KETEGORI SPIRITUALIS

/KETEGORI SPIRITUALIS
KETEGORI SPIRITUALIS 2018-02-08T08:41:55+00:00

nazarene indonesia SPIRITUALITAS

Selamat datang di Laman TANYA JAWAB dengan kategori SPIRITUALITAS. Semoga dari sini, para pembaca bisa memahami siapa GNI itu sebenarnya. Ini adalah tanya jawab seputar hal-hal yang sulit dipahami oleh indera jasmani.

SPIRITUALITAS:

  1. Apa tujuan kehidupan manusia dalam ajaran GNI?

Jawab: Tujuan hidup manusia yaitu kembali kepada Fitrah Ilahiahnya atau manunggal dengan Sang Mshikha (Yoh 17:21-26). Tujuan hidup kami bukanlah untuk masuk ke dalam Firdaus (Sorga). Hal ini dijelaskan oleh Maran Yeshua sendiri dalam Yoh 6:48-56 dimana kita sejak di bumi sudah melakukan pemanunggalan secara bertahap (Qurbana Qadisha/Perjamuan Suci) yang disempurnakan pada Zaman Baru nanti. Qurbana kadisha hanya dilayangkan oleh imam tertahbis saja.

Semua jiwa saat ini sedang mengalami penyempurnaan, sedang menaiki tangga kesempurnaan. Pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta.

  1. Mengapa GNI tidak meyakini adanya API KEKAL DI NERAKA?

Jawab: Api kekal dalam ayat Injil (Mat 18:8 dan Yud 1:7) bukanlah seperti api di dapur untuk memasak. Di dalam Alam Roh tidak ada api seperti di dunia fana. Tidak ada penyiksaan jiwa-jiwa manusia digoreng atau direbus di dalam air mendidih, itu tidak ada. Itu semua adalah gambaran kiasan bahwa Neraka adalah tempat di mana jiwa-jiwa tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan dan tersiksa oleh keinginan mereka sendiri.

  1. Apa itu makna LAHIR BARU dalam GNI?

Jawab: Ini adalah proses masuknya suatu jiwa ke dalam Perjanjian Baru. Caranya adalah dengan dibaptis air dan Roh Kudus oleh Uskup di Gereja Rasuliah.

Yoh 3: 5  Jawab Yeshua: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Alaha.

Arti ‘dilahirkan dari air’ adalah masuk dalam qadishot (sakramen) Baptis air.

Arti ‘dilahirkan dari roh’ adalah masuk ke dalam qadishot Baptis Roh Kudus atau peminyakan. Kedua qadishotim ini adalah bagian dari 7 sakramen umat Nazarene. Sakramen sendiri adalah bagian dari Tradisi (Oral Torah).

  1. Apakah jemaat GNI juga berdoa kepada Orang Kudus (Kadosa)? Mengapa? Mengapa tidak hanya kepada Tuhan?

Jawab: Ya, GNI bisa terus berkomunikasi dengan para Kadosa yang terus Alaha tunjuk sebagai penjaga jemaat ini. Berdoa di sini artinya adalah BERKOMUNIKASI DALAM ROH, bukan seperti manusia biasa. Secara jasmani manusia sudah tidak bisa berbicara dengan orang yang sudah wafat. Adanya komunikasi ini adalah bagian dari Pengakuan Iman yang disusun oleh Para Rasul sendiri yaitu “Aku percaya ….dan PERSEKUTUAN DENGAN KADOSA (orang kudus)…”

Saat manusia wafat, maka dia meninggalkan raga jasmaninya di bumi. Dia membawa jiwa dan rohnya masuk ke Sheol (alam astral). Semua kesadarannya dibawa ke alam sana. Semua orang yang hidup kudus, akan terus disempurnakan oleh Alaha sampai berhak masuk ke dalam Alam Kadosa (Alam Orang-orang Kudus). Salah satu tugas mereka adalah berdoa untuk saudara-saudara mereka di Bumi, inilah komunikasi yang coba dibangun antara jemaat di Bumi dan mereka di sana. Hampir sama seperti saat seorang jemaat meminta Rohaniawan untuk membantu mereka mendoakan, tidak ada yang salah dengan meminta bantu doa. Inilah persekutuan itu, semua saling menopang. Saling topang ini tidak bisa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Jemaat Nazarene Indonesia masih bisa berkomunikasi dengan Kadosa John Ward, Alm Uskup Agung di Australia yang dihidup di abad 19, pendiri Ordo Persaudaraan Kerajaan Mshikha. Beliau berbicara dengan Uskup Agung pada Desember 2015 lalu saat memberitakan keadaan Alm Uskup Nicholas yang wafat pada tanggal 25 Desember 2015.

Gereja yang sudah anti pada persekutuan dengan Kadosa, adalah gereja modern yang tidak paham pengajaran awal para rasul di abad 1.

  1. Apakah arti ‘NABI’ itu bagi GNI?

Jawab: Nabi adalah penyambung pesan Alaha kepada jemaat-Nya. Nabi juga adalah orang yang peka sehingga dibukakan penyingkapan demi penyingkapan baru oleh Alaha.

  1. Mengapa para NABI itu bisa ada sampai sekarang?

Jawab: Karena Nabi adalah salah satu dari dua PONDASI dari Gereja Rasuliah (Ef 2:20). Nabi adalah salah satu jawatan di dalam Gereja-Nya untuk memperlengkapi jemaat (1Kor 12:28). Karena Alaha itu masih berbicara kepada jemaat-Nya maka tentu jabatan ini sangat penting untuk ada di antara jemaat. Kalau tidak ada yang berperan menjadi nabi, lalu siapa yang bisa mendengar suara Tuhan?

 

  1. Apa pandangan GNI terhadap Gereja Rasuliah (GR) yang sudah tidak memiliki jawatan kenabian lagi?

Jawab: Bagaimana bisa tidak ada? Sebenarnya pasti ada karena nabi adalah pondasi dari Gereja Rasuliah. GR akan timpang dan rapuh jika tidak ada peran ini. Mereka yang hidup di biara-biara, tekun berdoa dan semedi adalah mereka yang sangat berpotensi untuk menjadi nabi, namun suara mereka tidak didengarkan oleh para pemimpin gereja. Itulah yang harus dibenahi. Para nabi harus memiliki peran, harus diberikan tempat di antara jemaat, harus diundang untuk menyatakan Sabda Tuhan yang baru, lalu diuji dengan baik.

GNI berdoa agar para kaum mistikis (para nabi) di gereja-gereja rasuliah lain akan berani menyuarakan suara kenabian mereka.

  1. Apa itu GNOSIS?

Jawab: Gnosis adalah kata Yunani berarti PENGETAHUAN. Semua pewahyuan yang diterima dari Alaha itu mengandung pengetahuan/gnosis. Jadi semua tradisi dan kitab suci juga mengandung pengetahuan akan Alaha ini. Kalau tidak ada gnosis maka jadinya seperti novel, hanya karangan manusia saja.

Sayangnya di abad 1, ada kaum yang disebut GNOSTIK yang mengajarkan hal-hal berbeda dari ajaran Yeshua. Ini yang membuat kata ‘gnosis’ itu memiliki arti negative.

  1. Apakah GNI itu termasuk GNOSTIK karena memasukan kitab-kitab Gnostis ke dalam Kanon sepert Injil Thomas dan Kisah Rasul Thomas?

Jawab: Ada kitab yang dipandang tidak layak diajarkan kepada jemaat oleh suatu Gereja Rasuliah, oleh karena itu dalam Kanonisasi Kitab Suci akan disingkirkan dan disebut masuk ke dalam kategori Gnostik. Kaum Gnostik di abad 1 adalah kaum yang tidak meyakini kedatangan Yeshua sebagai manusia yang utuh. Jadi ada berbagai kitab yang mereka golongkan masuk ke dalam ajaran mereka.

Sementara bagi GNI yang merupakan Gereja Rasuliah juga, injil Thomas dan Kisah Rasul Thomas itu bagian dari kanon, tidak terkamiri oleh ajaran Gnostis di abad 1. Mengapa kami bisa yakin? Karena kami masih memiliki peran kenabian yang Tuhan singkapkan kebenaran demi kebenaran-Nya di akhir zaman ini. Dari gnosis baru tersebut kami bisa dengan lebih bijak MENILAI kitab-kitab kuno tersebut.

  1. Apakah GNI meyakini mujizad itu masih ada sampai sekarang?

Jawab: Tentu mujizad itu masih ada.

  1. Apakah GNI memiliki tradisi PUASA juga?

Jawab: Tentu, sesuai tuntunan Sefer Limudah, jemaat berpuasa pada Rabu dan Jumat. Lalu pada perayaan-perayaan lain.

  1. Apa yang dimaksud dengan KEBIARAAN (MOTISISME)?

Jawab: Monastisisme ada sebelum agama Kristen atau bahkan Yahudi. Kelompok orang yang mengikat diri bersama-sama untuk melayani Tuhan dalam beberapa bentuk setidaknya sudah ada di milenium ke-4 SM di Mesir, Sumeria dan di tempat lain. Namun dalam Alkitab, bentuk-bentuk paling awal dari kehidupan komunal terkait dengan “Anak-anak para nabi”, tampaknya didirikan oleh Samuel di abad ke-11 SM. (1 Samuel 19; 18-24) Pada Awal Gereja Kristen (Kristen-Yahudi) di Yerusalem juga mulai muncul semacam organisasi komunal (Kisah 4: 32) memegang semua properti yang sama dan menundukkan diri dengan petunjuk dari para Rasul.

Sejak abad 1 sampai sekarang bentuk kehidupan biaran ini terus dilestarikan oleh banyak GR termasuk keuskupan di Australia.

      13. Apakah GNI memiliki Biara seperti Gereja Rasuliah (GR) lainnya?

Jawab: Ya tentu, terbagi antara biara pria dan wanita yang ada di Australia. Di waktu kedepan akan dibangun (jika Alaha mengizinkan) di daerah Tarutung, Sumater Utara. Kami sudah memiliki lahan sekitar 2 hektar di sana.  

  1. Apakah GNI meyakini karunia-karunia Roh Kudus?

Jawab: Ya tentu.

  1. Apakah Roti dan Anggur dalam Perjamuan Suci menurut GNI itu hanya symbol atau benar-benar Tubuh dan Darah Yeshua?

Jawab: Bukan symbol, setelah dikonsekrasi itu adalah Darah dan Tubuh Maran Yeshua. Kendari dilihat dengan mata jasmani itu hanya roti dan anggur, tetap saja dalam Alam Roh, ada kurban Yeshua di sana.