KATEGORI KEYAKINAN

/KATEGORI KEYAKINAN
KATEGORI KEYAKINAN 2018-02-08T08:41:54+00:00

nazarene indonesia KEYAKINAN

Selamat datang di Laman TANYA JAWAB dengan kategori KEYAKINAN. Semoga dari sini, para pembaca bisa memahami ajaran GNI itu yang sering dipertanyakan oleh pihak luar.

KEYAKINAN:

  1. Apa itu MARYAH?

Jawab: Itu adalah pelafalan dari Nama Suci YHWH yang menjadi tradisi dalam Gereja Asyria Timur (Church of the East). Pelafalan ini diucapkan di dalam peribadatan oleh jemaat untuk menghormati Alaha. Kata ‘MARYAH’ itu berasal dari 2 kata, yaitu MAR (Tuan/Tuhan/Pemilik) dan YAH (artinya HIDUP).

Nama YHWH dalam tradisi Yahudi Farisi diucapkan HASHEM atau ADONAI. Ini adalah tradisi pengucapan yang berbeda dengan umat Nasrani.

  1. Apa itu MAR dan MARAN?

Jawab: MAR dalam bahasa Aramaik artinya TUAN (Inggris: The Lord), MARAN dalam Aramaik juga berarti yang sama, hanya saja sering disematkan untuk Yeshua.

  1. Apa itu ALAHA?

Jawab: Tuhan dalam bahasa Aramaik, God dalam bahasa Inggris.

  1. Apa itu MARYAH ALAHA?

Jawab: YHWH Tuhan.

  1. Apa itu MESHIKHA?

Jawab: Mesias dalam bahasa Aramaik.

  1. Apa itu TLITHAYUTHA?

Jawab: Triune GOD dalam bahasa Inggris. Tiga aspek Tuhan yang SATU.

  1. Apa itu PESHITTA?

Jawab: Itu adalah kitab suci berbahasa Aramaik, arti kata ‘Peshitta’ adalah Yang Lurus.

  1. Apa itu ALAHA EKHAD?

Jawab: Alaha yang SATU.

  1. Siapakah Yeshua itu? Apakah Dia Alaha juga?

Jawab: Yeshua adalah Anak Alaha (Alaha juga), Anak Manusia, Sang Miltha/Sabda, Rabbi Besar, Imam Besar Melkisedek, Metatron, Pencipta, Yang Sulung dari semua jiwa, Sang Pintu, Sang Tunas, Sang Gembala Agung, Nabi Besar, Mesias (Meshikha), dan lain-lain.

  1. Mengapa YESHUA bukan YESUS?

Jawab: Sama saja. Kami menyebut nama Ibrani-Nya, dalam bahasa Aramaik ditulis: EASHOA.

  1. Jika Yeshua itu Alaha/Tuhan, mengapa Dia bisa mati di kayu salib?

Jawab: Yang mati di kayu salib adalah kemanusiaan Yeshua, bukan Keilahian-Nya. Keilahian-Nya itu tidak akan bisa mati.

  1. Apakah GNI meyakini Alaha TRITUNGGAL juga?

Jawab:  Dalam Pengakuan Iman Rasuli tegas dinyatakan perihal “Aku Percaya…”:

Aku percaya pada Alaha sang Bapa Mahakuasa, Pencipta Langit dan Bumi, Dan pada Yeshua Mshikha, Anak Tunggal-Nya, Maran Kita…Aku percaya pada Roh Kudus……

Frasa kata “Aku Percaya pada Alaha sang Bapa Maha Kuasa, pada Yeshua Mshikha, dan Roh Kudus” ADALAH Alaha Ehad. Pada Pengakuan Iman Rasuli dijelaskan dalam keyakinan Gereja Nasrani Katolik Ortodoks bahwa:

Kami percaya pada Satu* Keilahian Tak Berwujud, Tak Terbatas, Kekal dan mencakup Semua; Dia yang sebelum semua Waktu, Menjelma langsung sebagai sang Tlithayutha (Tritunggal) dari Hakikat Ehad, agar Alaha bisa berkarya dalam Ciptaan: yang pada Mulanya sang Ehad menjadi Dua, Bapa dan Bunda, dan dari Mereka Diperanakkan sang Anak melalui Dia diciptakan Waktu dan Ruang dan semua Ciptaan, lima belas Alam keberadaan: dan ketika itu Menjelmakan langsung, Alaha berdiam dalam Alam-alam tertinggi ini.

Kata “Satu” di sini dimaknai sebagai “Yachid”dalam bahasa Ibrani, yakni Tunggal. Dalam bahasa Aramaik kata “Satu” ini dimaknai sebagai “Kyana” yaitu Blue Print (rancang bangun) Keilahian itu tunggal adanya dan kata Ibrani, “Echad” dalam bahasa Aramaik disebut “Qnume” yaitu “Aspek.” Alaha itu Tunggal bermanifestasi dalam Tiga Aspek. Satu Alaha Maha Kuasa Tiga Aspek: Bapa, Bunda, dan Anak. Inilah yang disebut Tlithayutha atau Tritunggal.Jadi Alaha itu Satu Kyana Tiga Qnumas, itulah Alaha Kudus Pencipta segala sesuatu baik yang kelihatan dan yang tak kelihatan.

Frasa kata, “Dia yang sebelum semua Waktu, Menjelma langsung sebagai sang Tlithayutha (Tritunggal) dari Hakikat Ehad,”…Artinya ketika Alaha sebelum adanya ruang dan waktu (yakni Kekekalan) dalam lingkaran kasih pada diri-Nya sendiri meluap kasih itu sehingga mengalirlah kasih itu “keluar” dari diri-Nya sendiri sehingga Ia mencipta. Dalam proses ini Alaha yang Tunggal tersebut ‘bermanifestasi menjadi Ehad, yakni Bapa, Bunda, dan Anak. Karya Penciptaan ini semuanya terjadi dalam diri sang Anak yang diperanakkan oleh Bapa dan Bunda (Yoh 1:3).

  1. Apakah GNI yakin bahwa Yeshua akan datang kedua kali? Kapan?

Jawab: Ya, Visi dari keuskupan GNI adalah mempersiapkan jemaat untuk kedatangan Yeshua kedua kalinya. Kapan tepatnya, tidak ada yang mengetahui dengan pasti.

  1. Mengapa Roh Kudus disebut sebagai BUNDA ROH dalam ajaran Nazarene?

Jawab: Sebab kata ‘ROH’ dalam Ibrani dan Aramaik bergender FEMINIME, bukan netral, bukan maskulin. Roh inilah yang menghidupkan manusia dan melahirkan mereka menjadi jemaat Nasrani pada ritual pengentenan (Baptis Air dan Roh Kudus).

  1. Mengapa GNI mengatakan bahwa Kitab Suci itu BUKAN FIRMAN TUHAN?

Jawab: Firman Tuhan adalah Yeshua. Yeshua bukan Kitab Suci. Kitab Suci itu adalah sebagian Ajaran Lisan (tradisi) yang dituliskan. Isi Kitab Suci antara lain, sejarah, Sabda Tuhan di berbagai zaman melalui para nabi, Kidungan Mazmur, Hikmat atau petuah kuno, nasehat para rasul, dan pewahyuan.

  1. Apa itu PILAR IMAN?

Jawab: Pilar kebenaran yang membuat suatu ajaran diyakini adalah benar.

  1. Mengapa Pilar Iman Nasrani ada 3? Apa saja?

Jawab: Ada 3 Pilar Iman, karena memang semua kebenaran itu berasal dari PEWAHYUAN, lalu diterima oleh nabi lalu DIAJARKAN SECARA LISAN (TRADISI), kemudian sebagian tradisi tersebut dituliskan dan menjadi KITAB. Jadi yang menjadi pegangan sbg kebenaran ada 3: Pewahyuan, Tradisi, dan Kitab.

  1. Mengapa Nazarene Indonesia menolak ajaran SOLA SCRIPTURA?

Jawab: Sola Scriptura adalah ajaran 1 PILAR IMAN, yaitu HANYA KITAB, membuang tradisi dan pewahyuan. Sola Scriptura bukanlah ajaran awal Nazarene, itu adalah ajaran abad 16 yang dicetuskan oleh Martin Luther.

  1. Apa itu NASRANI? NAZARENE?

Jawab: Nazarene atau Nasrani berasal dari kata Nazareth, kota Yeshua dibesarkan. Dan berasal dari kata ‘Netzer (Sang Tunas), Yes 11:1 yang mengacu kepada Yeshua.

  1. Apa itu KRISTEN? Mengapa memilih kata NASRANI bukan Kristen?

Jawab: Kristen (Aram: Mshikaye) artinya pengikut Yg Diurapi. GNI memilih kata NASRANI karena komunitas Yeshua pertama kali disebut NAZARENE, nama KRISTEN baru muncul kemudian di Antiokia.