MSHIKHA (MESIAS) DI AGAMA-AGAMA LAIN

/, Kristen/MSHIKHA (MESIAS) DI AGAMA-AGAMA LAIN

Tokoh-tokoh yang ditunggu Agama-agama

Tabel Tokoh yang ditunggu disetiap agama, sumber: Kesukupan Australia

MESIAS YAHUDI SIMON BARKOKHBA

Bukan hanya Islam dan Mshikanuth (Kekristenan) yang menantikan kehadiran sosok penting di akhir zaman. Namun Agama-agama kuno lainnya ternyata juga demikian. Termasuk Judaism tentunya. Judaism yang sudah lama sekali menantikan Sang Mesias (Meshikha) mereka yang akan membangun Bait Suci III Yerusalem. Sejak sebelum Yeshua di abad 1 sampai abad 21 ini sudah sekitar 40 orang Yahudi yang berani klaim bahwa mereka adalah Sang Mesias. Salah satu Mesias palsu yang paling terkenal buat mereka adalah Bar Kokhba pada tahun 132 M. Didukung oleh Rabbi besar Akiva yang meneguhkan kemesiasannya, mereka berdua memimpin Bangsa Yahudi berperang antara tahun 132-135 menghadapi penjajah Romawi. Pada akhirnya mereka kekalahan telak ada di kubu Mesias Palsu ini. Ribuan nyawa Yahudi menghilang dan tanah Judea berganti nama menjadi Palestina

[1] di tangan Kaisar Hadiran dengan panglima perangnya Julius Severus.

PERBANDINGAN ANTARA MESIAS DALAM NAZARENE DAN JUDAISM

Perbandingan Mesias Judaism dan Nasrani

Perbandingan Mesias Judaism dan Nasrani part2

Tabel Perbandingan Mesias dalam Nazarene dan Judaism, sumber: GNI

Pada point 3 tentang Bait Suci, umat Yahudi terus melaksanakan Hukum Taurat sesuai Konsili Yavne th 90-an sambil menantikan kahadiran Mesias mereka untuk membangun Bait Suci Yerusalem III. Saat ini mereka sudah mengumpulkan para imam Lewi demi mempersiapkan upacara-upacara korban kembali. Sementara itu kaum Nazarene sudah tidak lagi melakukan Torah tersebut, sudah tidak lagi menantikan beridrinya bangunan Bait Suci. Apa yang kami lakukan untuk menantikan kedatangan kedua Sang Mesias adalah seperti yang tercatat di dalam Limudah:

PASAL 16 SIKAP MENANTIKAN KEDATANGAN MARAN YESHUA KEDUA KALI

Lim 16:1 Berjaga-jagalah dalam hidupmu. Jagalah pelita-pelitamu supaya jangan padam, dan kencangkanlah ikat pinggangmu, tapi bersiap sedialah, sebab engkau tidak tahu waktunya kapan Maran kita datang. 2 Dan hendaklah sering berkumpul bersama, carilah apa saja yang bisa bermanfaat bagi jiwamu; karena sepanjang umur hidupmu imanmu tidak akan berguna jika engkau tidak sempurna sepenuhnya dalam masa akhir hidupmu.3 Sebab pada akhir zaman nabi-nabi palsu dan para penipu [penggoda] akan bertambah berlipat kali banyaknya, dan domba-domba akan digiring berpaling kepada serigala-serigala, dan kasih akan berubah menjadi kebencian. 4 Dan oleh karena itu kedurjanaan akan bertambah-tambah, mereka akan membenci, dan menganiaya, dan menghianati satu sama lain dan kemudian penipu dunia akan muncul sebagai sang Anak Alaha, dan akan melakukan saudara-saudara dan berbagai keajaiban, dan bumi akan terseret kedalam tangannya, dan ia akan melakukan perbuatan yang bertentangan dengan sabda-sabda Alaha, yang tak pernah terjadi sejak awal dunia.

Lim 16:5 Kemudian ras manusia akan masuk ke dalam ujian api pencobaan. Dan banyak orang akan tersandung jatuh dan akan binasa, tapi mereka yang tetap bertahan dalam iman mereka akan diselamatkan pada saat masa yang menyengsarakan itu. 6 Dan kemudian akan muncul tanda-tanda kebenaran. Pertama, kilat sambar-menyambar di langit; kemudian terdengar suara sofar; dan ketiga, kebangkitan orang mati. 7 Pada akhirnya, sebagaimana hal itu telah dikatakan, “Maran akan datang dan semua orang-orang kudus-Nya bersama Dia.” Kemudian dunia akan melihat Maran datang di awan-awan di langit.

Kita mendapatkan bimbingan dari Alm Uskup Mar Nicholas:

Kita tidak tahu kapan Datangnya Maran Kedua Kali, tetapi Dia sudah dekat pada Jagat Roh dekat dengan alam kosmis Bumi. Maka kita harus mempersiapkan Jalan Tuhan menyambut Kedatangan-Nya sebagaimana halnya kaum Esseni Qumran abad ke-2 S.M., butuh waktu 200 tahun menantikan Kedatangan Ha-Tzadik sang Imam Melkisedek untuk menggantikan Imam Jahat (hakōhēn hā-rāš’ā) dari Bait Suci ke-2. Benar tahun 70 M., Bait Suci ke-2 dihancurkan oleh Jenderal Titus, dan Keimamatan Jahat ini lenyap pada tahun 100 M. Kini digantikan dengan Keimamatan Melkisedek tanpa faktor keturunan biologis lagi pada diri Yeshua yang didelegasikan keimamatan-Nya kepada 12 Rasul dan 70 Murid dari berbagai Suku Israel dan diteruskan kepada Yahudi dan Non-Yahudi melalui pendelegasian Tahbisan Suksesi Rasuliah yang tidak putus sepanjang abad.

Kini kita melalui komunitas Ordo Peraudaraan Mshikha sang Raja adalah identik dengan Komunitas Esseni Qumran dalam menantikan ha-Tzadik yaitu Yeshua Mshikha. Kaum Esseni ini bergabung dengan Kohen Mar Yokhanan ha-Mikveh ben Zakaria di Padang Gurun berseru-seru “Persiapkan Jalan Tuhan…” Kita juga sedang berseru di padang gurun dunia ini hal yang sama! Inilah visi dan misi yang diwahyukan Maran Yeshua kepada Bapa Sepuh dan Bunda Sepuh kita tahun 1920 yang lalu. Semoga Alaha menolong kita. Amin

 

______________

[1] H.H. Ben-Sasson, A History of the Jewish People, Harvard University Press, 1976,ISBN 0-674-39731-2, hal 334

 

GRATIS 1 TAHUN

By | 2018-02-08T08:42:01+00:00 July 26th, 2016|Judaism (Agama Yahudi), Kristen|0 Comments