Doa Harian Nasrani

//Doa Harian Nasrani
Doa Harian Nasrani 2018-02-08T08:41:56+00:00

sholat

Doa Harian dalam Agama Yahudi
Ibadah Doa sembahyang Yahudi adalah doa formal 3x sehari. Pada Petang (Ma’ariv), Pagi (Shakharit) dan Tengah Hari (Minkha). Doa-doa Harian dibakukan dalam suatu Kitab Doa yang disebut Siddur yang berasal dari akar kata Ibrani yang artinya “aturan” (order), sebab Siddur menunjuk doa-doa dengan aturan tertentu. Akar kata yang sama seperti kata “Seder”, yang mengacu pada Ibadah Pesakh Rumah.
Tak ayal lagi Doa Sembahyang Harian yang paling tua kita adalah “Shema.” Hal ini terdiri dari Sefer Devarim 6:4-9; 11:13-21 dan Sefer Bammidbar 15:37-41. Perhatikan dengan baik-baik paragraf pertama memerintahkan kita membicarakan hal ini (Shema) “saat kamu beristirahat dan saat kamu bangkit”. Dari sejak zaman kuno, perintah ini dilaksanakan dengan menyerukan Shema 2x sehari: Pagi dan Petang.
Perkembangan besar – besaran Doa Yahudi terjadi selama masa Pembuangan Babilonia, abad ke- 6 Sebelum Maran Yeshua Mshikha. Umat Yahudi tidak bisa lagi mempersembahkan Korban di Bait Suci (Beit ha’Mikdash) pada masa itu, maka mereka menggunakan Doa-doa sebagai pengganti (subsitusi) Ibadah Korban. Seperti nabi Hosea katakana:

“Persembahan-persembahan ucapan bibir kita sebagai ganti anak-anak lembu jantan” (Sefer Hosea 6:6).

Umat berkumpul bersama untuk berdoa 3x sehari, sejajar dengan 2x sehari Korban Harian Pagi dan Tengah Hari dan pembakaran korban persembahan yang sisa-sisa menjelang malam. Ada doa-doa tambahan pada ibadah Sabat dan Perayaan Hari Raya, seiring pada penambahan korban-korban masa itu. Beberapa sumber informasi menyebutkan bahwa hal ini sudah praktek umum diantara orang saleh (khasidim) sebelum Pembuangan. Setelah masa Pembuangan, ibadah doa harian ini berlanjut.

Pada abad ke-5 Sebelum Masehi, Dewan Mahkamah Umat (Sanhedrin) menyusun DOA dasar, meliputi sesuatu yang bisa dipakai berdoa. Ini disebut “Shemoneh Esrei”, yang berarti 18 dan mengacu 18 Berkat-berkat (Berakoth) yang aslinya ada di dalamnya. Hal itu juga menunjuk sebagai Amidah (“Doa Berdiri,” karena kita berdiri saat kita menyerukan hal itu), atau Tefillah (Doa, sebagaimana dalam Doa, karena itu adalah esensi dari semua Doa Yahudi). Doa ini adalah batu penjuru setiap ibadah Yahudi. Berkat-berkat Shemoneh Esrei bisa dipecah dalam 3 kelompok yaitu: 3 berkat Pujian Alaha, 13 membuat permohonan (pengampunan, penebusan, kesehatan, kemakmuran, permohonan turun hujan ada musimnya, terkumpulnya kembali mereka yang terserak, dll), dan 3 ekspresi rasa syukur dan lepas dari masalah. Total jumlah doa berkat di dalamnya adalah 19! Namun mengapa kita sebut DOA ini 18? Satu doa berkat tersebut ditambahkan sekitar abad ke-2 Masehi, merespons ancaman pertumbuhan bida’ah menurut persfektif Yahudi Rabbinik (Yahudi Farisi) khususnya terhadap sekte Nasrani-Yahudi (Jemaat Perdana) dan‚ Kristen Goyim‛ (non-Yahudi). Doa ini sudah umum dikenal sebagai Shemoneh Esrei dan nama itu sudah melekat dalam ingatan, meskipun sekarang ada 19 berkat-berkat. Doa berkat ini sebenarnya adalah doa kutuk bagi kaum Nasrani yang mereka terus ucapkan sampai di abad 21 ini.

Tahun 135 M orang Yahudi diusir keluar dari Tanah Suci oleh kaisar Hadrian sehingga ini menimbulkan kebencian para pemimpin Yahudi, khususnya Imam Besar. Maka disusunlah satu kutukan dan serapah terhadap kaum Nasrani (khususnya Kerabat Tuhan dan semua pengikutnya) dengan menyebutnya ‘Birkat ha Minim‛ dituliskan dibawah perintah Gamaliel II Ketua Sanhedrin di Pengasingan (tahun 85-115 M) yang dituliskan oleh Samuel ha Katan. Doa Kutuk ini ditujukan kepada Mazhab Nasrani dan Notzrim (pengikut Yeshua) sebagai berikut: 

‘Semoga para pengumpat (Ibrani: mamshalim) tak ada harapan; dan semoga semua orang fasik binasa segera; dan semoga semua musuh-musuh kami segera binasa. Semoga engkau segera binasa, dihajar, dicampakkan orang-orang pendosa sombong yang pura-pura rendah hati – segera pada zaman kami. Terberkatilah Engkau, ya Tuhan, yang menghancurkan para musuh dan orang-orang pendosa yang berpura-pura rendah hati.‛ — Naskah Geniza Kairo.

Doa Birkat ha Minim didaraskan di sinagoga-sinagoga Yahudi sehingga kaum Nasrani tidak bisa lagi berdoa bersama dengan saudara-saudara mereka kaum Yahudi di mana pun hingga hari ini. Ketetapan Talmud mengatakan:

Heretik/Bidat (Minim) para murtad (meshummadim) dan apikorsim masuk Gehennim (Neraka – San.12:5).

Sejak abad ke-2 M sampai hari ini kaum Nasrani berpisah oleh karena keyakinan yang berbeda terhadap pandangan ha Mashiakh, tapi perihal lainnya mayoritas sama dengan kaum Yahudi Ortodoks tetapi dalam konteks pemahaman Brith Khadasha (Perjanjian Baru). Oleh karena itu, Paqid Netzarim dan bersama para ahli kitab dan para imam menyusun semua sistem keagamaan Nasrani Yahudi sudah lengkap sampai tahun 100 M. Dengan demikian, sepintas ibadat-ibadat Nasrani Kuno mirip dengan Yahudi Rabbinik tapi secara rinci akan jelas berbeda isi doa-doanya.

Doa Bapa Kami
Amidah atau Shemoneh Esreh telah digantikan oleh Rabbeinu Yeshua sendiri dengan Doa Tefila d’Maran (Doa Bapa Kami, Mattai 6:13), bagi Rabbinik Yahudi tetap menggunakan 18 berkat ditambah satu bagi doa kutukan terhadap mazhab Nesarim yang difitnah sebagai kaum ha Minim yang artinya kaum bidat oleh mereka sejak Abad Pertama. Sebaliknya, Maran Yeshua mengingatkan kepada kita tentang kaum Rabbinik Yahudi, yakni:

1. ‘Tapi Dia berkata kepada mereka: ‚Waspadailah, dan jauhilah ragi dari kaum Farisi dan Sadduki.‛(Mattai 16:6),
2. Kemudian dikatakan,‚Bangsa ini menghormati Aku dengan bibirnya, tapi hati mereka sangat jauh dariKu. Dan sia-sia saja mereka memuja-mujaKu, sementara itu mereka mengajarkan ajaran – ajaran dari perintah-perintah anak-anak manusia.‛(Mattai 15:8-9).
3. Selanjutnya, mereka disebutkan ‚Kamu sama seperti bapamu, si Pemfitnah; dan hasrat bapamu engkau salurkan. Dia dari sejak mulanya pembunuh manusia, dan tidak tinggal dalam kebenaran; sebab kebenaran tidak ada dalam dirinya, dan ketika dia berbicara kebohonganlah yang dia ucapkan, sebab ia adalah pendusta, dan bapa dari segala dusta.‛ (Yokhanan 8:44)

Perkembangan Doa Harian
Doa Shlootha secara umum dilakukan berpolakan 3x sehari (Ma’ariv, Sakharit dan Minkha); tetapi pada kaum Nasrani dalam tarekat yang mendevosikan diri dalam Doa (pertapaan) mereka melakukan 7x sehari sejak abad awal, yakni:

1. Jam 4.30 (Sakharit): Pengenangan akan Yeshua berdoa, ditangkap di Taman GetShemani, diadili Majelis Sanhedrin Rabbinik Babilonia, dan sikap menantikan Maranatha (Kedatangan Yeshua Kedua Kali, lihat Mattityahu 24), dan orientasi menjalankan Marga Mshikha (Jalan Tuhan: Halakha/Limudah), yakni bagaikan bulan menerima cahaya dari mata hari, yakni Yeshua sang ‘Terang Dunia‛ (Yokhanan 8:14) dan kita merefleksikannya Terang-Nya sebagai ‘anak-anak Terang‛ (Yokhanan 12:36). Pada jam ini kita harus merenungkan Mazmur 1:1-6, sebagai Pelaku Jalan Torah (Limudah) karena tiap butir Mitzvot itu merupakan ‘sinar-sinar terang’ yang harus kita jalankan dalam hidup kita.

2. Jam 9 pagi: peringatan turunnya Torah di Sinai, Keluaran 19-20, dan Ruakh ha’Kodesh atas diri Shlikhim pada perayaan Savuoth, Kisah 2. Ini menjelaskan penyertaan Maran Yeshua kepada Para MuridNya dalam wujud ‚Roh‛ sebagaimana Ia janjikan sebelum kenaikanNya:

Tapi sang Penghibur, Rukha d’Kudsha (Bunda Kudus, yakni sisi Kewanitaan sang Bapa), yang sang Bapa (Abba-Ya) akan utus dalam NamaKu, Ia akan mengajari kamu segala perkara, dan akan mengingatkanmu tentang semua yang Aku katakan kepadamu. Damai sejahtera Aku tinggalkan bersamamu; damai sejahtera yang Aku berikan kepadamu. Damai itu bukan sebagaimana dunia berikan, yang Aku berikan padamu. Janganlah hatimu gundah, maupun jadi takut. Kamu telah mendengar apa yang Aku telah sampaikan kepadamu bahwa Aku pergi, dan datang kembali kepadamu. Jika kamu mengasihi Aku, kamu akan bersukacita, bahwa Aku pergi kepada BapaKu; sebab BapaKu lebih besar dari pada Aku. (Yokhanan 14:26-28)

Yeshua pergi naik kepada Abba – Ya dan kembali ke bumi dalam wujud semula sebagai Aisha d’Miltha dalam energi Keilahian Bunda Agung sang Bapa (Ruakh ha Kodesh) memberikan Torah, yakni pengajaran sama persis seperti di Gunung Sinai demikianlah Yeshua sang YHWH itu dengan Api Suci membakar hati dan jiwa para rasul untuk melaksanakan Torah YHWH yang dituliskan dalam hati dan pikiran mereka. Api Suci ini, yakni ‚Ajaran-ajaran Torah‛ tidak akan padam sampai maut menjemput mereka dengan semangat Torah berkata:

‚Aku menyatakan tekad bulatku tidak pernah mengijinkan Api yang dipercayakan kepadaku sebagai hamba Alaha menjadi padam selama ada nafas dalam ragaku.‛ (Shahadat Sefasha Nasrani, butir 9).

Inilah yang menyemangati misi penginjilan rasuliah. Terbukti dalam sejarah Jemaat Yerusalem selalu disertai Tuhan hingga hari ini dengan segala pernyataan ‚Wahyu-wahyu‛ Pilar Iman Ketiganya. (Mattityahu 28:20).

3. Jam 12 Siang: memperingati Yeshua tersalib di Golgota: Tirai Bait Suci terbelah dua, gelap gulita, dan gempa bumi di sekeliling Golgotha. Ini sebagai peringatan bahwa ruang pembatas Ruang Maha Suci (Qadosh haQadoshim) dan Ruang Kudus telah dibuka bagi Keimamatan dalam Maran Yeshua, yakni kelanjutan garis keturunan darah A’aron-Lewi dalam keluarga Nesarim/Kerabat Tuhan (Lihat, Lukas 1:5) merupakan Keimamatan Perjanjian Baru, tidak lagi dalam garis keturunan A’aron-Lewi di luar Yeshua. Garis keimamatan lama akan dihancurkan tahun 70 M dan punah sejak abad ke-2 M sampai hari ini, kecuali dalam Kerabat Tuhan. Tidak ada Keimamatan A’aron-Lewi yang sah di bumi ini.

4. Jam 3, petang (Ibadat Minkha): Pada jam ini Maran Yeshua menyerahkan nyawanya kepada Abba – Ya sesuai dengan kehendak sang Bapa dalam ketaatanNya kepada sang Bapa, meskipun Dia bisa mengambilnya kembali sesuai kehendak Yeshua sendiri

(Yokhanan 10: 17-18): ‚Oleh sebab ini BapaKu mengasihi Aku, karena Aku memberikan nyawaku, untuk menerimanya kembali. Tidak ada seorang pun mengambilnya dariKu; tetapi melainkan Aku memberikannya menurut kehendakKu sendiri: sebab Aku berkuasa memberikannya, dan berkuasa mengambilnya kembali; sebab Aku menerima perintah ini dari BapaKu.‛

Ini merupakan pernyataan Ketuhanan Yeshua sebagai yang berkuasa di bumi dan di sorga (Mattai 28:18-19) dan segala sesuatu dalam alam ciptaan. Juga dinyatakan Dia adalah ‘Tuhan‛ atas hari Shabbat (Marqos 2:27), artinya segala sesuatu dalam alam ciptaan adalah MILIK Maran Yeshua dan Dia yang empunya semua alam tercipta ini, oleh karena itu, segalanya harus MELALUI Dia (Yokhanan 14:6). Demikianlah, Yudaisme lama diperkenalkan lebih jelas dalam konteks Perjanjian Baru bahwa segala sesuatu ‘kebaktian’ umatNya disalurkan melalui YHWH yang adalah Yeshua sendiri kepada Abba-Yah (Alahotha).

5. Jam 6.30 (Ibadat Ma’ariv): Pada jam ini dalam sejarah Bait Suci merupakan ibadat membakar semua sisa-sisa korban bakaran dan korban persembahan petang. Ini juga merupakan peringatan penguburan jasad Yeshua yang harus dikuburkan dan dibersihkan dari hadapan masyarakat.

6. Jam 8.oo: malam kita memperingati: Maran Yeshua masuk kedalam dunia orang mati memberitakan Injil, 1 Keepa 3:19, ini juga menggambarkan jiwa-jiwa dalam Sheol (alam maut) yang terjadi setiap waktu di mana manusia mati dan masuk alam maut kematian. Maran Yeshua, para malaikat dan roh-roh yang melayani akan memberitakan Injil kepada jiwa-jiwa dalam Sheol. Ini mengajarkan kepada kita bahwa bumi bukan jalan terakhir bagi keselamatan
jiwa, tetapi langkah awal ‚pembelajaran‛ seperti yang diucapkan Maran Yeshua sendiri:

Dan setiap orang yang mengucapkan perkataan melawan sang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi orang yang mengucapkan perkataan melawan Ruakh ha Kodesh, ia tidak akan diampuni, tidak di dunia ini dan tidak juga di dunia akan datang.‛ (Mattai 12:32).

Penghayatan ini bukan berarti kita ‘berpangku tangan’ saja sewaktu masih hidup di bumi dan berpikir nanti di dunia akan datang barulah kita melakukan Perintah-perintah Alaha, jika ada indikasi semacam itu, ketahuilah bahwa karakter atau tabiat kita di bumi ini dan di dunia yang akan datang adalah sama, tidak ada perubahan signifikan, oleh sebab itu, jika masih di bumi sudah sadar akan mitzvot maka pencicipan mitzvot itu sudah dimulai di bumi dan disempurnakan di dunia akan datang. Bumi adalah ‘titik berangkat awal’ dan ‘penuntasan di dunia akan datang.’

7. Jam 12 Malam, pengenangan akan ‘pergumulan Maran Yeshua di Taman Gethsemani.’ Pada jam Tengah Malam ini, kita berdoa untuk menyampaikan segala keluh kesah dan pergumulan kita sebagai manusia dalam fitrahnya dan memotong segala ‘kemelekatan duniawi‛ bahwa setelah kita menjalankan semua mitzvot YHWH atau Perintah-perintah Yeshua, ternyata masih ada tuntutan akhir bagi kekudusan hidup kita yakni ‘ketiadaan cinta diri sendiri‛ (Love Self-less), yaitu segala ego kita harus dipotong barulah bisa masuk ke dalam Kerajaan Alaha bersama Maran Yeshua (Beshora d’Marqos 10:20-23). Masuk Kerajaan Alaha tidaklah semudah yang kita bayangkan, tetapi banyak orang menipu diri sendiri seolah-olah masuk sorga membeli tiket pesawat. Ucapan Yeshua pada anak muda yang kaya harta (kepemilikan duniawi) merupakan gambaran titik puncak dari pelaksanaan Torah yang disebutkan sebagai Mengasihi Alaha:

dan kamu harus mengasihi Mar-Yah Alahamu dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu. – Dvarim 6:5 (Lihat, Mattai 22:37)

Kasih kepada Alaha adalah penyerahan diri secara total sebagaimana halnya yang dipraktekkan Yeshua dalam menyerahkan nyawaNya. Sehingga, sebenarnya ‘kasih’ itu masa Tanakh sama saja dengan masa Brith Khadasha.
Bagi umat Nasrani, Shlootha (Arab: Sholat) merupakan mandat Mitzvot ha Torah dari Mar-Yah Alaha sendiri seperti dituliskan dalam kitab suci:

Kamu harus berdoa Shlootha tiga kali sehari, seperti Tuhan telah ajarkan.‛ (Limudah 8:4)

 

Siddur (Liturgi) Doa Harian Gereja Nasrani Indonesia
Siddur ini tidak dibagikan untuk umum. Khusus bagi jemaat dan katekumen Gereja Nasrani Indonesia yang sudah berkomitmen menjalankan Doa Harian ini dipersilahkan meminta buku siddur kepada Shamasha di paroki terdekat.

___________________________________________________

 

header niko 728 x 90