Igeret I Uskup Christian Boreel

//Igeret I Uskup Christian Boreel

Jakarta, 14 Mei 2016

Salam sejahtera Umat Nasrani dan para pencari kebenaran di Indonesia,

Doa Alaha, Maran Yeshua menyertai terus umat-Nya sampai di bulan Mei 2016 ini. Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa tepat pada tgl 25 Desember 2015 lalu, Uskup I Nasrani, Mar Nicholas Lumbantoruan telah berpulang ke rumah Bapa. Tepatnya sekarang sedang melayani bersama seorang Uskup di Alam Astral untuk wilayah Indonesia. Pelayanan beliau yang telah membangun pondasi Gereja Rasuliah di Indonesia ini harus diteruskan. Tongkat estafet tidak boleh berhenti. Uskup harus diganti dengan Uskup yang baru seperti halnya terjadi dari abad 1 sampai ke abad modern ini.

Akibat kepergian beliau, pada tanggal 24 Januari 2016 diadakan rapat besar Gereja Nasrani Indonesia di Paroki Pusat Mar Michael, Cibubur. Hampir semua Shamasha datang dan para tetua yang dihormati termasuk Pak Gindo Lumbantoruan juga hadir. Rapat tersebut menghasilkan keputusan bahwa saya, Chritian Boreel dipilih secara mufakat dan suara bulat untuk meneruskan jabatan keuskupan di Indonesia yang kosong. Hal ini bisa terjadi karena Mar Nicholas telah membuat wasiat dan diberikan kepada istrinya, Ibu Masidah sebelum dia berpulang. Saya tidak bias langsung menjadi Uskup, harus ada prosesi pentahbisan yang dilakukan oleh para Uskup. Hal itu membuat saya harus pergi ke Caboolture, Australia untuk menerima Qadishot (sakramen) tahbisan Imam dan Uskup.

Terima kasih atas dukungan doa dan support moral kepada saya, sehingga saya ditemani oleh Shamasha Aldo bisa berkunjung ke sana pada tanggal 4-9 Mei 2016. Puji Alaha, pada tanggal 7 Mei 2106 Indonesia telah mendapatkan seorang uskup ke-2. Uskup Agung John Cuffe, dibantu oleh Uskup John Guy dan Uskup Brian mentahbiskan saya dalam suatu ritual sacral dan sederhana.

Harapan saya sekarang adalah saya bisa menjalankan tugas pelayanan ini dengan sebaik mungkin, biarlah Alaha sumber segala sukacita dan kekuatan saya membuka setiap pintu yg terkunci, menunjukkan jalan, membuka tingkap-tingkap langit sehingga berkat-Nya tercurah atas jemaat-Nya. Semoga Alaha terus bisa berkarya di Nusantara melalui GNI.

Setelah mendapatkan bimbingan dari Uskup John, adapun beberapa hal penting dan urgen yang akan saya lakukan dalam waktu dekat sbb:

  1. Mentahbiskan beberapa Shamasha ke jenjang Qashisha (Imam), hal ini menunggu mandate dari Uskup John,
  2. Mengundang semua yang menerima mandate ini untuk datang ke Jakarta secepatnya untuk menerima Qadishot pentahbisan Imam. Lalu saya akan mentraining kemudian mengutusnya kembali ke paroki masing-masing,
  3. Memvalidasi beberapa materi pengajaran seperti Limudah dan Materi Pengajaran Dasar dan lainnya untuk dibagikan segera kepada masing-masing Imam dan Shamasha lain untuk mulai dibagikan kembali ke semua jemaat. Semua paroki yang belum menerima pembahasan Limudah khususnya, harus memulai dari materi ini krn ini adalah bahan dasar pengajaran yang berisi tuntunan moralitas. Gaya hidup atau nilai-nilai Nasrani Indonesia ada pada materi ini.
  4. Memulai penerjemahan Materi Seminari St Basil lalu dibagikan secara bertahap kepada semua Rohaniawan untuk melengkapi diri dan meningkatkan mutu pengajaran.
  5. Mengusahakan mendapatkan atau masuk ke dalam suatu sinode sebagai perlindungan hukum atau supaya keberadaan GNI kuat di mata hokum Indonesia. Saya berharap semua imam dan shamasha nantinya terus berusaha untuk mencari sinode yang bisa diakuisisi jika usaha saya ini belum berhasil.
  6. Membaptis banyak katekumen di Paroki Cibubur yang sudah menanti kehadiran uskup baru. Saya berharap Imam yang akan ditahbiskan terus bisa membaptis mereka yang sudah siap untuk dimuridkan.

Demikianlah surat ini saya buat. Semua karena cinta kasih Alaha, kita bisa merencanakan semua ini. Biarlah Alaha yang bertindak dan membuat semuanya berjalan sesuai agenda sorganya. Amin.

Rm Christian.

By | 2016-06-29T04:39:00+00:00 May 14th, 2016|Update GNI|0 Comments

Leave A Comment