADALAH BAPTISAN (Ibr: Mikveh). Baptisan dilakukan oleh Imam-Uskup karena mereka yang berhak untuk memateraikan seseorang. Proses pemateraian ini dan Baptisan Air adalah satu paket bagaimana seseorang dientenkan (dicangkokkan) ke dalam Sang Tunas Yeshua. Pemateriaan ini adalah ritual peminyakan atau yg disebut sbg Baptisan Roh Kudus.Saat seseorang dimateraikan atau diolesi minyak di dahi mereka, itu adalah ritual PENGURAPAN. Karena mereka sudah DIURAPI maka mereka BERHAK DISEBUT SBG MSHIKAYE atau PENGIKUT YG DIURAPI (Kristen). Peminyakan atau KRISMA dari kata MSHIKHA yg artinya YG DIURAPI.

Nah…paska abad 1, semua pengikut Yeshua tidak ada lagi yg mempertentangkan masalah sunat. Semua sudah paham maksud sunat-menyunat ini. Pengikut Yeshua tidak lagi melakukan HUKUM TAURAT, jika ada pengikut Yeshua yg disunat, itu bukan karena bertujuan untuk masuk ke dalam Perjanjian Baru, itu hanya untuk kesehatan saja. Dan itu tentu saja diperbolehkan.

Kalau ada komunitas Mesianik di abad 21 ini yang banyak mengajarkan jemaat mereka harus disunat dan melakukan Hukum Taurat, ya biarkan saja. Mereka bukanlah Mshikaye. Mereka tidak dipimpin oleh para Uskup shg tidak paham tradisi Sunat dan Baptisan di abad 1.

header niko 728 x 90

By | 2016-07-04T09:02:14+00:00 July 4th, 2016|Islam, Judaism (Agama Yahudi)|0 Comments