Mujizad di GNI

Mujizad di GNI 2018-02-08T08:41:54+00:00

APAKAH MUJIZAD TERUS TERJADI DI GNI SPT PADA ZAMAN PARA RASUL DI ABAD 1?

JAWAB:
Jwbn singkat…tdk sespektakuler di abad 1, atau belum saya pikir krn GNI masih dlm perintisan. Sejauh perjalanan 3 th ini puji Tuhan kami merasakan mujizad demi mujizad spt: Tuhan menyediakan 3 hekter tanah utk dibangun biara dan seminari di Tarutung, tanah jg di Medan, biaya dua kali pulang pergi ke pusat keuskupan di Australia, pemulihan kesehatan spt lumpuh berjalan dan lainnya. Sekali lg…ini tdk sebesar spt yg terjadi di abad 1 masehi.

Kendati mujizad demi mujizad itu terjadi, bukan berarti pelayanan kami bersandar pada mujizad!! Tdk pernah. Mengapa? Krn Nabi PALSU JUGA MELAKUKAN MUJIZAD! Silahkan baca di Ul13:1-3 dan Why 13:13. Kami juga meyakini bahwa Tuhan melakukan mujizad-Nya di luar gereja rasuliah, bahkan di luar Kekristenan. Mujizad bukanlah CIRI JEMAAT PERDANA!!! Mujizad itu UMUM!!!

Jadi kalau tdk berdasarkan Mujizad, apa yg membedakan PEMURIDAN Nazarene Indonesia dengan komunitas Kristen MODERN yg sdh banyak ini?
Jawabnya tentunya adalah PENGAJARANNYA!!.. Kami mewariskan dan memelihara pengajaran KUNO melalui 3 PILAR IMAN:
KITAB SUCI,
TRADISI SUCI,
dan PEWAHYUAN SUCI.
Ketiga pilar iman ini adalah pedoman menentukan kebenaran sejak adanya Kristen.

Wahyu 13:12-13 (TB) Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh.
Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.

Ulangan 13:1-3 (TB) Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat,
dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya,
maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.

pengakuan dosa