ISIS-KAH YANG BERAKSI DI SOLO?

/, Seputar Indonesia/ISIS-KAH YANG BERAKSI DI SOLO?

Serangan bom bunuh diri nekad di Markas Kepolisian Resor Kota Surakarta (Solo) diduga kuat oleh kepolisian Indonesia terkait dengan ISIS. Hal tersebut diketahui dari penelusuran jaringan Nur Rohman, pelaku bom bunuh diri tersebut. Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti, menuturkan bahwa Nur Rohman merupakan anggota jaringan Abu Mush’ab yang telah ditangkap di Bekasi akhir tahun lalu (2015). “Nur Rohman berhasil lolos dalam penggerebekan tersebut,” kata Badrodin di Markas Polresta Surakarta.

Pandangan GNI terhadap gerakan radikal mengatasnamakan agama

Gerakan radikal sebenarnya ada di hampir setiap kelompok agama. Kekristenan sendiri sudah menorehkan sejarah kelam dalam hal tindakan radikal kekerasan yang mengatasnamakan agama ini. Contoh terkenal torehan sejarah ini adalah Perang Salib. Khususnya Perang Salib Pertama, yang diperdebatkan secara luas oleh para sejarawan. Perang-perang Salib paling sering dikaitkan dengan situasi sosial dan politik di Eropa pada abad ke-11, timbulnya suatu gerakan reformasi di dalam kepemimpinan gereja Roma Katolik, juga konfrontasi keagamaan dan politik antara Kristen dan Islam  di kawasan Eropa dan Timur Tengah. Kekristenan telah menyebar di seluruh Eropa, Afrika, dan Timur Tengah, namun pada awal abad 8 kekuasaan kaum Kristen di Eropa dan Anatolia menjadi terbatas setelah berbagai penaklukan oleh penganut agama Arab ini. Islam yang baru muncul di abad 7 di bawah pemimpin Legendaris mereka Nabi Muhammad saw telah menjadi momok bagi kekristenan khususnya Roma Katolik yang haus menguasai dunia baik lewat politik dan penginjilan.

Kita tepikan alasan dan akar masalah adanya gerakan radikal ISIS. Mari kita melihat ke dalam Kekristenan (Aram: Mshikanuth) lebih jauh. Di awal berdirinya agama Kristen ini, Rabbi besar Yeshua, pendiri agama ini mengajarkan bahwa inti ajaran ini adalah KASIH.

Mat 5: 5  Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

Mat 5:39  Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

Mrk 12:31  Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”

Ini adalah hal yang sulit dipahami oleh banyak pemimpin kerajaan saat itu. Hukum yang berlaku saat itu adalah barangsiapa kuat maka mereka akan melindas yang lemah. Yang lemah siap-siap membayar upeti atau berperang dan kalah. Saat itu belum terbentuk United Nations (Perserikatan Bangsa-bangsa) yang menjunjung kemerdekaan sebagai hak setiap negara, yang menjunjung tinggi perdamaian, dan menolak peperangan. Saat itu, hukumnya adalah yang bisa mengerahkan kekerasan akan menjadi penguasa. Ini berkebalikan dengan ajaran Nazarene Yeshua. Jadi sebenarnya bagi pemimpin agama Kristen, sangat sulit melaksanakan ajaran KASIH saat itu. Gereja harus bersiap mengalah, menyerahkan apa yang mereka miliki, merugi, dan tertekan jika mau benar-benar melaksanakan perintah pendiri agamanya. Dan itu tidak dilakukan oleh banyak murid Yeshua. Shamed on us!

Tidak perlu ada Perang Salib yang berseri yang kental akan nuansa politik jika memang ajaran KASIH ini diterapkan.Ini bertentangan dengan ajaran awal, namun apa yang sudah terjadi tidak bisa dihapuskan. Semua sudah tercatat di dalam sejarah. Kita yang hidup di zaman modern ini, perlu berterima kasih atas para pemimpin dunia yang mengutamakan perdamaian sehingga terbentuk PBB paska Perang Dunia II pada tahun 1945.

Kembali ke kelompok ISIS ini, mari kita berdoa dan terus menyerukan perdamaian. Berdoa buat mereka, berharap ada pemimpin bangsa-bangsa yang bisa mengerahkan kekuatannya untuk mencegah meluasnya gerakan radikal ini. Dan tentu saja berharap terus Tuhan menyertai umat-Nya dalam semua tekanan dunia ini. Sudah terlalu banyak jiwa Nasrani yang jatuh di tangan ISIS semoga tidak ada korban lagi di waktu yang akan datang. Ini sebuah doa yang pesimis kalau melihat kekuatan ISIS yang sepertinya didukung negara yang kuat menyetor dana demi pergerakan mereka.

header niko 728 x 90

By | 2016-07-05T13:58:07+00:00 July 5th, 2016|Islam, Seputar Indonesia|0 Comments