Sakramen Nazarene

/Sakramen Nazarene
Sakramen Nazarene 2018-02-08T08:41:55+00:00

QADISHOTIM (SAKRAMEN-SAKRAMEN) NASRANI

Gereja tanpa qadishot (sakramen) bukanlah gereja Yeshua. Qadishot adalah bagian dari Tradisi, dan tradisi adalah bagian dari Torah. Jadi, memahami dan melakukan qadishot adalah melakukan Torah Mshikha. Sebaliknya, membuang qadishot artinya menyepelekan Torah. Semua pengajar yang benar bukan hanya mengajarkan qadishotim (sakramen-sakramen) namun juga mempraktikkannya dengan baik.

TORAH MSHIKHA

Gb. Torah Mshikha, Sumber: GNI design

Qadishotim (sakramen-sakramen) adalah sejumlah ritual yang sudah dilembagakan atau dibakukan oleh Maran Yeshua semasa Dia hidup. Dia mengajarkannya secara LISAN (oral) dan dipraktikkan kepada para murid awal-Nya. Dia tidak menuliskannya ke dalam suatu kitab. Ajaran Lisan ini diingat terus dalam benak para murid. Mereka lalu mengajarkannya kembali kepada para murid di berbagai Gereja Rasuliah sejak abad 1. Seiring waktu berjalan memang ada perbedaan di antara tradisi-tradisi ini, misalnya Gereja Roma Katolik memegang tradisi Roti Perjamuan tanpa ragi, namun Gereja Bynzantium memakai ragi sehingga rotinya mengembang. Ini bukanlah hal yang krusial untuk diperdebatkan. Selagi suatu gereja berusaha melestarikan tradisi maka mereka adalah pewaris ajaran awal. Nazarene di Indonesia meneruskan tradisi Perjamuan Pesakh Roti tanpa ragi seperti yang dibuat oleh Maran Yeshua sbelum Dia disalibkan.

sakramen 1

sakramen 2

sakramen 3

sakramen 4

 

 

.

.

.

.

.

header niko 728 x 90