Kontroversi Penetapan Kepala Rabbi IDF Baru yang Mengizinkan Memperkosa Wanita di Masa Perang

//Kontroversi Penetapan Kepala Rabbi IDF Baru yang Mengizinkan Memperkosa Wanita di Masa Perang

header niko 728 x 90

 

 

_____________________________________________________________

Seperti yang dimuat dalam berita ynetnews.com, penetapan Kepala Rabbi IDF (TNI-Nya Israel) yang baru telah mengundang banyak pihak bertanda-tanya. Ini dikarenakan Rabbi Col. Eyal Karim adalah sosok Rabbi berpikiran ortodoks yang meyakini bahwa dalam masa perang, tentara Yahudi diperbolehkan untuk memperkosa wanita non Yahudi. Tidak heran jika kalangan kegerakan persamaan gender wanita ‘berteriak’ dan menginginkan penetapan tersebut ditinjau ulang. Dalam sebuah wawancara, Rabbi Karim menegaskan:

“…as part of maintaining fitness for the army and the soldiers’ morale during fighting, it is permitted to “breach” the walls of modesty and “satisfy the evil inclination by lying with attractive Gentile women against their will, out of consideration for the difficulties faced by the soldiers and for overall success.”

Atau dalam terjemahannya adalah: “…untuk mempertahankan kebugaran tentara dan termasuk kondisi moralitas mereka dalam masa perang, ini diizinkan untuk ‘melanggar’ aturan-aturan sopan-santun’ dan boleh memuaskan dengan cara menyetubuhi wanita non Yahudi di luar kehendak mereka normalnya, ini bisa dilakukan untuk mengatasi masa sulit yang dihadapi tentara demi suksesnya pertempuran.” Dalam ajaran Judaism, memang dikenal istilah ‘Pikuach Nefesh’ yang secara garis besar artinya adalah demi mempertahankan hidup, seorang Yahudi diperbolehkan melanggar Halakah (aturan hidup) mereka.

Pandangan GNI terhadap kasus ini

Kami menghormati aturan apapun yang diterapkan oleh suatu negara atau juga agama lain di luar Nasrani. Namun kami juga menyayangkan jika memang issue ini benar adanya. Perlu dipahami bahwa kendati IDF berisi banyak muslim, bahkan ada yang punya keluarga dari Palestina juga, citra IDF sebagai tentaranya Israel cukup buruk di Indonesia. Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Memang tidak semua cabang Islam di sini yang menentang Israel dan juga IDF-nya. Namun mayoritas pemberitaan selalu miring jika kita mengikuti banyak diskusi dengan kelompok-kelompok Islam. Apapun pendapat kaum Muslim terhadap Israel itu juga kami hormati. Kembali lagi, kami sangat menyayangkan dengan adanya issue penetapan ini. Ini bisa memperburuk citra IDF dan Israel, ini akan menjadi issue yang bisa terus diangkat dan dipergunjingkan untuk memojokkan Israel.

Gereja Nasrani Indonesia mencintai negara Israel. Demikian juga kami mencintai Indonesia dan perdamaian dunia. Perlu adanya kesungguhan atau komitmen dari setiap pucuk pimpinan negara demi menjaga perdamaian khususnya di wilayah konflik ini. Selalu dalam peribadatan Shabbath ini kami mendoakan perdamaian dunia yang memang pada waktunya tidak akan aman lagi karena sudah dinubuatkan sebelum datangya Sang Mshikha (Mesias) akan banyak timbul peperangan.

GNI menolak pemerkosaan dalam masa apapun. Tidak ada perkecualian juga dalam masa perang. Kebugaran tentara tidak ada hubungannya dengan tindakan memperkosa. Kami sangat tidak setuju dengan pendapat bahwa keadaan moral akan tetap terjaga dengan memperkosa ini. Itu pendapat yang sangat kami tolak. Memperkosa adalah tindakan memaksakan kehendak. Ada free will manusia yang dihiraukan. Ada kebebasan yang dirampas. Ini salah dalam pemahaman kami. Jangankan bersetubuh, menngajar saja tidak boleh, jika memang orang itu menolaknya. Kami menghormati free will sebagaimana Alaha juga menghormatinya. Tidak boleh ada pemaksaan.

BANNER FREE MEMBER

By | 2016-07-13T03:36:52+00:00 July 13th, 2016|Judaism (Agama Yahudi)|0 Comments