Guru-guru Palsu (maaf makanan keras)

//Guru-guru Palsu (maaf makanan keras)
Guru-guru Palsu (maaf makanan keras) 2018-02-08T08:41:53+00:00

header niko 728 x 90

LIM 6:1 Waspadalah jangan ada satu orang pun menyeret kamu melenceng dari jalan Torah ini, karena orang itu sedang mengajarkan kepadamu menjauh dari Alaha.

Penjelasan:

Waspadalah pada rabbi palsu. Di abad 1, untuk menentukan mana guru palsu dan mana yang bukan, sangatlah mudah. Semua jemaat perdana saat itu dipimpin oleh uskup (penilik jemaat). Para uskup tersebut antara lain:

  1. Uskup Mar Yakub HaTzadiq (Yakobus saudara Maran) memimpin jemaat Yerusalem.
  2. Uskup Mar Kefa (Petrus) memimpin di Antiokia.
  3. Uskup Mar Yuchnan (Yohanes) memipin 7 jemaat di Asia Minor.
  4. Uskup Mar Thoma (Thomas) memipin jemaat Nasrani di Kerala India.
  5. Uskup Mar Markos memimpin jemaat di Mesir Alexandria.
  6. Uskup Mar Addai memimpin jemaat di Edessa.
  7. Uskup Mar Timotius (ditahbiskan oleh Uskup Vagante[1] Mar Shaul) memimpin Efesus.
  8. Dan lain-lain.

Bagi mereka yang mengajar namun tidak merelakan diri untuk tunduk pada para rasul yang bertugas menjadi uskup di setiap daerahnya, maka mereka bisa digolongkan menjadi pengajar palsu. Salah satu pengajar itu adalah Diotrefes[2], yang tidak punya penundukan diri pada para rasul. Kendati para pengajar itu jauh lebih pintar, jauh lebih tua, tetaplah mereka bukan penerima otoritas atau kunci sorgawi[3]. Tidak pernah ada seorang rabbi Yahudi yang kompeten dalam bahasa Aramaik-Ibrani dan punya IQ tinggi bisa langsung mengajar jemaat dengan modal meminjam kitab-kitab Nazarene. Semua pengajar adalah jajaran keimamatan Melkisedek di semua Gereja Rasuliah, di luar itu tidak ada pengajar! Para Diakon, Presbiter, dan uskup adalah pengajar jemaat. Beginilah yang terjadi di abad 1, dan begilah seharusnya juga terjadi di sepanjang. Di akhir zaman ini semakin banyak jumlah para pengajar palsu yang membuat beraneka ragam ajaran baru. Mereka bukanlah uskup, mereka sama sekali tidak punya Tahbisan Rasuliah, mereka bukanlah pelestari tradisi dan pemelihara naskah-naskah tua kitab suci. Banyak di antara guru palsu tersebut yang tidak sadar akan keasalahannya, karena itulah mereka juga perlu memahami komunitas dan ajaran perdana Nazarene ini.

Guru guru Palsu dalam Kekristenan

Guru guru Palsu dalam Kekristenan

Perhatikan nasihat Uskup Antiokia Mar Kefa dalam tulisannya berikut ini:

2Ptr 2:1  Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

2Ptr 2:3  Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.

2Ptr 2:17  Guru-guru palsu itu adalah seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalaukan taufan; bagi mereka telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat.

Guru palsu sudah ada di tengah-tengah jemaat awal. Dan akan selalu ada di tengah-tengah dunia. Secara umum, semua guru yang tidak ditahbiskan untuk mengajar maka mereka adalah guru palsu secara sadar atau tidak sadar. Yang menarik adalah bahwa ada selalu kemiripan di antara mereka dari dulu sampai sekarang, yaitu mereka mata duitan. Mereka mencari untung di dalam gereja. Jemat yang polos secara tidak sadar dihipnotis untuk menyerahkan uang mereka ke rekening gereja dan masuk ke kantong-kantong mereka. Padahal, di abad awal masalah keuangan ini sangat ketat. Dana yang masuk ke kas gereja, akan kembali ke jemaat! Nah sekarang perhatikan, dana gereja kita, apakah sudah kembali untuk kesejahteraan jemaat?

_______________

[1] Uskup Vagante adalah seorang uskup (gembala/penilik jemaat) yang hidup berkelana, tidak menetap di suatu tempat sehingga kepemimpinannya akan dialihkan kepada penerusnya.

[2] 3 Yoh 1:9 Aku telah menulis sedikit kepada jemaat, namun Diotrefes yang ingin menjadi orang terkemuka di antara mereka, tidak mau mengakui kami (para rasul-red).

[3] Mat 16:19 Kepadamu (para rasul) akan kuberikan KUNCI Kerajaan Sorga…

BANNER FREE MEMBER