GNI bukanlah Sacred Namer yang ‘Anti Allah’

//GNI bukanlah Sacred Namer yang ‘Anti Allah’

header niko 728 x 90

 

 

_____________________________________________________________

Mengapa GNI menyebut Allah dengan ‘ALAHA’? Apakah GNI juga ANTI ALLAH?
Jawab:
Kami tdk Anti Allah.
Kami adalah Gereja Rasuliah bukan Sacred Namer yg baru muncul di abad 21. Gereja Rasuliah sudah ada sejak abad 1 dan mengajarkan kata Alaha (Indo: TUHAN) bisa diterjemahkan ke dalam bahasa manapun kendati itu menyerap nama sesembahan peradaban kuno. Misalnya kata ‘GOD’ dalam Inggris juga adalah nama ilah kuno. Sementara kata ‘Allah’ juga setali tiga uang, sama saja.

Bagi kami penyerapan nama sesembahan kuno ke dalam kosakata suatu bangsa adalah HAL YG WAJAR. Di dalam bhs Ibrani, nama ‘El’; ‘Shamayim’; ‘Kosher’; bahkan ‘Adonai’ itu berasal dari sesembahan bangsa lain. Kewajaran ini sgt bisa ditolerir oleh para Rasul dan para Uskup penerusnya.

Persamaan kata dengan arti YG BERBEDA ini dalam pelajaran bahasa Indonesia punya peristilahan. Sy tdk perlu mengupasnya di sini. Kata adalah suatu wadah, definisi adalah isinya. Yg terpenting adalah definisinya atau isinya. Saya hanya ingin menjelaskan bhw sekarang memang banyak ajaran ngawur yg mengatasnamakan ajaran Jemaat Perdana. Harap waspada.

Lbh jauh…GNI mengajar bhw TUHAN itu ‘Alaha’ (bhs Aramaik). Bahasa Aram adalah bahasa yg dipakai Maran Eashoa dan para murid awal. Dan mrk menyebut ‘Tuhan’ dg sebutan ‘Alaha’ dengan tulisan spt di gambar. Perhatikan bhw dg sederhana kata ini bisa dituliskan hanya suatu goresan dengan 3 titik. Tiga titik ini memiliki arti bahwa Alaha itu memiliki 3 qnume ataua aspek yaitu Bapa-Putra-Bunda Roh. Sederhana tp dalam.

BANNER FREE MEMBER

By | 2016-07-15T06:54:13+00:00 July 15th, 2016|Kristen|0 Comments