Pembunuhan di Klub Gay

///Pembunuhan di Klub Gay
Pembunuhan di Klub Gay 2016-06-16T16:17:14+00:00

APAKAH TUHAN YG MERENCANAKAN PEMBUNUHAN DI KLUB GAY ORLANDO (Minggu dini hari pukul 02.00) SBG PENGHAKIMAN?

Jawab:
Tidak!!
Yg menghakimi kaum gay di sana bukanlah Tuhan melainkan seorang pembunuh dengan paradigma anti gay yg tertanam di dalam benaknya. Ini bukan rencana Tuhan, melainkan rencana si pembunuh tersebut yg sprtnya berhasil.

Tuhan merencanakan kebaikan bagi semua orang, Dia mengirim banyak malaikat dan para Kadosa-Nya ke bumi. Setiap jiwa memiliki malaikatnya sendiri untuk memberi nasihat (sering disebut sbg Hati Nurani) supaya ini adalah perjalanan hidup terakhir masing-masing jiwa ini di alam bumiah. Tuhan merencanakan hal yg baik spy jiwa mengalami penyempurnaan dari hari ke hari, bahkan detik per detik.

Tuhan memberikan semua manusia FREE WILL (kehendak bebas)! Dan dengan kehendak bebas ini manusia bisa memilih mengikuti ketetapan-Nya atau tdk. Dalam kasus ini banyak orang yg memilih melanggar dengan menjalan hidup Gay. Mereka salah, namun Tuhan tetap mengasihi mereka. Tanpa disadari oleh orang, Tuhan bekerja terus spy mereka yg terjerumus ini bisa bertobat. Namun Tuhan tidak pernah memaksakan kehendak-Nya. Dia menunggu sampai si jiwa itu memakai waktu yg ada untuk bertobat. Namun sayang, waktu yg mereka butuhkan itu tidak datang. Yg datang adalah seorang pembunuh berdarah dingin anti Gay yg menghabisi nyawa mereka dengan memberondong peluru secara tiba-tiba. Si pembunuhpun memakai FREE WILL-nya untuk melanggar ketetapan untuk tidak membunuh (mengasihi, penghakiman adalah hak Tuhan). Entah dia pernah mendengar atau membaca Injil, yg pasti adalah Hati Nurani-nya pasti sdh bekerja untuk hal tersebut.

Tuhan tidak menghukum kaum Gay ini spt peristiwa Sodom dan Gomora di masa sebelum Perjanjian Baru. Ini masa Kasih Karunia. Tuhan menunggu dengan sabar. Dan manusia, semua manusia harus menuai semua Karma Buruk dan Baik (pahala dan dosa)-nya masing-masing di bumi dan di alam astral. Semua Karma buruk akibat melanggar perintah Hati Nurani ini harus dipertanggungjawabkan setiap manusia. Mereka yang mati, akan dihakimi-Nya. Semua harus mempertanggungjawabkan tumpukan Karma Buruk. Di alam astral, akan banyak yg tdk menerima hasil keputusan penghakiman ini, bahkan ada banyak yg menolak bahwa dirinya sudah mati dan tdk berada lagi di alam bumiah. Alam astral setingkat di atas alam bumiah, bisa dibilang berhimpitan. Kalau di alam bumi ada negara-negara, di sanapun ada pembagian tersebut. Tuhan mengantisipasi jiwa-jiwa yg mati dengan kondisi tdk bisa menerima kenyataan ini dengan mengutus para Rohaniawan yg sdh wafat yg berasal dari negara yg jiwa yg dilayani ini. Pendekatan ini akan membuat jiwa yg memberontak akan lama-kelamaan menerima kenyataan hasil penghakiman dan kenyataan.

Jiwa-jiwa yg menerima kenyataan, langsung juga dibimbing untuk mengetahui alam astral lbh jauh dan apa yg sedang terjadi pada jiwa mereka. Saat mereka memutuskan dengan FREE WILL-nya masing-masing untuk MENEBUS KARMA BURUK yg telah mereka lakukan di alam bumiah. Saat Tuhan dan malaikat penjaga sdh memutuskan kapan dan dimana suatu jiwa akan dikembalikan ke alam bumiah, maka si jiwa akan dilahirkan kembali.

Dalam kehidupan tersebut banyak memori kehidupan lama yg masih bisa bertahan, kebanyakan jiwa bisa menahannya sampai usia 5 thn saja. Oleh karena itulah banyak penelitian tentang reinkarnasi difokuskan dengan objek anak-anak di bawah usia 5thn. Sementara skill atau kompetensi atau talenta si jiwa bisa bertahan lbh lama sampai si orang tuanya mengetahui dan mengarahkan si anak untuk menekuninya.

Peran Maran Yeshua di sini adalah supaya jiwa-jiwa yang hidup dengan Karma Buruk menumpuk, tidak perlu melakukan banyak perbuatan baik yg senilai untuk mengimpasnya. Dengan masuk ke dalam ritual Baptisan dan pengakuan dosa serta Perjamuan Suci. Jiwa ini bisa mengimpas semua Karma Buruk yg telah dilakukannya di kehidupan sekarang maupun kehidupan lampaunya. Ini adalah Sort Cut. Semua jiwa berhak untuk menerima pemulihan, berhak untuk mendapatkan kesempatan memakai FREE WILL-nya ke arah yg sesuai dengan perintah Tuhan.

Ini adalah gambaran singkat saja tentang FREE WILL- keputusan melanggar perintah-alam astral-penghakiman-reinkarnasi. Semua akan disngkapkan lbh jauh kepada jemaat Nazarene.

Keluarga besar Nazarene Indonesia turut berlangsungkawa atas wafatnya para korban. Semoga keluarga yg ditinggalkannya bisa menerima penghiburan dari Tuhan dan sesama.