Doa Salam Maria dalam Nasrani

//Doa Salam Maria dalam Nasrani

header niko 728 x 90

DOA SALAM MIRIAM

Oleh Uskup Mar Nicholas

SHLOM LEKH BTHOOLTO MIRYAM – TUKHNUNTHA (SALAM MIRYAM)

Imam: Salam Miryam, penuh rahmat,

Umat: Maran sertamu. Terberkatilah engkau diantara wanita, dan terberkatilah buah rahimmu, Maran kita, Yeshua. Miryam Kudus, Bunda Mshikha, doakanlah kami orang berdosa ini, sekarang dan selalu, dan hingga waktu kami mati. +Amin.

 

Bunda Miriam

Bunda Miriam, sumber: kaj.or.id

Penghormatan Terhadap Bunda Terberkati Marta Miryam

Sinode Kudus menyatakan bahwa anggota-anggota Jemaat jangan berbuat ceroboh dengan berhenti dari penghormatan kepada sang Bunda dari Tuhan kita Yeshua sang Mshikha sebagai “sang Bunda Terberkati”.   Miriam (Maria) sang Bunda dari Mshikha (ImatMshikha), disapa Terberkati karena beliau adalah sang pengandung dari Tuhan kita dan dan mendaraskan doa-doa demi kita. (Lukas 1:3955; 15:10; Lukas 20:36) Sang Bunda dari Maran disapa “Terberkati” dalam Kitab Suci (lihat, Lukas 1:46-55). Marta Miryam harus dihormati sebagai sang Bunda dari Mshikha dan dia, seperti malaikat-malaikat dan orang-orang kudus lainnya, mendaraskan doa-doa demi orang beriman di hadapan Tuhan.

“Dia membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi angin badai, pelayan-pelayan-Nya kobaran nyala api” (Ibrani 1:7).

Sementara itu sang Bunda Terberkati Miryam harus dihormati dan diangkat lebih tinggi statusnya di atas kaum wanita lainnya, puja-puji yang ditujukan kepadanya tidak boleh melebihi puja-puji sembah yang kita panjatkan kepada Tuhan kita. Jika ada orang yang mengajarkan berbeda, wajib orang tersebut dikutuk!

Mengapa ada Salam Miryam (Tukhnunta) harus didaraskan dalam Liturgi atau Tselota?

Salam Miryam merupakan ilham Ruakh haQodesh yang diilhamkan kepada Miryam dalam Beshora Luqa 1:48 yang menegaskan Injil Awal sejak Taman Eden, janji MarYAH Alaha kepada Adam (Kej 3:15). Melalui Adam kita semua keturunan manusia cenderung jatuh dalam dosa, tetapi melalui Miryam kita semua diampuni dosanya melalui korban Yeshua anaknya Miryam secara kedagingan. Salam Miryam menegaskan teologi mendalam Perjanjian Baru, merupakan fakta sejarah umat manusia yangditebus. Kewajiban setiap orang percaya untuk mengucapkan “Salam Miryam” karena kitab suci mewajibkan kita harus mengucapkannya. Tidak ada satu orangpun wanita di muka bumi ini ada dipilih untuk melahirkan Yeshua Mshikha bar Alaha, tidak ada wanita lain. Miryam Terberkati bukanlah wanita acak yang bisa siapa saja dipilih untuk melahirkan sang Juruselamat seperti ucapan banyak orang bermulut sombong “siapa saja bisa melahirkan Mshikha”; faktanya hanya Miryam sejak dunia ada sampai kiamat. Mereka yang berani dan lancang mulutnya menolak Salam Miryam bukan “domba-domba Mshikha” (Yoh 10:26). Mereka adalah orang-orang yang mengaku percaya Mshikha dan kepada Alaha tetapi menghujat Alaha sendiri!

Lukas 1:48 Sebab MarYAH vishafal Yireh (Tehillim 138:6) memperhatikan kerendahan hamba-Nya (Lukas 1:38) (shifcha-Nya) sejak dari sekarang ini kol hadorot ishruni (semua keturunan-keturunan akan menyebut aku berbahagia/terberkati, Kejadian 30:13) [Tehillim 138:6]. — Orthodox Jewish Bible (OJB)

1:48 “Yang memperhatikan atas hamba-Nya yang rendah: oleh karena itu, ketahuilah, dari sekarang semua keturunan-keturunan akan memberikan aku salam terberkati.” – John Etheridge Peshitta-Aramaic NT (1849)

Kewajiban mencantumkan dan mengucapkan Salam Miryam bukan perintah Gereja atau Rasul tetapi Wahyu Ruakh haQodesh sendiri sehingga ini bersifat “prinsip” yang mutlak dilakukan kaum Mshikhanim, dia secara gerejawi adalah orang pertama percaya Yeshua sehingga Miryam menjadi Sesepuh (bunda semua orang percaya kepada Yeshua).

Saat Salam Miryam didaraskan, itu artinya kita sudah masuk dalam sejarah Keselamatan dalam Yeshua, bahwa melalui kerendahan hati Miryam Kerajaan Alaha bisa terwujud (Lukas 1:38) dengan bersedia memberikan dirinya menjadi “sarana sejarah obyektif Kerajaan Alaha bermanifestasi di bumi dan alam-alam jagat raya lainnya.” Peran Miryam sangat menentukan dalam hal ini karena sepanjang sejarah umat manusia hanya Miryam yang terpilih di mata Alaha dan tidak ada wanita lain seperti Miryam sepanjang hidup manusia. Dalam doa-doa jika tidak ada Salam Miryam maka kita bukan bagian dari Kerajaan Alaha itu sendiri, kita adalah orang luar pintu gerbang keselamatan. Jadi jangan ada orang congkak dalam hal ini dengan menantang Alaha bahwa Dia bisa saja memilih wanita lain, faktanya tidak!

Meskipun demikian, bukan berarti Miryam diangkat sejajar dengan Yeshua seperti yang dilakukan oleh Gereja Katolik Roma. Miryam bukan Bunda Gereja, melainkan Ruakh haQodesh Bunda Gereja; Miryam bukan Ratu Sorga melainkan Ruakh haQodesh sebagai Ratu Sorga di Sorga dan di Bumi; bukan Miryam penebus bersama (Co-Redemtris) Mshikha, tetapi Ruakh haQodesh penebus Bersama Mshikha; bukan Miryam saluran anugerah (co-channel of Grace) tetapi Ruakh haQodesh sebagai Saluran Anugerah Bersama Mshikha, Miryam bukan Bunda Semua Manusia, tetapi Ruakh haQodesh sebagai Bunda Semua Umat Manusi. Kalau begitu apa julukan bagi Miryam?

  • Miryam sebagai haQodesh (Orang Kudus);
  • Miryam Orang Saleh Yahudi (Tzadik);
  • Miryam Orang Terberkati (haBrakhot);
  • Miryam berstatus Malakatiah sekarang dan sebagai roh pelayan Alaha (Mat 22:30; Ibrani 1:14), dll.

Oleh karena Miryam adalah Orang Kudus, Saleh, Terberkati, Malaikatiah, dan Roh Pelayan maka ia menjadi Pendoa Syafaat bagi kita dengan menolong, membela dan mendoakan kita agar Alaha memperhatikan kita yang sedang berp[roses menjalankan keselamatan kita. Doa orang benar itu besar khasiatnya, orang benar hanya bisa kita dapatkan setelah jiwa menjadi sempurna bukan di bumi ini lagi, selama masih di bumi masih ada celah jatuh dalam dosa. Miryam adalah “orang benar” yang siap membantu kita berdoa. Di bumi tidak ada doa benar semua masih tidak sempurna. Mar Yakobus katakana, “Doa orang benar jika dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya…” Yakobus 5:16. Dalam Tradisi Jemaat Awal ini disebut sebagai “Doa Syafaat Orang Kudus” yang kita minta mendoakan kita, berdoa bagi kebutuhan kita, jika kita yakin maka besar daya kuasanya. Ini tidak berarti kita tak bisa langsung berdoa, tetapi tiap orang punya malaikatnya sendiri (Mat 18:10) sebagai saksi setia kita mendampingi. Kita tidak tahu caranya berdoa yang benar (Roma 8:26). Di sinilah fungsi para malaikat dan orang-orang kudus yang telah berwujud roh-roh sempurna menyampaikan segala keluh kesah kita kepada Alaha. Persfektif Teologi Mistikisme Rasuliah bahwa saat kita berdoa, doa-doa kita didengar oleh roh-roh jahat yang selalu berkeliaran di sekeliling kita dan mereka bisa membaca pikiran kita juga. Doa yang kita naikkan kepada Alaha bisa disabotase oleh roh-roh jahat dan semua keinginan kita dikabulkan yang kita pikir bersumber dari Alaha tetapi ternyata dari roh-roh jahat yang memberikannya sebab Iblis telah memiliki seluruh dunia ini (Lukas 4:6). Kita pikir doa-doa kita dijawab Alaha ternyata bukan dari Alaha. Cirinya doa yang dijawab tetapi bersumber dari Iblis dan roh-roh jahat biasanya mereka menghujat “orang-orang kudus” (Yudas 1:8-10).

Doa kita naik bisa dihambat Iblis seperti keluhan nabi Ayub kepada Alaha karena Iblis menghambat doa-doa Ayub (Ayub 30:20), di sinilah perlunya orang kudus dan para malaikat yang siap mengawal doa-doa kita.

BANNER FREE MEMBER

By | 2018-02-08T08:42:02+00:00 July 20th, 2016|Kristen|0 Comments