TAHBISAN RASULIAH (Semikha HaSlykanuth)

//TAHBISAN RASULIAH (Semikha HaSlykanuth)
TAHBISAN RASULIAH (Semikha HaSlykanuth) 2016-04-14T17:06:49+00:00

Kami memiliki multi jalur mata rantai Tahbisan Rasuli atau Jalur Suksesi. Tahbisan-tahbisan ini memadukan Tradisi Timur dan Barat sehingga sangat kaya dalam Tradisi-tradisi: Garis silsilah Tradisi Timur terutama berasal dari garis Suksesi Rasuliah Gereja Oriental seperti Gereja Syria Ortodoks-Antiokia (Jakobit) dan Gereja Assyria Timur (sering disebut ‘Nestorian’). Lainnya Gereja-gereja Uniat Katolik seperti Armenia, Kaldea. Gereja Katolik Roma dari jalur Gereja Katolik Lama (Utrecht), dan Anglikan.

Tabel suksesi Kepatriakan Antiokia menunjukkan pengembangan Baratnya. Kepatriakan ini tidak pernah berhenti memilih dan mengkonsekrasi Patriaknya sendiri dan mempertahankan Suksesi Rasuli tak putus. Keuskupan ini adalah Gereja non-Yahudi pertama didirikan oleh Shliakh Mar Shimon Kefa (Petrus) tahun 35 Masehi menurut catatan Sejarah Anglo-Saxon, dan pada keuskupan inilah para pengikut Yeshua Mshikha pertama kali disebut “Mshikhanim” (dalam bahasa Ibrani-Aramaik) atau “Kristen” (dalam bahasa Yunani). Di bawah ini, kami hanya menyebutkan satu jalur tahbisan Suksesi rasuliah secara utuh sejak zaman Rasul dari kepatriakan Gereja Ortodoks Syria-Antiokia (Jakobit) dan lainnya bisa diakses lewat informasi Internet yang sah, penulusuran mundur ke belakang. Ini kami hanya menyebutkan nama-nama yang penting saja untuk menghemat tempat.

Pembaca juga harus dewasa dalam menyikapi komentar-komentar negatif yang biasanya berasal dari Gereja-gereja Ortodoks Besar yang merasa dirinya adalah TUAN dan PEMILIK Tahbisan sah yang berpikir jika keluar dari sistem administrasi dan organisasi mereka, maka otomatis Tahbisan Batal dan Tak Sah. Kita harus waspada agar anda jangan jatuh dalam dosa PENGHUJATAN ROH KUDUS tanpa anda sadari, sebab yang melahirkan Suksesi Rasuliah adalah sang Roh Kudus yang adalah Alaha sendiri sebagai Bunda Ilahi dalam Maran Yeshua Mshikha bagi kemuliaan Bapa. Aliran “Lidah-lidah Api” Roh Kudus tidak pernah diberikan menjadi properti suatu lembaga gerejawi manapun, Dia bebas berdaulat dan tak bisa dihambat oleh usaha manusia: Jika seorang uskup ditahbisan secara sah menurut konsensus Rasuli dalam format Form, Matter, Inten yang tepat yakni; dihadiri oleh Penahbis dan Tertahbis secara fisik, diselenggarakan dalam ibadah Liturgi Ekaristi, tata cara pentahbisan yang sudah dibakukan, adanya tumpang tangan, pengurapan, penahbis utama dan asisten pentahbis memiliki tahbisan sah, adanya saksi mata, adanya intensi dari orang yang tertahbis maupun penahbis, dan diselenggarakan sesuai aturan berlaku. Jika ada orang terlalu lancang dan berani berkata bahwa “tahbisan” salah satu dari mereka tersebut dibawah ini batal dan kosong maka akan membatalkan seluruh mata rantai sampai kepada Rasul sendiri dan bahkan keimamatan Melkisedek Yeshua sendiri.

Ini resiko besar bagi siapa saja, entahkah dia Patriak, Uskup, Imam, atau Orang Awam akan menerima kutuk Ilahi karena berani menyatakan tahbisan itu tidak sah, hujatan terhadap karya Roh Kudus tidak bisa dipermainkan, sekalipun ada Patriak yang begitu berani membuat ‘pernyataan’ tidak sah dan oknum ini harus mempertanggungjawabkan dihadapan Alaha sendiri (Mattai 12:32).

Organisasi lembaga Gereja Roma Katolik yang begitu besar saja dengan bijaksana mengeluarkan pernyataannya:

Dominus Iesus

Di Vatikan pada tanggal 16 Juni 2000, Paus Yohanes Paulus II meratifikasi dan memerintahkan penerbitan Dominus Iesus. Deklarasi Kongregasi ini untuk Ajaran Iman yang ditandatangani dan diterbitkan oleh Joseph Kardinal Ratzinger (Paus Benediktus XVI) pada bulan Agustus tahun yang sama. Dalam Deklarasi ini, Gereja Katolik Roma mengakui keabsahan Tahbisan – tahbisan dan Sakramen denominasi-denominasi Gereja Katolik Lama:

“Gereja-gereja yang, sementara tidak ada dalam persekutuan yang sempurna dengan Gereja Katolik [Roma], tetap bersatu dengannya dengan cara ikatan-ikatan terdekat, yaitu, berdasarkan suksesi rasuli dan Ekaristi yang sah, adalah Gereja-gereja khusus yang benar.”

“Oleh karena itu, Gereja-gereja yang terpisah ini dan komunitas-komunitas semacam itu … tidak berarti telah kehilangan arti dan pentingnya misteri dalam keselamatan. Sebab Roh Mshikha tidak berhenti memakai mereka sebagai sarana keselamatan yang berasal dari kesungguhan hati mereka dan dari kepenuhan kasih karunia dan kebenaran yang dipercayakan kepada Gereja Katolik.”(IV. Kesatuan dan Persatuan Gereja, 17)

Kutipan lain

Katolik Almanak – 1974

“Gereja Roma mengakui keabsahan Tahbisan-tahbisan Katolik Lama dan Sakramen lainnya.” (Felician A. Roy, OFM, hal. 368) — The Pastoral Companion – A Canon Law Handbook for Catholic Ministry – Third Edition by John M. Huels,J.C.D. page 335)

“Kondisi utama adalah bahwa sakramen-sakramen ini dapat diterima hanya dari para pelayan tertahbis. Mereka ini adalah para pelayan yang tergabung dalam “gereja-gereja yang melestarikan substansi ajaran Ekaristi, ketetapan-ketetapan sakramen, dan suksesi rasuli.” Ini mencakup semua Gereja-gereja Katolik non Timur – Gereja Polandia Nasional, Katolik Lama, dan Katolik Roma Lama.”

Saudara-saudara yang terpisah

“Kami tidak punya alasan meragukan bahwa Tahbisan-tahbisan Katolik Lama adalah Sah. Suksesi Rasuli tidak bergantung pada ketundukan kepada Tahta Petrus, melainkan pada jalur garis suksesi dari sumber-sumber Rasuli, materi yang tepat dan bentuk, dan niat tepat… seperti halnya para uskup Katolik Lama adalah para uskup dalam Suksesi Rasuli … Katolik Lama, seperti Ortodoks, memiliki keimamatan yang sah.”– (William J. Whalan, pp. 204.248)

Hak dan Tanggung Jawab: Pedoman Katolik bagi Kode Baru dari Hukum Kanonik

“Ketika seorang pelayan kudus Katolik tidak tersedia dan ada kebutuhan spiritual yang mendesak, umat Katolik (Roma) dapat menerima Ekaristi, pengakuan dosa, atau pengurapan minyak dari para pelayan kudus dari denominasi-denominasi non-Katolik (Roma) yang memiliki Tahbisan-tahbisan Kudus dipandang sah oleh Gereja Katolik. Ini termasuk semua imam Ortodoks Timur, serta imam Katolik Lama atau Gereja Nasional Polandia.–“(Thomas P. Doyle, O.P., hal. 44)

Kami menyediakan cantuman pada website ini, salinan garis silsilah lengkap dari Shliakh Simon Mar Kefa di Antiokia (kebetulan garis ini bisa juga ditelusuri kembali kepada Alexandria melalui Mar Theodosius, Patriak Alexandria, yang ada di Konstantinople pada tahun 544 M., bertindak sebagai pentahbis bagi Sergius, Patriak baru bagi Antiokhia). Garis silsilah Suksesi ini secara tehnis dikenal sebagai SYRIAN-MALABAR dan juga memiliki hubungan dengan Shliakh Mar Thoma, yang pertama kali menginjili India pada pertengahan abad pertama Masehi. Sebagai kelompok minoritas yang sering teraniaya, “orang-orang Nasrani Mar Thoma” sebagaimana mereka dikenal, berjuang untuk bertahan hingga pada abad ke-17 Masehi banyak dari mereka, menjadi tanpa seorang Uskup yang menempatkan diri mereka sendiri dibawah yurisdiksi dari Kepatriakan Ortodoks Syria dari Antiokhia pada tahun 1665 M. Dari sejak saat itu mereka menerima hierarki Uskup-uskup dan menjadi dikenal sebagai Gereja Ortodoks Syria Malabar. Inilah sebabnya mengapa, pada akhir dari Tabel Suksesi dicantumkan, anda melihat pertama kali Nama-nama non-Kepatriakan yang semuanya mentahbis dibawah otoritas Patriak.

Garis silsilah Antiokhia ini, melalui Gereja Ortodoks Syria, (disebut Jakobit oleh musuh-musuhnya) adalah garis silsilah mayoritas kami, tapi sebagaimana anda ketahui kami juga memperoleh sejumlah garis silsilah tambahan melalui berbagai macam Tahbisan-tahbisan kondisional dari Uskup Agung John Sebastian Marlow Ward pada tahun 1945 dan lain waktu. Kebanyakan ini kembali akhirnya kepada, baik itu, Antiokhia, Alexandria atau Roma. Daftar-daftar Para Patriak Awal dari Alexandria dan Roma sudah ada tersedia di internet jika anda membutuhkan hal itu. Saya melampirkan di sini hanyalah nama-nama terakhir dari garis silsilah yang bermuara kepada Mar Georgius (Newman) dan melalui dia kepada Ward dan saya sendiri.