KATEGORI GEREJA

/KATEGORI GEREJA
KATEGORI GEREJA 2018-02-08T08:41:55+00:00

nazarene indonesia GEREJA

Selamat datang di Laman TANYA JAWAB dengan kategori GEREJA. Semoga dari sini, para pembaca bisa memahami siapa GNI itu sebenarnya.

GEREJA:

  1. Apa yang disebut sebagai ‘Gereja Rasuliah’ (GR) itu sebenarnya?

Jawab: Gereja Rasuliah (GR) adalah jemaat yang dibangun oleh para rasul (uskup). GR bisa berdiri sejak abad 1 atau setelahnya. Sebagai contoh GR yang berdiri di abad 1 adalah Gereja Antiokia dan Gereja Asyria Timur. Kedua gereja kuno ini adalah asal mata rantai tahbisan umat Nazarene di Indonesia. Contoh GR yang muncul setelah abad 1 adalah Gereja Ortodoks Etiopia di abad 4, Gereja Byzantium di abad 4 juga, lalu ada Gereja Ortodoks Rusia sebagai Putri Byzantium, kemudian ROCOR sebagai Putri Ortodoks Rusia, dan lain-lain.

Kalau GR itu dibangun oleh para rasul atau uskup. Jemaat Yerusalem itu adalah Gereja yang  dibangun oleh Maran Yeshua sendiri. Jadi hanya ada satu jemaat yang dibangun oleh Yeshua, yaitu Gereja Yerusalem. Para rasul adalah jemaatnya. Jemaat itulah yang menyebar dan kemudian membangun GR-GR ke mana mereka diutus. Gereja Roma yang berani klaim bahwa mereka adalah gereja yang dibangun oleh Yeshua itu adalah suatu bentuk kesombongan. Usaha meninggikan diri di antara semua GR yang ada.

2. Apa buktinya GNI adalah suatu Gereja Rasuliah?

Jawab: GNI dipimpin oleh Uskup. Uskup adalah penerus dari tahta para rasul awal di abad 1 Masehi. Para Rasul adalah para Uskup atau Imam-imam yang memiliki hak untuk mentahbiskan. Lalu para uskup mentahbiskan uskup penerusnya, demikian seterusnya. Uskup demi uskup mengembalakan jemaat dari abad ke abad sampai sekarang. Jadi karena GNI dipimpin oleh Uskup maka komunitas ini termasuk ke dalam GR.

3. Mengapa Nazarene Indonesia memakai kata ‘Gereja’ bukan ‘Jemaat’ saja yang lebih tepat?

Jawab: Sama saja sebenarnya. Kata ‘Gereja’ sudah melekat di semua komunitas GR di diseluruh dunia. Umat Nazarene juga menyematkan kata ‘Gereja’ dalam namanya karena semua komunitas Kristen di Indonesia baik itu GR dan non GR juga memakai kata ‘Gereja’. GNI juga merupakan Jemaat (Aramaik: Idtah). Jemaat itu mengacu kepada suatu komunitas pemuridan dan pewartaan.

4. Mengapa GNI yang baru berdiri di tgl 13 Maret 2016 berani klaim sebagai Gereja Rasuliah? 

Jawab: Yak arena GNI dipimpin oleh Uskup! Tanpa uskup maka tidak ada jemaat, tidak ada Gereja Rasuliah. GNI adalah GR yang berdiri setelah abad 1. Di mata Alaha, semua Uskup adalah sama. Jadi semua GR itu pada hakikatnya adalah sama juga. GR adalah komunitas Perjanjian Baru.

5. Apa bedanya GNI dengan Kristen Mesianik (KM) karena sama-sama klaim sebagai umat Nasrani?

Jawab: GNI bukanlah KM, dan KM bukanlah GNI. Ada jurang perbedaan di antara keduanya. GNI dipimpin Uskup, KM dipimpin oleh Pendeta. Tidak ada satupun Pendeta yeng pernah memimpin jemaat Nazarene di abad 1. GNI memakai siddur (liturgy) ibadat Nazarene abad 1 yang disusun oleh Uskup Mar Yakub, KM tidak. GNI adalah pewaris Tradisi-tradisi Nazarene awal, KM sama seperti Protestan, tidak mewarisinya malah membuangnya. Sebagai ganti tradisi tersebut mereka banyak mengadopsi tradisi Yahudi Farisi seperti melakukan Hukum Taurat.

6. Apa bedanya GNI dengan Gereja Roma Katolik (GRK)?

Jawab: Kendati sama-sama merupakan GR yang dipimpin Uskup, di dalam ajaran ada banyak perbedaan di antaranya. GNI bercorak semitik seperti Nazarene awal, sementara GRK bernuansa latin. Uskup GNI tidak selibat, GRK selibat. GNI menolak ajaran Paus tidak pernah salah mengajar, sementara GRK meyakininya. GNI menolak ajaran Maria (Miriam) sebagai RATU SORGA sperti yang diajarkan GRK. GNI adalah Sabbath keeper (pemelihara Sabbath), GRK memindahkan Sabbath ke hari Minggu. Dan masih banyak yang lain.

Perbedaan di atas tidak membuat GNI memandang rendah GRK. Semua Uskup adalah sama di mata Alaha, semua adalah Wakil Maran Yeshua di muka bumi ini. Kendati memiliki banyak perbedaan ajaran, dan keduanya masing-masing meyakini paling benar, GNI tidak tertarik untuk menyombongkan diri apalagi di Indonesia, GNI baru saja hadir dibanding mereka sudah beberapa abad.

7. Mengapa GNI tidak bergabung dengan GOI di Indonesia? Bukankah semua Gereja Rasuliah di Indonesia harus masuk ke dalam Sinode sesama Ortodoks yaitu GOI?

Jawab: Bergabung dengan sinode GOI yang didirikan Imam ROCOR? Ini tidak pernah terbersit di dalam pikiran Uskup GNI. Kami lebih tertarik untuk memiliki sinode sendiri atau membuat agama tersendiri di Indonesia nantinya yang sejajar dengan Protestan dan Roma Katolik. Pemikiran yang mengharuskan semua Gereja Rasuliah (GR) di Indonesia untuk bergabung dengan Sinode GOI pernah dicetuskan oleh seorang Diakon ROCOR. Ini ditepis dengan bijak oleh rekan-rekan Gereja Coptik juga.

8. Termasuk ke dalam SINODE manakah GNI ini?

Jawab: Belum, kami masih terdata di dalam Pemerintahan Australia sebagai cabang dari Catholic Orthodox Church of The New Age di Queensland. Di tahun 2016 ini kami sedang menjajaki untuk bergabung atau mengakuisisi suatu SINODE yang tidak aktif. Dan jika suatu saat GNI memiliki sinode sendiri, bukan berarti umat Nazarene di Indonesia ini menjadi pecahan dari Protestan. Kepemilikan sinode hanya dalam arti bahwa GNI ingin memiliki legalitas yang lebih kuat di Indonesia. Sampai suatu saat Nazarene atau Nasrani bisa menjadi satu agama sendiri di republik ini.

9. Adakah Gereja Semesta di dunia ini seperti yang diklaim oleh seorang Diakon Gereja Rasuliah yang besar?

Jawab: Tidak ada! Ini adalah klaim dari suatu GR besar yang menyangka bahwa karena jumlah mereka banyak lalu mereka meyakini diri mereka adalah Gereja Semesta, GR lainnya harus masuk ke dalam mereka untuk diselamatkan. Jumlah bukanlah parameter sesuatu bisa dianggap benar.

10. Mengapa GNI bisa memiliki Mata Rantai Tahbisan banyak? Mengapa tidak hanya satu saja seperti Coptik atau Roma Katolik?

Jawab: Karena ada beberapa Uskup yang bisa mendapatkan beberapa Tahbisan dari beberapa Gereja Rasuliah, contohnya adalah Alm. Uskup Agung John Ward yang mendapatkan tahbisan dari Gereja Syria, Anglikan, dan Asyria. Dari beberapa tahbisan ini, GNI bisa memiliki berbagai tradisi, kaya akan tradisi yang tidak didapatkan oleh GR yang hanya punya 1 Rantai Tahbisan Rasuliah saja.

11, Kalau keuskupan GNI di Australia memakai nama ‘ortodoks’, apakah GNI juga berhaluan HELENISME seperti GOI yang sudah terlebih dahulu ada di Indonesia?

Jawab: Arti kata ‘Ortodoks’ tidak ada hubungannya dengan ideology HELENISME. Kata ‘Ortodoks’ artinya adalah Ajaran yang Lurus. GNI tidak memiliki rantai TAHBISAN yang berasal dari Gereja Byzantium, sama sekali tidak mewarisi tradisi dan budaya HELENIS mereka. GNI bercorak semitik bukan Yunani dalam pengajaran kami.

12. Apakah GNI adalah bagian dari Gereja Nestorian?

Jawab: GNI memiliki rantai TAHBISAN dari Gereja Nestorian (Asyria) memang, namun tidak bisa dibilang bahwa kami adalah bagian dari mereka. Keuskupan GNI di Australia adalah suatu keuskupan yang MANDIRI. GNI berhutang tahbisan dari mereka. Dari semua GR yang ada di muka bumi ini, kami paling menghormati Gereja Church of the East (Nestorian) pemilik Peshitta Aramaik ini.

13. Mengapa GNI bukan merupakan pecahan Protestan?

Jawab: Protestan dan pecahannya adalah penganut SOLA SCRIPTURA atau ajaran yang membuang TRADISI. Sementara GNI dan semua GR lain yang sudah ada sejak abad 1, semua adalah pelestari TRADISI (Oral Torah). Semua Qadishotim (sakramen) dan sejarah itu ada di dalam TRADISI bukan di Kitab Suci (written torah).

14. Dimana saja Kehila atau Paroki GNI sekarang ini?

Jawab: Sampai tahun 2016 ini, GNI memiliki paroki di Cibubur-Jakarta, Medan, Madiun, dan Jogyakarta. Paroki lain menyusul.

15. Apa persyaratan untuk berjemaat di GNI?

Jawab: Simple, mereka yang menerima Yeshua sebagai Tuhan dan Juruselamat. Lalu mau menyerahkan diri kepada Uskup sebagai Wakil Maran Yeshua untuk dibaptis.

16. Apa persyaratan bagi seorang Pendeta untuk mendapatkan TAHBISAN RASULIAH di GNI?

Jawab: Mereka memiliki peundukan diri terhadap Uskup.

17. Apakah GNI itu masih menjadi bagian dari Assembly of Jerusalem (AoJ) seperti tahun 2006?

Jawab: Sudah tidak. GNI sama sekali tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan mereka.

18. Apa yang dimaksud dengan ‘New Age’ dalam nama Gereja Keuskupan Agung di Australia: Orthodox Catholic Church of the New Age? Apakah ini artinya GNI memiliki ajaran New Age Movement (NAM)?

Jawab: New Age artinya adalah Zaman Baru (Ibrani: Olam Haba), tidak ada hubungan sama sekali dengan New Age Movement (NAM).

Kita mendapatkan bimbingan dari Uskup Mar Nicholas demikian:

Zaman Baru yang dimaksud disini adalah ‘Dispensasi Perjanjian Baru’ terhitung sejak Dispensasi Yudaisme dicabut YHWH dengan Pembuangan Bangsa Israel sejak Kerajaan Israel Utara (abad ke-7 SM) dan Kerajaan Yehuda (abad ke-6 SM); masa Zaman Para Rasul sampai Jemaat Perjanjian Baru sekarang ini disebut Era Zaman Baru yang dipenghujung Zaman Akhir ini Yeshua sang Mshikha segera Datang kedua ke bumi, Maranatha!

19. Apakah di dalam GNI terdapat suatu ordo juga seperti halnya di dalam Gereja Roma Katolik?

Jawab: Ordo adalah suatu terekat atau kelompok yang memiliki suatu tugas khusus, menghidupi tuga stersebut sebagai suatu visi atau tujuan hidup bersama. Keuskupan GNI yang terletak di Australia memiliki satu Ordo bernama Confraternity the Christ of King (CKC) yang didirikan juga oleh Alm Uskup Agung John Ward di abad 19. Suatu saat nanti di Indonesia, memungkinkan terbentuknya ordo baru yang menekuni suatu tugas khusus yang berbeda dengan ordo CKC tersebut.

20. Apakah Ordo Confraternity the Christ of King (CKC) ada kaitan dengan kaum Esseni?

Jawab: Dilihat hubungan sejarah tahbisan tidak ada keterkaitan, namun kedua komunitas ini memiliki kesamaan visi dan aturan komunitas. Secara Visi yaitu sama-sama mempersiapkan kedatangan Yeshua. Kaum Esseni sejak abad 2 SM menantikan kedatangan Yeshua sebagai Imam Besar Melkisedek, sementara CKC berdiri dengan tujuan mempersiapkan kedatangan Yeshua kedua kali sebagai Raja di Yerusalem. Sedangkan secara aturan komunitas (Ibr: Yahad), kedua komunitas ini sama-sama memandang semua jemaat terikat dengan tali persaudaraan yang dipimpin oleh seorang pemimpin (Uskup) yang independen dengan Uskup lainnya.

21. Bagaimana sejarah terbentuknya Ordo CKC?

Jawab: Ordo Persaudaraan Kerajaan Meshikha (CKC) terinspirasi dari visi John dan Jessie Ward (abad 19)dalam mempromosikan keyakinan kembalinya Meshikha ke bumi . Saat ini ada tiga ‘Tingkatan’ dari ordo ini. Tingkat Pertama dan Kedua, tingkat anggota yang tinggal dalam sebuah lahan membentuk suatu komunitas . Sekelompok kecil anggota Ordo Ketiga tinggal secara lokal . Para anggota ini membuat komitmen untuk pengembangan lebih lanjut spiritual mereka sementara juga membantu pekerjaan ordo ini.

Para anggota komunitas berusaha untuk menjalani kehidupan yang seimbang yang berkisar menghadiri palayanan gereja, pengabdian dan doa pribadi dan kegiatan lainnya dalam kehidupan sehari-hari. Empat bidang utama pekerjaan ordo ini antara lain: Gereja , lahan perkebunan, Pendidikan Kampus dan Museum. Lainnya adalah menjalankan pelayanan publik , mengunjungi orang sakit, melakukan aktifitas karya amal dan memberikan kuliah umum merupakan bagian dari pekerjaan yang sedang berlangsung dari anggota Persaudaraan ini.

Persaudaraan ini diatur oleh suatu Pemimpin yang dipilih dari salah satu anggota dari dalam jajarannya untuk membimbing dan memimpin. Pemimpin (Chaplain) tersebut ditugaskan sebagai mentor spiritual untuk semua anggota. Komunitas ini menempati lahan St Michael dengan luas 135,2 hektar termasuk Abbey House atau tempat tinggal terpisah.

22. Apakah GNI terbuka untuk jemaat dengan kelainan sexsual seperti kaum LGBT?

Jawab: Ya, asal mereka mau berubah sesuai gaya hidup Limudah yang menolak LGBT. Semua berhak dipulihkan, semua akan disempurnakan seperti jemaat yang sudah ada di dalam umat Nazarene ini.

23. Apakah GNI termasuk ke dalam bilangan Gereja Ortodoks Oriental?

Jawab: Tidak, kendati memiliki kesamaan pengajaran namun GNI tidak tercakup ke dalam Oriental.

24. Bagaimana jika ada yang tertarik menjadi jemaat GNI namun belum ada paroki di kotanya?

Jawab: Mereka bisa belajar secara online. Jika mereka masih berkomunitas di jemaat lain itu adalah hak mereka. Bahkan sampai mereka dibaptis juga mereka diberi kebebasan untuk mengikuti ibadat di gereja lain. GNI tidak bisa menutup kebebasan mereka untuk berkomunitas. Jika suatu saat GNI memiliki Paroki terdekat maka mereka bisa berkumpul bersama di paroki terdekat.

.

.

.

<a href=”http://member.daftarsb1m.net/aff/go/Aldo2016/?i=28″><img src=”http://member.daftarsb1m.net/file/get/path/.banners.556acd859fd36/i/33770″ border=0 alt=”header niko 728 x 90″ width=”728″ height=”90″></a>