KATEGORI REINKARNASI

/KATEGORI REINKARNASI
KATEGORI REINKARNASI 2018-02-08T08:41:55+00:00

nazarene indonesia REINKARNASI

Selamat datang di Laman TANYA JAWAB dengan kategori REINKARNASI. Berikut adalah jawaban dari Uskup Agung Mar John Reginald Cuffe, DD., J.P., CKC.

REINKARNASI:

Untuk alasan ini saya akan mencoba menyediakan hanya sederhana saja dan jawaban ringkas.

  1. Sebenarnya apakah arti ‘reinkarnasi’ itu sendiri? Apa beda dengan ‘Inkarnasi’?

Asal mula kata “re-inkarnasi” adalah sederhana dari kata “inkarnasi” dengan prefiks “re” (kembali) ditambahkan. “Inkarnasi” merujuk kepada roh menjadi “inkarnasi” dalam daging – yakni, hidup dalam tubuh fisik hingga mati, ketika roh meninggalkan tubuh dan menjadi “dis” (tidak) + carnate (menjadi daging), jadi discarnate (tidak berjasad tubuh), yakni roh atau hantu. Akar kata dari semua kata ini adalah bahasa Latin “carne” artinya daging. Jika roh menjadi incarnate dengan demikian roh memasuki tubuh berdaging dan roh tetap menjelma dalam tubuh daging (incarnate) hingga tubuh jasmaniah ini mati, itulah waktunya roh keluar dari daging lagi. Biasanya setelah suatu periode waktu dihabiskan di mana roh tak berjasad tubuh kemudian roh itu akan re-inkarnasi kembali – menjadi masuk kedalam daging kembali melalui tubuh daging fisik yang baru. (bandingkan Ayub 1:2a)

2. Apakah Ajaran ‘reinkarnasi’ dalam Kekristenan adalah sama seperti dalam Buddhisme? Apakah jiwa manusia bisa masuk ke dalam tubuh binatang?

Dalam Buddhisme, Hinduisme dan sebenarnya dalam semua Iman yang berbeda, ada atau historis, keyakinan itu, atau percaya pada reinkarnasi, bentuk tepatnya keyakinan itu bervariasi satu dari yang lain, dan seperti yang diajarkan oleh kaun Kristen ini berbeda lagi. Kita melihat tiap kehidupan sebagai suatu kesempatan untuk melakukan kemajuan rohaniah. Jiwa-jiwa binatang bisa meningkat dalam sifat manusia seiring berlalunya waktu (bandingkan Roma 8:19-23), dan umat manusia meningkat naik kedalam Orang-orang Suci dan Malaikat-malaikat (Lukas 20:36; Mattai 13:43). Ide bahwa jiwa manusia harus ber-reinkarnasi dalam binatang atau bentuk lebih rendah lain dari kehidupan sebab tak ada alasan jelas, adalam umum dalam Buddhisme tapi ini bukan keyakinan kami.

3. Bukankah Reinkarnasi adalah ajaran bida’a sebab kebanyakan Gereja Rasuliah tidak lagi mengakui keyakinan tersebut?

Istilah bida’a secara meluas disalahgunakan, tapi secara umum ini menunjuk kepada suatu keyakinan yang secara khusus dikutuk melalui suatu konsili dari Gereja Tak Terbagi. Sejumlah orang atau kelompok menerapkannya untuk keyakinan yang dinyatakan sebagai bida’a oleh suatu konsili dari denominasi mereka sendiri khususnya. Pastinya dibawah defenisi pertama, keyakinan pada reinkarnasi BUKAN bida’a, sementara dibawah defenisi kedua yang sama bisa diterapkan kepada sejumlah ajaran-ajaran dari semua Gereja-gereja tanpa terkecuali. Contoh Gereja Roma disebut bida’a oleh Gereja Ortodoks karena gereja ini menambahkan frasa kata “Filioque” (sang Anak) pada Pengakuan Iman Nikea.

4. Gereja Ortodoks Katolik Nasrani Indonesia adalah salah satu gereja yang mempertahankan dan mengajarkan reinkarnasi dalam Gereja Rasuliah di Indonesia.

Perjanjian Lama dan perjanjian Baru mengindikasikan ide reinkarnasi (Ibrani; Gilgulim) diterima oleh Yeshua dan Rasul-rasul-Nya, oleh sebab itu jika tidak ada Gereja lainnya di Indonesia yang mengajarkan hal itu, siapa yang harus dipersalahkan?

5. Tanakh (Alkitab Ibrani) tidak pernah mengajarkan reinkarnasi!

Tanakh (Tanakh akronim dari: Torah, Nevi’im, Ketuvim) sebagaimana kitab ini sekarang dipakemkan, belum resmi diakui hingga tahun 90 M.,  saat Sanhedrin Yahudi secara resmi menambahkan kitab-kitab Ketuvim terhadap Torah dan Nevi’im.  Segera setelah ini (100 M) Yudaisme dihapuskan kebanyakan perihal Persembahan Korban menurut Torah Musa dan menghapuskan Keimamatan Lewi kaum Aaron. Ini tak mengherankan jika setelah modifikasi dramatis itu, ajaran-ajaran langsung Yudaisme adalah berbeda dari Yudaisme Zaman ha-Mashiakh. Pastinya Perjanjian Lama Kristen (Mshikhanuth) mereferensikan reinkarnasi.

(Musuh-musuh kami seringkali langsung salah kutip ayat-ayat Kitab Suci untuk membingungkan kami dan nomor 6 sebagai usaha ini contohnya. Namun, sebagaimana juga itu adalah salah terjemah saya akan mengulas hal itu lebih rinci kelak.)

6. Bukankah tercatat dalam Kitab Ibrani bahwa manusia yang hidup hanya satu kali saja dan kemudian dihakimi? 

Sebenarnya, tidak, bukan demikian. Kutipan yang anda kutip itu merujuk kepada Ibrani 9: 27-28, yang terjemahan aslinya seharusnya demikian; “Dan seperti hal itu ditetapkan kepada umat manusia satu kali mati, tapi setelah ini penghakiman agar Mshikha adalah satu kali saja dipersembahkan untuk menanggung dosa-dosa dari banyak orang; dan kepada mereka yang mencari Dia akan menampilkan Dia kedua kali tanpa dosa bagi keselamatan.” Ini memberitahukan kepada kita bahwa umat manusia biasa yang fanahanya mati sekali saja. Ini tidak memberitahukan kepada kita bahwa mereka hanya hidup satu kali saja, sebab itu menjadi tidak benar. Kematian sebagai yang fana memahami istilah itu, merujuk kepada perhentian hidup dalam tubuh dagingIni tidak merujuk kepada “roh” yang melanjutkan hidup. Tiap tubuh fisik mati hanya satu kali, paling sedikit hal itu disebutkan dalam pada zaman Paulus, meskipun obat modern terkadang mengubah ini zaman ini. Namun, roh, hidup selama-lamanya, dan apakah atau tidak roh kembali ke bumi kepada hidup dalam tubuh lainnya, bergantung pada standar rohaniah jiwa itu capai semasa hidup di bumi sebelumnya. Demikianlah pada akhirnya tiap hidup itu dihakimi, sebagaimana ayat ini indikasikan. Tapi ayat itu sendiri memberitahu kita bahwa Mshikha akan kembali ke hidup bumi untuk kedua kalinya, dan “sebagaimana dia begitulah kita dalam dunia ini.” (1 Yoh 4: 17)

(Nomor 7. Ini menunjukkan ketidaktahuan dan sikap bebal untuk menerima jawaban, tapi saya akan memberikan jawaban lagi.

7. Jangan bodoh! Tidak ada tradisi Rasuliah mengajarkan reinkarnasi hingga saat ini!

Tidak hanya ada referensi Alkitabiah yang mendukung keyakinan reinkarnasi. Ada referensi dalam karya-karya tulis bapa-bapa Rasuliah dan bahkan pada zaman kemudian selalu ada mereka yang mengajarkan bentuk reinkarnasi. Namun, kebanyakan para penulis Kristen berminat untuk menggiring para pengikut mereka bagi Kesucian, oleh sebab itu mereka jarang memberikan waktu lama membicarakan nasib mereka yang gagal mencapai tujuan hidup. Ini hanya terjadi sejak manusia mulai menantang doktrin abad pertengahan perihal Hukuman Kekal sehingga keyakinan reinkarnasi menjadi lebih umum lagi.

8. Semua Konsili-konsili yang terjadi pastilah atas pimpinan Roh Kudus (Kisah 15: 28). Sehingga apa yang diputuskan konsili itu adalah keputusan Roh Kudus juga, inilah yang pasti benar.

Saya mengutip referensi yang diberikan di sini dalam terjemahan yang lebih tepat pada Kisah 15: 28, King James Version disebutkan; “Sebab ini tampak baik bagi Roh Kudus, dan bagi kami, untuk tidak meletakkan beban lebih berat lagi dari pada perihal yang diperlukan; bahwa kamu berhenti dari memakan daging yang dipersembahkan kepada berhala-berhala, dan dari darah, dan dari binatang yang mati dicekik, dan dari percabulan: dari semuanya ini kamu jauhkanlah dirimu sendiri, maka kamu melakukan yang baik. Demkianlah salam bagimu.” Tentunya ini merujuk kepada keputusan bahwa non-Yahudi bisa menjadi pengikut Mshikha tanpa pertama harus disunat, dan yang perintah-perintah Torah Musa tetapkan yang mereka masih bisa diharapkan untuk jalankan. Sejak saat itu, keputusan-keputusan besar oleh Gereja biasanya dilakukan melalui semacam konsili-konsili, dan jika mereka diilhami Roh Kudus, pastilah keputusan-keputusan itu akan menjadi benar. Tapi tentu saja ada ketidaksepakatan timbul, dan itulah sebabnya begitu banyak perbedaan denominasi-denominasi kini, masing-masing mengklaim dirinya paling benar, dan kebanyakan kasus masing-masing mengutuk kelompok denominasi lainnya adalah sesat dan anggota-anggota mereka seakan-akan masuk Neraka.Kenyataannya Alaha lebih murah hati dari pada kebanyakan hamba-hamba-Nya di bumi dan Dia menolong mereka yang gagal paham, kesempatan lain bagi Keselamatan melalui reinkarnasi.

9. Jika menurut Yeshua (Yesus), Yukahnan Pembaptis dirinya sendiri adalah Eliyahu, mengapa ketika ditanya perihal itu Yukhanan berkata ia bukan Eliyahu?

Jika anda percaya Yeshua (Yesus), Mar Yukhanan (Yohanesi) adalah reinkarnasi Eliyahu (Elia). Sebagaimana Mar Yukhanan menyangkali hal itu saat ia ditanya, jawaban adalah jelas. Seperti kebanyakan orang Mar Yukhanan tidak ingat hidup masa lalunya. Dia tidak tahu apakah ia adalah Eliyahu. Namun, Yeshua adalah Keberadaan Ilahi, tahu kebenaran.

10.  Mengapa pertumbuhan populasi manusia semakin berkembang sekarang dan jumlah manusia tidak mungkin sebanyak yang sekarang jika ini adalah proses reinkarnasi?

Ini adalah pertanyaan bagus dan menunjukkan bahwa penanya paling sedikitnya berpikir logis tentang perihal ulasan ini, maka ia layak mendapatkan jawaban. Sebagaimana manusia meningkat jumlahnya seiring tenggang waktu antara inkarnasi-inkarnasi menurun tajam, dan sebagaimana Zaman bergulir kepada akhir masanya ini adalah satu faktor yang menyebabkan populasi meningkat. Ada yang lainnya, dan kebanyakan langsung atau tak langsung terkait dengan akhir dari Zaman Kristen, yang sekarang adalah sangat dekat. Penyebab mayor lainnya adalah fakta bahwa pertambahan jumlah dari roh-roh dari hewan-hewan sekarang sedang masuk tingkatan manusia untuk pertama kali, sehingga menjadi bertambah pada kenaikan jumlah populasi manusia kita sekarang sedang melihat kemerosotan dalam populasi spesies hewan-hewan besar dan kepunahan beberapa spesies. Dan jika anda menanyakan mengapa hal ini akan terjadi pada akhir Zaman, ini disebabkan mendekati Mshikha. Roh-roh dari semua orang ini – dan dari hewan-hewan – menjadi orang – memiliki Malaikat-malaikat Pelindung yang adalah cemas terhadap orang-orang mereka ada di bumi saat Mshikha datang sehingga mereka bisa memperoleh keuntungan kuasa spiritual yang Ia akan bawa bersama Dia. Ada banyak lagi yang saya bisa tuliskan perihal ini, tapi ini barangkali cukup. 

Akhir kata, Rencana Ilahi bagi Ciptaan-Nya adalah jauh lebih rumit dari pada kita yang fana, kita hanya bisa berharap untuk mengerti, dan ini hanya mereka yang punya pengalaman jalan sempit mistik yang bisa memahami bahkan sebanyak yang kita bisa lakukan.

Jika ide bahwa hewan-hewan memiliki roh-roh adalah sukar diterima akal anda, saya sarankan renungkanlah dengan tenang berulang-ulang dan lakukanlah penelitian dengan baik. Jelas, memang ada beberapa kebenaran-kebenaran yang bahkan Para Rasul (Shlikhim) sendiri belum sanggup memikulnya

[memikirkannya] saat Mshikha ada bersama mereka (Yoh 16: 12) ini tentu saja tak mengejutkan kita jika banyak orang belum bisa menerima pengetahuan mistis lebih maju. Namun, saya harus menjelaskan beberapa poin yang perlu dipikirkan.

Kisah Adam dan Hawa adalah suatu alegori yang merepresentasikan turun roh bentuk manusia baru dari Firdaus ke bumi untuk pertama kali sebagai manusia. Adam dan Hawa masing-masing menghadirkan roh dan jiwa dari tiap individu dan juga alegori yang mendemonstrasikan bahwa saat roh dan jiwa yang sebenarnya adalah satu, mereka seringkali berbeda satu dengan yang lain. Mar Paulus menjelaskan kepada kita bahwa mereka adalah berbeda dari satu sama lainnya. (Ibrani 4: 12).

Sama seperti sekarang saya telah menuliskan tentang roh bentuk manusia-baru, dan ini menggiring kita kepada pertanyaan perihalbagaimana dan kapan roh manusia dibentuk oleh Alaha. Jawaban singkat, ini diciptakan melalui perpaduan dua roh dari spesies hewan lebih tinggi, masing-masing telah lengkap inkarnasi-inkarnasinya dalam Kerajaan Binatang. Demikianlah dua roh hewan sempurna digabungkan oleh Alaha untuk menjadikan roh manusia kedalam keberadaan, sama seperti dua roh-roh manusia sempurna lebur untuk membentuk sesosok malaikat.(Lukas 20:36)

Inilah sebabnya mengapa roh dari keberadaan manusia adalah bukan, dan tak bisa menjadi, reinkarnasi kedalam tubuh dari seekor hewan, tapi ini adalah sesuatu yang kebanyakan umat Buddhis dan Hindu tidak pahami [Apa lagi dunia Kristen modern, sama sekali tidak paham!], namun klaim-klaim mereka bahwa manusia bisa ber-reinkarnasi sebagai hewan-hewan. Tidak tak bisa terjadi tanpa menghancurkan kesatuan dari roh-roh yang Alaha telah ciptakan, dan apa yang Alaha telah satukan bersama tidak ada manusia bisa memisahkan.

Jadi anda benar membuat perbedaan jelas antara roh-roh hewan (animal spirits) dan roh-roh manusia, sebagaimana sesungguhnya Alaha lakukan dan dicatat dalam Kitab Suci. Dan dalam konteks tersebut saya mengutip pertama dari Peng 3: 18-21

“Sebab apa yang menimpa anak-anak manusia juga terjadi pada binatang-binatang; bahkan satu menimpa mereka: sebagaimana yang satu mati, begitu juga kematian menimpa lainnya; ya, mereka semua satu nafas; supaya seorang manusia tidak merasa lebih unggul dari seekor binatang: sebab semua [adalah] sia-sia. Semua pergi menuju ke satu tempat; semuanya adalah berasal dari debu, dan semua kembali kepada debu kembali. Siapakah yang tahu roh manusia pergi naik ke atas, dan roh dari binatang-binatang yang pergi menuju ke bawah bumi?”

Ayat ini mengulas fakta bahwa dari sudut pandang fisik bait itu binatang-binatang dan umat manusia hidup dan mati dalam cara yang sama. Dan dalam hal tubuh mereka akhirnya membusuk dan kembali kepada debu. Kemudian pada poin ini perbedaan diantara roh-roh mereka. Roh manusia punya kesempatan untuk meninggalkan dunia fisik selama-lamanya dan bergerak maju kedalam jagat-jagat sorgawi (celestial planes), sementara roh dari bintang tidak mencapai poin itu dan harus turun ke bumi lagi.

Ini adalah perbedaan antara binatang dan manusia yang membolehkan kita “berkuasa atas ikan di laut, dan atas burung unggas di udara, dan atas hewan ternak, dan atas seluruh bumi, dan atas setiap yang merangkak di atas bumi”. (Kejadian 1: 26) Saya juga menunjukkan kepada anda Kejadian 9: 2 -3 yang mana Alaha berkata bahwa

“setiap yang bergerak yang hidup akan menjadi makanan bagimu; bahkan tumbuhan hijau Aku berikan kepadamu segala sesuatu.”

Dari sini kita bis amelihat bahwa kita diharapkan membunuh dan memakan binatang-binatang dan juga tumbuh-tumbuhan. Dalam menyembelih seekor binatang kita tidak berbuat kesalahan-sebenarnya ini bisa dikatakan bahwa kita sedang menolong binatang untuk bergerak maju pada perjalanannya sendiri, dan sepanjang kita membunuh binatang-binatang dengan minimum kejam, kita sedang melakukan keadilan apa yang Alaha rencanakan bagi kita untuk perbuat.

Dalam 1 Kor 15: 39-40 Mar Paulus sedang menjelaskan perihal binatang-binatang, ikan dan burung-burung adalah semua daging, tapi mereka adalah jenis daging berbeda, dan ia kemudian menggunakan bahwa untuk mengindikasikan bahwa hanya ada perbedaan tipe daging, jadi ada tipe tubuh yang berbeda – tubuh spiritual dan tubuh fisik.

Ini sempurna tepat bagi anda untuk mendefenisikan perbedaan roh binatang dan roh manusia, dan jika anda ingin untuk menggambarkan roh binatang sebagai hanyalah keberadaan “nafas hidup” itu adalah O.K. menurut saya. Anda juga bisa mengatakan bahwa roh binatang secara mendasar adalah berbeda terhadap roh manusia, sebab roh binatang adalah roh yang sangat sedikit dan kurang kapasitas spiritual untuk menerima realitas spiritual yang lebih tinggi. Kebenaran, meskipun, yakni meskipun mereka sangat lebih muda dari pada kita, roh-roh binatang juga adalah anak-anak Alaha sama seperti kita adanya, dan akhirnya mereka akan berkembang untuk memenuhi tempat-tempat mereka sebagai umat manusia, saat kita berkembang menjadi Orang-orang Suci dan Malaikat-malaikat. Demikianlah semua dari Ciptaan Alaha dengan konstan berkembang menuju Titik Akhir yang Dia telah rancangkan sejak Dia membuatnya masuk kedalam keberadaan.

Saya akui bahwa ini adalah ulasan agak mendalam, dan seperti saya katakan,pikirkan pelan-pelan ini tak mudah untuk dipahami.

11. Mengapa ajaran reinkarnasi Gereja Ortodoks Katolik Nasrani Indonesia juga merujuk kepada Sains? Bagaimana tentang hari jika kemudian ilmu pengetahuan membuktikan keberadaan reinkarnasi bertentangan?

Bisa saja ada baiknya penelitian Ilmu pengetahuan (Sains) yang mendukung keyakinan reinkarnasi, tapi doktrin reinkarnasi tidak bergantung pada suatu penelitian ilmu pengetahuan khususnya. Reinkarnasi adalah sesuatu yang telah ada sebagai bagian dari Rencana Ilahi bagi Ciptaan lama sebelum munculnya ilmu pengetahuan modern, dan reinkarnasi masih menjadi bagian dari Rencana Ilahi sekalipun sains tidak lagi mendukungnya.

12. Mengapa kebanyakan Gereja-gereja Rasuliah tidak mengajarkan ini lagi?

Sebab dengan kemerosotan Peradaban Romawi banyak sekali roh-roh yang sudah maju telah berakhir dari inkarnasi-inkarnasi bumiah mereka, dan mereka yang menggantikan tempat mereka hidup di bumi ini adalah kebanyakan roh-roh yang lebih muda. Roh-roh yang sudah maju perlu dibimbing dengan perlahan dan memberikan kesempatan untuk memahami jalan-jalan Alaha, sesuatu yang roh-roh primitif secara umum tidak bisa lakukan. Mereka perlu ditundukkan kepada suatu disiplin keras dan dipaksa melalui ancaman-ancaman untuk berbuat apa yang benar – sebaliknya mereka akan terus menerus untuk berbuat salah atau sesat. Demikianlah meskipun banyak dari para pemimpinnya tahu tentang reinkarnasi, gereja abad pertengahan segera menemukan reinkarnasi perlu mengancam orang-orang Barbar dengan api-neraka, jika mereka tidak memperbaiki kelakuan dalam inkarnasi saat ini, dari pada menceritakan kepada mereka bahwa jika mereka masih melanjutkan hidup kekerasan dan kehidupan-kehidupan jahat, mereka akan punya kesempatan lainnya untuk memperbaiki ulang dalam sejumlah inkarnasi-inkarnasi lagi. Oleh karena itu ajaran reinkarnasi sesungguhnya disembunyikan dalam biara-biara, dan kemudian, pada akhirnya terlupakan atau hilang sepenuhnya.

13. Mengapa kebanyakan Gereja-gereja Kristen TIDAK mengajarkan reinkarnasi lagi?

Pertanyaan ini sebenarnya sama seperti salah satu sebelumnya dan jawaban adalah sama, meskipun saya akan menambahkan dengan seiring lahirnya Reformasi (abad ke-16 M) bahwa, pengetahuan reinkarnasi tidak terbuka diajarkan dalam Kekeristenan selama seribu tahun, dan pengetahuan doktrin reinkarnasi masih tersembunyi dalam biara-biara dan ketika itu biara-biara dihancurkan oleh Reformasi, sehingga ini juga mengakibatkan reinkarnasi hilang. Dengan kata lain jika di Gereja Katolik dan Ortodoks saja sudah hilang, apa lagi yang diharapkan orang-orang Protestan untuk bisa menggalinya kembali?

14. Jika tidak ada nabi dalam Gereja, mengapa suara kenabian dalam Gereja Ortodoks Katolik Nasrani Indonesia Indonesia tidak diakui oleh semua Gereja Rasuliah?

Pertanyaan mengapa kebanyakan gereja-gereja modern tidak mengakui nabi-nabi atau menerima bahwa individu-individu modern bisa melihat visi penglihatan dan menerima pesan-pesan dari Alaha atau Para Malaikat-Nya, sama seperti nabi-nabi kuno Yahudi, adalah langsung terkait dengan alasan orang-orang Yahudi paskah pembuangan yang melarang semua nubuatan. Ini cukup sederhana Imam-imam (kohanim) yang berkuasa di Israel setelah sekitar tahun 500 S.M, tidak suka dicela oleh nabi-nabi karena banyak kesalahan-kesalahan mereka (lihat Maleakhi 2) dan sebagaimana juga mereka mengontrol kuasa duniawi dari abad ke-5 S.M., dan seterusnya, mereka bisa mencegah orang-orang dari keberadaan diakui dan menghancurkan usaha pelestarian karya-karya mereka, meskipun beberapa yang disebut Kitab-kitab Apokrifa bisa dilihat sebagai usaha menentang pelarangan ini. Jadi begitu jugalah dengan Kekristenan, dengan kuasa duniawi seringkali mendukung kepemimpinan agama, yang tidak mau dicela oleh masyarakat atas pebuatan mereka yang salah. Meskipun banyak orang-orang suci melaporkan visi – penglihatan dan pengalaman-pengalaman mistis, jika ini semua tidak cocok dengan kepentingan pihak berwenang gerejawi (seperti St. Bernardette) maka karya-karya mereka tidak akan diakui. Karya-karya nubuatan dan pengalaman mistik Archbishop John Sebastian Ward tetap bertahan, tapi hanya diantara para pengikutnya, hingga kemunculan media komunikasi internet modern membuat publikasi lebih mudah. Jadi mengapa Gereja-gereja lain tidak mengakuinya, barangkali itu adalah kecemburuan manusiawi – dan barangkali suatu hari nanti mereka akan menerimanya.

(Nomor 15 sebenarnya asumsi-asumsi kontradiksi dari nomor 5, tapi saya kan mengulas hal ini dengan tertulis.)

15. Jika Gereja Ortodoks Katolik Nasrani Indonesia menolak Ragi Farisi (Mat 16:6), lalu mengapa anda mengikuti beban muatan Yudaisme dengan mengajarkan reinkarnasi sebagaimana orang lain?

Orang-orang Nasrani Awal atau Kristen Awal dilarang mengikuti ajaran-ajaran Farisi, dan Saduki dalam Mat 16: 6 &12. Dan dalam pasal sebelumnya (Mat 15: 1-6) Mshikha sudah menjelaskan bahwa ini disebabkan mereka telah “menggantikan perintah Alaha menjadi tak berguna oleh tradisi mereka”, tapi keyakinan Reinkarnasi ada dalam Yudaisme lama sebelum tradisi-tradisi Farisi dan Saduki, dan dalam satu bentuk atau lainnya ini juga dipercaya oleh hampir semua Iman, pada zaman Mshikha. Kami tidak percaya Reinkarnasi DISEBABKAN orang Yahudi percaya, tapi karena Mshikha sendiri tidak pernah mengutuk reinkarnasi dan paling sedikitnya satu kasus mengesahkan reinkarnasi khususnya.

16. Jika kita masing-masing menjadi anggota Gereja Rasuliah ini dan mati apakah kami akan ber-reinkarnasi kembali?

Apakah atau tidak orang re-inkarnasi tidak bergantung pada gereja di mana kita bergabung. Itu bergantung apakah atau tidak kita mengikuti Mshikha dengan cukup baik bagi Dia untuk menghakimi kita layak untuk masuk Kerajaan-Nya dan tidak kembali hidup di bumi lagi atau, seperti Mar Yukhanan tegaskan, menjadi “tiang penopang Bait Alaha-Ku dan tidak akan keluar lagi dari situ.” (Wahyu 3: 12).

17. Reinkarnasi? Torah Karma? Mengapa ini seperti Hinduisme? Bukankah sebutan ini membingungkan atau doktrin campur aduk?

Kata “Reinkarnasi” aslinya bukan dari Hindu, meskipun kata “karma” memakai istilah mereka. Namun, ini secara fektif artinya yang sama seperti “Torah Musa”, “Torah Tabur Tuai” atau “Keadilan Ilahi”(Ibrani: השגחה פרטית Hashgochoh Protis / Hashgachah Pratit), yang semua istilah orang-orang Nasrani-Kristen gunakan. Efektifnya masing-masing berarti; “Mata ganti mata, dan gigi ganti gigi”seperti Mshikha wacanakan dalam Mar Mattai 5: 38 dan pada ayat berikutnya, Dia memberitahu kita bahwa sementara itu adalah Torah Musa, mereka yang mengikuti Dia harus “jangan melawan kejahatan: tapi siapa saja menampar pipimu sebelah kanan, berikanlah juga padanya pipi yang lain.” Dalam ayat 44 Ia selanjutnya; “Kasihilah musuh-musuhmu, berkatilah mereka yang mengutuki kamu, berbuat baiklah kepada mereka yang membenci kamu, dan berdoalah bagi mereka yang meskipun memperdayai kamu, dan menganiaya kamu; sehingga kamu bisa disebut anak-anak dari Bapamu yang ada di surga: sebab Ia yang menciptakan matahari-Nya terbit bagi orang jahat dan orang baik, dan mengirimkan hujan bagi orang benar dan orang fasik”. Ini adalah apa yang kita sebut Torah Kasih, dan ini melalui mengikuti Torah Kasih dan pengorbanan kehendak kita sendiri sebagaimana Ia telah perbuat, Mshikha mengajar kita bagaimana kita mengatasi Torah Karma dan mendapatkan hak bagi Kesucian Hidup. Ini adalah perbedaan antara ajaran kami dan keyakinan Hindu.

18. ‘Roh kembali kepada Alaha’ dicatat dalam Kitab Suci, Mengapa harus percaya reinkarnasi? Tidakkah ini bertentangan?

Ini tampaknya mengacu kepada Pengkotbah 12: 7, “Kemudian debu akan kembali ke bumi sebagaimana itu sebelumnya: dan roh akan kembali kepada Alaha yang memberikannya.” Kemudian poin penting perihal ayat ini adalah kata “Kemudian”, berkaitan kata ini dengan ayat-ayat yang mendahului ini, yang memberitahukan pada kita bahwa kita harus Mengingat Alaha saat kita masih usia muda, sebelum usia tua dan kematian datang menjemput kita. Kemudian ini menunjuk kepada beragam aspek kematian dari sudut pandang spiritual, sebelum lanjut menggambarkan kematian fisik dan bagaimana tubuh jasmaniah menjadi membusuk dalam debu tanah sementara roh tetap bertahan hidup. Ayat yang mendahului ini mengindikasikan bahwa pada akhirnya roda kelahiran kembali (gilgul) rusak dan KEMUDIAN roh kembali kepada Alaha. Manusia hidup dengan banyak kehidupan di bumi, tapi ketika tidak lagi membutuhkan reinkarnasi dan mulai bergerak maju melalui Jagat-jagat surgawi rohnya melanjutkan bergerak maju hingga sepanjang roh ini bisa kembali kepada Kesatuan dengan Alaha dan ketika semua anak-anak-Nya kembali kepada-Nya, Alaha akan kembali lagi menjadi “semua dalam Semua”sebagaimana Mar Paulus beritahu kita dalam 1 Kor 15: 28).

19. Jika anda percaya reinkarnasi, lalu apa gunanya ada Neraka? Tidakkah Yeshua mengajarkan keberadaan Neraka?

Jelasnya Yeshua mengajarkan keberadaan Neraka. Dia bahkan turun kedalam Neraka, sebagaimana pengakuan Iman Rasuli katakana (Pengakuan Iman Nikea juga), agar untuk membebaskan jiwa-jiwa yang ada dalam perbudakan (Efe 4: 8-10 & 1 Pet 3: 18 -19). Tidak pernah berpikir bahwa Neraka tidak ada – itu adalah salah satu dari favorit kebongan-kebongan Setan. Ini jelasnya ada dan ini tegasnya merupakan tempat penghukuman, hukuman yang seringkali berakhir selama sezaman atau bahkan selama banyak zaman-zaman, sebagaimana Mshikha beritahukan kepada kita dalam banyak tempat dalam Perjanjian Baru tapi ini Tidak Kekal.Hanya Alaha saja yang Kekal., dan bahkan mereka yang dilemparkan kedalam Neraka bisa diselamatkan, seperti Mar Keppa beritahukan pada kita banyak yang diselamatkan oleh Mshikha diantara Penyaliban-Nya dan Kebangkitan-Nya. Semua akan menderita sesuai hukuman bagi dosa-dosa mereka, tapi pada akhirnya mereka akan keluar kembali dan diberikan kesempatan lainnya, melalui reinkarnasi untuk berbuat apa yang mereka gagal lakukan dalam inkarnasi mereka sebelumnya.