KETEGORI PERIBADATAN

/KETEGORI PERIBADATAN
KETEGORI PERIBADATAN 2018-02-08T08:41:55+00:00

nazarene indonesia PERIBADATAN

Selamat datang di Laman TANYA JAWAB dengan kategori PERIBADATAN. Semoga dari sini, para pembaca bisa memahami siapa GNI itu sebenarnya.

PERIBADATAN:

  1. Apakah GNI juga doa menghadap ke Yerusalem seperti Yahudi? Mengapa?

Jawab: Tidak, GNI bukanlah kaum Yahudi yang terus berdoa menghadap reruntuhan Bait Suci Yerusalem. GNI adalah pewaris ajaran Nazarene awal. Bait Suci Rohaniah kami adalah Maran Yeshua sendiri. Dia akan datang dari arah TIMUR sehingga kami beribadat baik itu Doa Harian dan Ibadat Sabbath serta Hari Maran itu menghadap TIMUR, itulah kiblat kami.

Mat 24:27 (LAI) Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.

2. Apakah benar bahwa siddur (Liturgi) Ibadah Nazarene Indonesia itu memakai siddur Nasrani Kuno abad 1? Seperti apakah siddur tersebut?

Jawab: Ya, dalam peribadatan Doa Harian 7x Nazarene Indonesia memakai siddur (liturgy) Gereya Syria Antiokia yang kami warsikan dari jalur Jakobit. Untuk peribadatan Sabbath dan Hari Minggu (merayakan kebangkitan Maran Yeshua), kami memakai siddur Mar Yakub yang dibuat pada tahun 50 Masehi. Siddur Mar Yakub adalah siddur Nasrani paling kuno. Mar Yakub sendiri adalah Uskup I Yerusalem berdarah Yehuda yang ditahbisan langsung oleh Yeshua.

Nazarene Indonesia tidak memakai siddur yang dibuat para rabbi Messianic Judaism, atau pengajar modern lainnya yang awam dalam tradisi suci Nasrani. Siddur ini tidak pernah dicatat di dalam suatu Kitab Suci khusus, hanya ada di dalam Tradisi. Jadi banyak umat Kristen yang tidak mewarisinya karena memang menolak adanya Tradisi sejak menganut ajaran Sola Scriptura. Banyak yang tidak sadar bahwa Tradisi adalah SUMBER DARI KITAB SUCI. Tidak ada kitab yang turun dari langit, semua berasal dari Tradisi Lisan (Oral Torah).

3. Mengapa siddur peribadatan Nazarene banyak mengandung doa-doa yang sudah dibakukan? Bukankah itu seperti MANTRA yang diucapkan berulang-ulang?

Jawab: Umat Yahudi paska pembuangan juga membakukan Doa Harian yang dikenal dengan Semoneh Esrei (Doa Berkat 18). Ini adalah doa yang diulang-ulang seperti MANTRA dengan maksud menyelipkan ajaran di dalamnya sehingga para pewaris ajaran ini memahami ajaran ini dengan baik.

Saat masuk ke dalam masa Perjanjian Baru, Doa Harian Semoneh Esrei tersebut diganti dengan Doa Bapa Kami (Tefila dMaran) oleh Maran Yeshua. Lalu doa ini dimasukkan ke dalam siddur peribadatan baik itu Doa Harian dan juga siddur peribadatan untuk Perjamuan Suci. Jadi doa-doa yang dibakukan bukan bermasuk negative seperti doa dukun-dukun, ini adalah cara bagaimana ajaran Yeshua terus bisa dilestarikan dan diajarkan secara tidak sadar diucapkan terus oleh para pewarisnya.

4. Apakah diperbolehkan musik di dalam peribadatan Nazarene? Apakah alat musid trasional diperkenankan?

Jawab: Tentu tidak masalah asalkan suasana teduh dan himat bisa dipelihara. Peribadatan Nazarene adalah peribadatan Timur yang tenang bukan peribadatan Barat yang hingar bingar. Musik bukanlah inti dari peribadatan. Penyembahan bukanlah inti peribadatan. Inti peribadatan umat Nazarene sejak abad 1 sampai 21 ini adalah QURBANA QADISHA (Perjamuan Suci).

Adanya pergeseran dari inti ibadat itu dikarenakan dibuangnya ajaran tradisi dari dalam gereja. Sejak abda 16, banyak gereja hanya memegang Kitab Suci sebagai satu-satunya pilar iman. Jadi, gereja-gereja tersebut membuat tradisi peribadatan masing-masing, sebagian dengan menitikberatkan pada music. Inilah yang menjadi biang masalah, tidak adanya tradisi lagi.

Alat music tradisional tentu diperboleh juga, tidak ada masalah. Alat music itu bersifat netral, tidak ada yang salah.

5. Apakah kaum wanitanya harus berkerudung dalam peribadatan? Di luar ibadat bagaimana?

Jawab: Ya. Dalam ibadat, kaum wanita Nazarene berkerudung. Dari yang kecil hingga yang dewasa, namun di luar peribadatan itu bisa dilepas. Ini adalah tradisi kuno yang terus dilestarikan sampai ke Indonesia saat ini. Kerudung adalah tanda penghormatan wanita kepada suami atau kaum Adam di kehila (1 Kor 11:5-6)

1 Kor 11: 5 (LAI) Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya. 6  Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.

6. Apakah ada banyak patung dan lukisan ikon dalam ruang ibadat Nazarene?

Jawab: Tidak. GNI bercorak semitik bukan Helenis yang memiliki budaya patung dan banyak lukisan/ikon. Sebelum masuknya ajaran para rasul ke Roma dan kata Konstantinopel, mereka adalah penyembah pagan. Ada banyak kuil berhala dengan banyak patung dan ikonisasi di dinding kuil. Jadi saat mereka menerima Kristen menjadi agama negara, ajaran pagan itu dibuang, namun budayanya tetap. Kuil-kuil megah pagan hanya diganti saja patung dan dekorasinya. Tempat ibadah dibuat megah bak istana, ini bukan tradisi awal semitik Nazarene. Kaum Nazarene bisa beribadah di manapun dengan hanya membangun mezbah. GNI mewaris ajaran semitik bukan lainnya. Kami tidak membangun istana untuk beribadat. Ruang ibadat paroki-paroki kami pun minim lukisan dan patung.

7. Apakah GNI juga menyembah patung?

Jawab: Tidak. Sebenarnya tudingan ini banyak diarahkan kepada penganut Roma Katolik yang menurut kamipun itu tidak tepat. Mereka memang membuat patung, namun tidak menyembahnya.

8. Apakah GNI juga akan membangun gedung peribadatan seperti istana raja yang megah?

Jawab: Tidak. Jemaat Perdana hanya berupa rumah-rumah biasa. Yang terpenting adalah ada MEZBAH dengan segi empat (mewakili YOH HE WAW HE) yang bermakna semua pengajaran bermula dari Dia. Para Imam Tertahbis hanya menyampaikan ajaran turun-temurun saja yang berasal dari Yeshua Sang YHWH.

9. Apakah Roti Qurbana di GNI itu memakai ragi? Mengapa?

Jawab: Roti Perjamuan Nazarene Indonesia TIDAK MEMAKAI RAGI tepat seperti Perjamuan Pesakh terakhir yang dilakukan oleh Yeshua dan para rasul (Mat 26:17-29). Ajaran GNI mengacu kepada ajaran paling awal.

10. Mengapa Perjamuan Suci lebih penting daripada Kotbah?

Jawab: Perjamuan Suci-lah yang membuat seseorang itu mendapat kehidupan KEKAL, bukan kotbah.

Yoh 6:54 (LAI) Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.

Semua gereja yang dibangun di abad 1 pasti mengetahui hal ini. Adanya bias ajaran sampai pada Kotbah merupakan inti ibadat itu baru dimulai di abad 16, sejak adanya ajaran berbahaya Sola Scirptura. Ini adalah ajaran yang menitikberatkan HANYA pada Kitab Suci, buang jauh-jauh Tradisi. Padahal Qurbana atau Perjamuan Suci itu adalah bagian dari tradisi. Jadi bagi penganut Sola Scriptura, yg terpenting adalah Kotbah, karena dalam kotbah ada uraian ayat-ayat kitab suci. Semua pengajarnya merasa berhak untuk mengajar padahal bukan mereka yang menulis, bukan mereka yang memelihara naskah-naskah kuno, bukan mereka yang menerjemahkannya di awal, dan bukan mereka yang mengkanon sejak awal.

11. Adakah kolekte uang dalam peribadatan Nazarene? Mengapa?

Jawab: Peribadatan Nazarene sama sekali tidak ada pengumpulan dana/uang. Kotak uang (peti persembahan) diletakkan di luar ruang ibadat (Mrk 12:43). Yang disebut sebagai ‘KOLEKTA’ dalam peribadatan Nazarene itu adalah doa-doa bukan kumpul uang. Lagi-lagi, penganut Sola Scriptura membuat tradisi ibadatnya sendiri sehingga berbeda dengan ajaran awal.

12. Apa perbedaan Perjamuan Suci dalam Gereja Rasuliah/GR dengan di luar Gereja Rasuliah?

Jawab: Tradisi Perjamuan Suci di dalam GR itu sudah dibakukan seka abad 1, ada ritual khusus dalam siddur khusus, dan dilayangka hanya oleh Imam Tertahbis. Sementara di luar GR, semua merasa berhak untuk melayangkannya tanpa perlu paham siddur kuno, ritual kuno, dan tradisi kuno.

13. Mengapa Perjamuan Suci di Luar Gereja Rasuliah ada juga MUJIZAD-nya?

Jawab: MUJIZAD bisa dilakukan oleh NABI PALSU. Perhatikan NABI PALSU melakukan mujizad tercatat di PL.

Ulangan 13: 1 Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat, 2  dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya, 3  maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab YHWH, Alahamu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi YHWH, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.

Perhantikan NABI PALSU melakukan mujizad tercatat di PB.

Wahyu 13: 13  Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.

Mujizad tidak pernah menjadi pedoman pengajaran itu benar atau salah. Umat Nazarene hanya berusaha melestariakn ajaran turun-temurun saja, melestarikan ritual Perjamuan Suci Kuno seperti yang diajarkan Yeshua kepada para murid-Nya saja. Jika memang ada yang tersu sakit, maka kami mengucap syukur. Toh semua akan mati pada akhirnya. Jika ada yang sembuh, maka kami mengucap syukur karena memang Maran Yeshua masih terus bisa berkarya. Kami tidak memaksakan kehendak supaya mujizad it uterus terjadi di dalam setiap perjamuan. Tuhan bukanlah pembantu yang menuruti perkataan kita bukan?

14. Apa arti MEZBAH dalam peribadatan Nazarene?

Jawab: Mezbah adalah bagian yang sangat penting dalam peribadatan Nazarene. Tanpa Mezbah maka tidak akan bisa dilayangkan ritual paling penting yaitu Perjamuan Suci. Mezbah ini adalah replica dari Bait Suci Yerusalem di mana para imam memotong kurban. Para Imam di PB juga melaksanakan Kurban Darah dan Tubuh Yeshua di atas Mezbah ini.

Adanya Mezbah ini adalah sebagai penggenapan nubuatan yang keluar dari mulut Yeshua sendiri bahwa ada saatnya di mana manusia tidak perlu ke Yerusalem (ke Bait Suci) untuk beribadat. Perhatikan ucapan Yeshua di sini:

Yoh 4: 21 Kata Yeshua kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. 22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. 23  Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. 24 Alaha itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

15. Bagaimana cara jemaat atau ketekumen membuat MEZBAH di rumah masing-masing atau di paroki?

Jawab: Sediakan saja MEJA SEGI EMPAT YANG KHUSUS, jangan dipakai untuk keperluan lain. Usahakan kita menghadap ke MEJA tersebut sekalian kita menghadap TIMUR. Jadi saat kita hadap Timur, kita juga menghadap ke Mezbah tersebut. Persiapkan di atas Meja, 2 lilin, 2 fas bunga dan bunganya, Salib, Menorah, dan Kitab Suci Peshitta. Jika tidak ada, letakkanlah yang ada dahulu. Semua bisa bertahap. Mezbah yang sudah permanen biasanya dari bahan batu juga dan harus dikonsekrasi oleh Uskup atau Imam. Buatlah dahulu dari apa yang ada, selebihnya akan menyusul.

16. Siapakah yang memimpin peribadatan Sabbath dan Minggu jika belum ada Shamasha di suatu komunitas calon Paroki?

Jawab: Yang dituakan, biasanya adalah seorang pria. Jika di rumah, saat suami belum pulang kerja (ibadat buka Sabbath/erev) bisa dilakukan oleh ibu.

17. Apakah Doa Harian 7x sehari itu diwajibkan di dalam Nazarene?

Jawab: Tidak ada. Yang diwajibkan di dalam ajaran Nazarene adalah penundukan diri pada Uskup saja karena Uskup adalah wakil Alaha (Tuhan). Lainnya bisa dilakukan secara bertahap. Doa harian 7x dibuat untuk para imam yang hidup dibiara. Bagi kita yang bekerja bisa melakukan 3x sehari.

18. Mengapa ada Doa Harian seperti umat Islam? Apakah GNI mencontoh mereka?

Jawab: Islam baru ada di abad 7, Nazarene ada di abad 1. Jadi peribadatan kami tidak pernah mencontoh Islam karena kami lebih dahulu ada.  

19. Jika ada gerakan dalam Doa Harian yang salah, apakah itu artinya Doa tersebut BATAL seperti dalam ajaran Islam?

Jawab: Tidak.

20. Mengapa Doa Harian 7x sehari? Mengapa bukan 3x saja seperti yang tercatat di dalam Sefer Limudah?

Jawab: Doa Harian 7x dikembangkan oleh Gereja Syria Anitokia. Ini ditujukan bagi kaum biarawan yang hidupnya focus untuk doa. Kita bisa memilihnya untuk 3x atau 7x sebisa kita, tidak ada pemaksaan atau keharusan.

21. Bagaimana bisa melakukan Doa Harian jika kita bekerja sekuler?

Jawab: Tidak perlu kita pergi ke suatu tempat untuk berdoa khusus. Kita juga tidak berdoa di hadapan orang sperti rekan-rekan Muslim. Itu bukan tradisi Nazarene. Usahakankah Doa membaca siddur atau jika tidak cukup waktu, naikkanlah Doa Bapa Kami 3x sehari, Pagi, Siang, Sore.

22. Dalam peribadatan, mengapa Imam GNI memakai pakaian tradisional? Mengapa tidak menyamakan dengan pakaian keimamatan Keuskupan Agung di Australia?

Jawab: Tidak ada ketentuan pakaian peribadatan keimamatan dan jemaat harus mencontoh keuskupan atau budaya lain. Peribadatan Nazarene disusun dengan tujuan bisa diadopsi di dalam banyak budaya bangsa-bangsa. Jadilah diri kita sendiri, banggalah degan budaya warisan nenek moyang kita sendiri. Jangan sok kebarat-baratan atau sok keyahudi-yahudian.

23. Apakah pembukaan ibadat bisa menggunakan GONG Jawa sebagai ganti Sofar (Nafiri)?

Jawab: Bisa. Di barat, bisa dipakai lonceng, di Indonesia khususnya Jawa bisa dipakai GONG. Di daerah lain bisa digubakan alat tiup tradisional lainnya.

24. Mengapa ruang ibadah Nazarene itu ada TANDA SALIB-nya? Bukankah itu adalah lambang kutuk?

Jawab: Tanda salib sudah ada di dalam Kitab Suci PL Paleo Hebrew (bahasa Ibrani kuno). Huruf TAW itu berbentuk salib. Tanda salib itu ada di dalam Siddur Kuno Nazarene yaitu di dalam Siddur Mar Yakub. Tanda Salib juga merupakan Shahadat (pengakuan Iman) paling sederhana. Barang siapa menolak Tanda Salib, maka mereka benar-benar tidak paham ajaran awal Nazarene.

25. Apakah peribadatan Nazarene itu harus duduk melantai? Bagaimana kalau ada jemaat yang tidak terbiasa?

Jawab: Duduk di lantai atau di kursi tidak penting. Yang penting semua jemaat bisa dengan NYAMAN ada di dalam ruang ibadat dari awal sampai akhir.

26. Apakah boleh seorang Pendeta dari gereja lain berkotbah dalam peribadatan Nazarene?

Jawab: Silahkan datang dan bertanya-jawab. Pendeta atau pengkotbah manapun tidak bisa mengajar di jemaat Nazarene. Mengikuti Perjamuan Suci juga tidak diperkenankan.