Mengapa tidak ada pengakuan Gereja Rasuliah lain tentang GNI sbg Gereja Rasuliah?

//Mengapa tidak ada pengakuan Gereja Rasuliah lain tentang GNI sbg Gereja Rasuliah?

Acapkali ada oknum-oknum yang menanyakan tentang “adakah pengakuan Gereja Rasuliah lain terhadap GNI” atau “adakah Apostolic Church yang mengakui GNI sebagai Gereja Rasuliah juga”. Kalau diperhatikan sebenarnya, Rantai Tahbisan GNI yang datang dari berbagai Gereja Rasuliah sulit dibantah. Namun cara mudah orang untuk mencibir adalah dengan mempertanyakan keabsahan kami sebagai satu Gereja Rasuliah yang eksis. Mereka sebenarnya adalah jemaat atau katekumen suatu Gereja Rasuliah yang telah terlebih dahulu eksis di Indonesia. Karena mereka merasa iri atau tersinggung, maka tujuan mereka menanyakan tahbisan ini hanyalah untuk memuaskan telinga mereka bahwa tidak ada pengakuan dari gereja kuno lain. Mereka pikir hanya dengan pengakuan tersebut maka GNI baru bisa menjadi suatu Gereja Rasuliah. GNI berdiri sejak 2013 dan memutuskan untuk masuk ke dalam Gereja Rasuliah yang berpusat di Australia dengan Uskup Agung John Cuffe. Pentahbisan Uskup I GNI, Mar Nicholas pada Desember 2014 adalah moment penting jemaat Nasrani Indonesia. Karena yang sebenarnya bisa disebut sebagai jemaat Rasuliah adalah jika jemaat dipimpin oleh seorang Uskup. Uskup inilah penerus tahta para rasul.

Selama 3 tahun ini, pengakuan formal dari suatu gereja kuno memang belum didapatkan oleh GNI. Mengapa? ya karena GNI masih dalam kuantitas kecil. Belum ada pengakuan eksistensi GNI dari gereja kuno bukan berarti bahwa kami bukan Gereja Rasuliah. Sebab tidak ada 1 pun Uskup yang bisa mewakili Gerejanya telah menyatakan bahwa kami ini bukan Apostolic Church. Banyak uskup belum melirik, belum mengetahui pelayanan kami di Indonesia karena memang gaung pelayanan kami masih belum seberapa. Adapun pengakuan secara informal datang dari seorang Imam Coptic, Fr Serobim dan Uskup Robert dari LCC Depok. Dengan kedua Gereja Rasuliah ini GNI telah menjalin tali silaturahmi.

Alm Fr Nicholas dan Fr Robert dari LCC

Alm Fr Nicholas dan Fr Robert dari LCC

Fr Serobim dari Coptic dengan Fr Sem Aldo

Fr Serobim dari Coptic dengan Fr Sem Aldo

 

Suatu jemaat bisa disebut sebagai suatu Gereja Rasuliah itu sekali lagi jika mereka sudah memiliki seorang Uskup, jika baru imam itu namanya rintisan. Sedangkan seseorang bisa disebut sebagai Uskup (Gembala), itu baru bisa sah jika meliputi minimal kriteria sbb:

  1. Dia ditahbiskan olehUskup juga (biasanya 3 Uskup),
  2. Dia ditahbiskan dengan cara penumpangan tangan, tidak bisa jarak jauh, atau via email. Ada pencurahan Roh Kudus terlibat dalam ritual ini,
  3. Dia mau ditahbiskan dan demikian juga Uskup yang lain mau mentahbiskannya, jadi sama-sama mau,
  4. Ada ritual Pentahbisan ini yang disebut sebagai Smikha HaSlikanuth (Tahbisan Rasuliah). Ini tidak boleh sembarangan ritual, ritual ini sudah dibakukan sejak adanya para rasul di abad awal lalu diwariskan turun-temurun.

Jadi sama sekali tidak diperlukan adanya pengakuan dari Uskup atau Gereja Rasuliah lain tentang sahnya tahbisan Uskup seseorang. Tidak diperlukan pengakuan dari gereja kuno lain untuk mengatakan bahwa GNI ini adalah pewaris Tahta Mar Kefa (Petrus) dan Mar Thoma (Thomas). Ada atau tidaknya pengakuan itu hanya sebagai penguat tali hubungan kerjasama saja.

Perlu dipahami bahwa Keuskupan kami di Australia sebagai sumber tahbisan, memiliki beberapa mata rantai tahbisan yg salah satunya berasal dari Old Catholic. Old Catholic memisahkan diri dari Roma Katolik. Demikian pengakuan Roma Katolik yang menyatakan bahwa tahbisan Old Catholic ini adalah sah adanya:

Catholic Almanac – 1974 “The Roman Church recognizes the validity of Old Catholic Orders and other Sacraments.” (Felician A. Roy, OFM, p. 368).

header niko 728 x 90

Mari saya berikan sebuah analogi untuk mempermudah hal ini. Indonesia telah merdeka pada tahun 1945. Apakah semua negara saat itu langsung mengakui bahwa NKRI adalah negara baru? Tidak jawabnya, saat itu jangan harap Belanda dan Jepang mau mengakuinya. Negara Mesir adalah negara pertama yang mengakui kedaulatan NKRI. Setelah Indonesia berbenah sana-sini barulah satu per satu negara lain ikut mengakui. Demikianlah dengan GNI, kami tidak masalah jika ada orang yang mencibir kami ini bukan Gereja Rasuliah. Toh mereka itu bukan siapa-siapa, mereka tidak mewakili Gereja Rasuliah. Tinggal tungg waktu saja, tinggal tunggu kuantitas kami akan berkembang. Lalu mau tidak mau Gereja Kuno lain yang melirik dan bahkan mengajak kerjasama.

GNI bukanlah saingan Gereja Rasuliah lain yang telah masuk lebih dahulu di Indonesia. Kendati ada saja oknum yang merasa demikian, namun itu sebenarnya tidak perlu. Kami merasa bahwa keberadaan kami adalah sebagai rekan sekerja, kami sangat bersuka cita kalau ada orang yang tidak dibaptis di GNI namun memilih berjemaat di gereja purba lainnya. Mengapa? Karena sama-sama Yang Tertahbis, sama-sama pemilik otoritas. Masuknya seseorang ke dalam gereja rasuliah adalah kabar sukacita sorgawi. Jadi, mari bekerjasama, sudah terlalu lama Indonesia teracuni ajaran Sola Scriptura sehingga banyak umat percaya tidak memahami tradisi, apalagi pewahyuan suci. Dan bagi mereka yang tetap mencibir, lakukanlah terus. Itu adalah salah satu alat pemompa semangat kami untuk terus berkarya bagi Mshikha Yeshua.

header niko 728 x 90

By | 2018-02-08T08:42:02+00:00 July 12th, 2016|Update GNI|0 Comments