TAHBISAN Katolik Roma (Tahbisan Reuni Kerjasama)

///TAHBISAN Katolik Roma (Tahbisan Reuni Kerjasama)
TAHBISAN Katolik Roma (Tahbisan Reuni Kerjasama) 2016-04-15T00:14:39+00:00

Perselisihan atas keabsahan tahbisan Anglikan menghasilkan keinginan diantara beberapa rohaniawan dalam Gereja Inggris untuk tahbisan dimana Gereja Roma mempertanyakan dan untuk mengakui sebagai yang sah. Keinginan ini menggiring kepada usaha diam – diam untuk mengamankan tahbisan yang tak bisa digugat kesahihannya bagi rohaniawan Inggris. Dua imam dari Gereja Inggris dan satu orang Inggris dari Kepatriakan Syria mentahbiskan secara rahasia, agaknya untuk memproteksi si pentahbis. Mereka adalah Frederick George Lee dan Thomas Wimberley Mossman, keduanya imam Gereja Anglikan, dan John Thomas Seccombe, yang telah ditahbiskan oleh Raimond Ferrette, Mar Julius yang mendapat tahbisan langsung dari Patriak Mar Ignatius Peter, Patriak Ortodoks Syria-Antiokhia, pada 2 Juni 1866. Segera, ketiga orang ini dilaporkan mentahbiskan ulang sejumlah imam – imam Anglikan. Mereka menyebut usaha mereka “the Order of Corporate Reunion” (Tahbisan Penyatuan Kerjasama). Namun, disebabkan usaha ini tidak mencantumkan keputusan resmi Gereja Inggris (the Church of England), dan sesudah itu dipandang memanipulasi Gereja Roma dalam pemberian pengakuan tahbisan Anglikan, gerakan gagal. Tahbisan diberikan, namun, diakui sebagai tahbisan sah: (*)

  1. Ugo Pietro Spinola, Uskup dari Gereja Roma Katolik, 6 Juni 1847, mentahbiskan:
  1. Luigi Nazari, sesudah itu Uskup Agung dari Milano, yang pada musim panas 1877 mentahbiskan:
  1. Frederick George Lee, Thomas Wimberley Mossman dan John Thomas Seccombe, untuk Tahbisan Reuni Kerjasama; yang, dengan Richard Williams Morgan, pada 6 Maret 1879, mentahbiskan:
  1. Charles Isaac Stevens, Mar Theophilus I, Patriak Inggris Kedua dari Kepatriakan Antiokia, pada 4 Mei 1890, mentahbiskan:
  1. Leon Chechemian, Mar Leon, pada 2 Nopember 1897, mentahbiskan:
  1. Andrew Charles Albert McLaglan, Mar Andries, pada 4 Juni 1922, mentahbiskan:
  1. Herbert James Monzani Heard, Mar Jacobus, pada 13 Juni 1943, mentahbiskan:
  1. William Bernard Crow, Mar Basilius Abdullah III, yang pada 10 April 1944, mentahbiskan:
  1. Hugh George de Willmott Newman, Mar Georgius I, pada 25 Agustus 1944 mentahbiskan:
  1. John Sebastian Marlow Ward, di Gereja Biara Mshikha Raja di Barnet. Pada 6 Juni 1946 Uskup Agung Ward mentahbiskan:
  1. Colin Mackenzie Chamberlain di Gereja Biara Mshikha sang Raja, Park Road, New Barnet, Herts., pada 6 Juni 1946 Uskupu Agung Ward dibantu oleh Mar Gregorius, Katolikos dari Barat, dan lima uskup – uskup lainnya. Seiring wafatnya Uskup Agung Ward pada 2 Juli 1949, Uskup Chamberlain dipilih sebagai pelanjutnya. Uskup Agung Chamberlain mentahbiskan:
  1. Peter Gilbert Strong di Kapel Biara dekat Limassol, Cyprus, pada 19 Maret 1951, dibantu oleh Uskup Martin Andrews dari Bournemouth. Pada tahun 1965 Uskup Strong dipilih sebagai Uskup Agung dalam suksesi untuk Uskup Agung Chamberlain. Uskup Agung Strong mentahbiskan:
  1. John Reginald Cuffe di Gereja St. Cecelia, D’Aguilar Highway, Moodlu, Queensland, Australia pada 22 Nopember 1989. Uskup Agung Strong dibantu oleh Uskup Maurice Cuffe dari Wamuran. Pada tanggal 6 Desember 2014 di Moodlu, Queensland, Australia, Primat Metropolitan Uskup Agung John R Cuffe bersama dengan Uskup Brian Baden dan Uskup John Guy menahbiskan:
  1. Nicholas H. Toruan sebagai Uskup untuk Gereja Nasrani Indonesia.

 

Catatan: (*) Jika proses tahbisan ulang (Sub-Conditione) ini diumumkan resmi oleh Uskup Agung Canterbury Gereja Anglikan secara resmi ini akan berdampak luas seluruh dunia bergolak mosi tak percaya kepada Gereja Anglikan yang selama ini sudah berjalan ratusan tahun sejak pisah dengan Gereja Roma Katolik, Dewan Kementerian Kerajaan Inggris dan Raja dan Para Bangsawan semua akan bersidang raya untuk mengadakan keputusan tahbisan imam Gereja Inggris dan ini bisa menimbulkan efek yang tak diinginkan secara politis, perang saudara, dan pertikaian serta ekses lainnya yang tak bisa diprediksi. Itulah sebabnya, tahbisan ini diadakan secara diam-diam tetapi terus merangkak masuk kedalam Tubuh Gereja Anglikan sehingga tidak ada ekses penunggangan politis.